5 Alasan Mengapa NFT Banyak Dibenci oleh Masyarakat

8 months ago 1 Comment

Brie Larson baru saja memamerkan koleksi NFT yang baru saja ia beli di Twitter. Tidak hanya itu, ia juga langsung menggunakannya sebagai profile picture-nya di Twitter. Hasilnya? Ia langsung mendapatkan hujatan dari netizen.

Tidak hanya itu, banyak gamers yang getol menyerukan implementasi NFT pada game yang dilakukan oleh para developer. Tak sedikit pula developer yang akhirnya memutuskan untuk mundur setelah mengalami penolakan yang luar biasa. 

BACA JUGA:

Hal ini tentu menimbulkan pertanyaan, mengapa NFT yang terlihat sebagai masa depan aset digital dan memiliki prospek bagus begitu dibenci oleh masyarakat? Tim UP Station telah merangkum 5 alasan mengapa NFT banyak dibenci oleh masyarakat!

1. NFT Rawan Penipuan dan Rawan Kerugian

nft-dibenci-masyarakat-1
Sumber: The Verge

Sama seperti cryptocurrency, NFT bersifat desentralisasi. Karena disimpan di blockchain, tidak ada regulasi dari otoritas pemerintah yang mampu mengaturnya. Hal ini membuat semua transaksi yang ada dilakukan secara transparan.

Masalahnya, hal ini juga bisa menjadi bumerang tersendiri bagi NFT. Pelaku penipuan dan scam NFT tidak akan bisa ditangkap oleh kepolisian karena tidak adanya regulasi. Bahkan, beberapa waktu lalu platform jual-beli NFT OpenSea berhasil diretas oleh hacker.

Selain itu, NFT bisa dibilang tidak memiliki fundamental yang kuat seperti saham. Karena bersifat baru, tidak ada data historis untuk melakukan penilaian apakah NFT memang layak dijadikan sebagai sarana investasi. 

Satu alasan lain yang membuat NFT rawan kerugian adalah karena sulitnya membuktikan nilai sebuah NFT. Karena dianggap “karya seni”, nilainya pun bisa suka-suka yang ingin membelinya. Di sini, peluang untuk “menggoreng” harganya agar tinggi pun sangat besar.

Dengan kata lain, harga NFT juga ditentukan oleh seberapa banyak pembeli berikutnya bersedia membayar. Karena begitu spekulatif, tak heran banyak orang yang berharap mendapatkan return besar dari pembelian NFT harus mengalami kerugian yang signifikan. Alasan inilah yang merupakan alasan utama mengapa NFT dibenci oleh banyak pihak.

2. Penyalahgunaan NFT

nft-dibenci-masyarakat-2
Sumber: Diorama

Berawal dari meledaknya cerita Ghozali Everyday, banyak orang yang latah dan segera mengunggah file NFT-nya sendiri. Masalahnya, foto atau gambar yang mereka gunakan benar-benar bukan merupakan sebuah karya seni.

Ada yang mengunggah foto KTP, ada yang mengunggah foto telanjang, dan masih banyak hal nyeleneh lainnya. Ghozali, meskipun “hanya” modal foto selfie, setidaknya masih memiliki value dari konsistensinya mengambil foto dirinya selama lima tahun.

Yang lebih berbahaya, file yang sudah diunggah menjadi NFT tidak akan bisa dihapus dan akan selamanya di sana. Bayangkan, bagaimana jika ada pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab menyalahgunakan file-file tersebut untuk perbuatan kriminal.

Penyalahgunaan NFT tidak hanya sampai di sana. Karena tidak adanya regulasi yang mengikat, NFT dirumorkan kerap dianggap sebagai tempat yang ideal untuk melakukan pencucian uang. 

3. NFT Bubble Mungkin akan Segera Meledak

nft-dibenci-masyarakat-3
Sumber: Al Bawaba

Beberapa waktu belakangan ini, hype dari NFT begitu naik, apalagi para public figure dan influencer banyak yang terlibat untuk mempromosikan NFT. Mereka seolah berusaha keras untuk membuat orang lain tertarik dan menciptakan FOMO (Fear Out Missing Out).

Hal ini mirip dengan gelembung dot com di awal tahun 2000-an, di mana pasar saham yang awalnya melonjak tinggi gara-gara internet tiba-tiba mengalami kejatuhan. Saat itu, banyak perusahaan-perusahaan yang membeli domain agar valuasi perusahaannya naik.

NFT memiliki risiko yang sama. Diperkirakan akan tiba di mana penjual NFT akan lebih banyak dari pembeli, sehingga nilainya bisa anjlok sebanyak 70% dalam satu hari. Apalagi, nilai NFT sangat fluktuatif. 

Mayoritas NFT memiliki harga yang melampaui daya beli mayoritas pembeli, sehingga kemungkinan akan banyak NFT yang menjadi tidak berharga. Apalagi, banyak orang-orang yang latah akibat banyaknya berita mengenai NFT yang laku dengan harga yang tidak masuk akal.

4. NFT Memberikan Dampak Buruk untuk Lingkungan

nft-dibenci-masyarakat-4
Sumber: Tom’s Hardware

Sama seperti cryptocurrency, NFT juga dikritik dari segi lingkungan. Teknologi ini dianggap berkontribusi dalam pencemaran lingkungan akibat besarnya daya (dalam hal ini listrik) yang dibutuhkan untuk membuat dan melakukan transaksi NFT. Alasan tersebut cukup membuat NFT dibenci oleh para pemerhati lingkungan.

NFT bergantung pada sistem verifikasi yang dikenal dengan nama proof-of-work. Sistem ini bersifat peer-driven yang meminta “miners” atau “penambang” untuk memvalidasi setiap transaksi yang terjadi pada platform digital tertentu.

Nah, proses ini membutuhkan daya komputasi yang sangat besar untuk diselesaikan. Perangkat komputer yang digunakan untuk memecahkan algoritma validasi ke blockchain ini menghabiskan banyak sekali listrik. Semakin banyak listrik yang dikonsumsi, semakin banyak emisi yang dihasilkan oleh pembangkit listrik.

Memang ada rencana untuk membuat sistem blockchain lebih ramah lingkungan untuk beberapa tahun ke depan. Contohnya adalah negara El Salvador yang menggunakan energi panas bumi untuk menciptakan energi operasi penambangan Bitcoin mereka. 

Ethereum, mata uang kripto yang banyak digunakan untuk memperjualbelikan NFT, berencana mengubah modelnya dari proof-of-work menjadi proof-of-stake yang lebih ramah lingkungan. Hanya saja, itu akan memakan waktu yang sama sampai benar-benar terealisasi.

5. Hak Kepemilikan yang Patut Dipertanyakan

nft-dibenci-masyarakat-5
Sumber: Jing Culture & Commerce

Ketika kita membeli lukisan terkenal seperti Monalisa (yang tidak mungkin terjadi di dunia nyata), kita akan membutuhkan validasi dari pihak-pihak tertentu yang membuktikan Monalisa yang dimiliki adalah asli. 

Mau seberapa banyak orang membuat lukisan tiruannya, kita memiliki bukti kalau Monalisa milik kita adalah yang asli. Konsep inilah yang sebenarnya ingin diusung oleh NFT untuk media digital.

Masalahnya, seberapa banyak orang yang peduli kalau NFT yang kita miliki adalah asli? Banyak NFT yang beredar bisa di Save Image As secara mudah. Meskipun metaverse diprediksi akan menjadi masa depan dan kita bisa memamerkan koleksi NFT kita di sana, tidak akan banyak orang yang peduli.

Memang ada argumen yang menyatakan kalau NFT baik untuk seniman digital karena mereka mendapatkan bayaran untuk karya mereka. Saat ini, ada banyak gambar yang dengan mudah diduplikasi dan disebarkan secara online tanpa kredit kepada pembuat aslinya. NFT memungkinkan kita untuk mempertahankan satu yang asli. 

Masalahnya, sudah ada banyak cerita yang menunjukkan kalau NFT tidak bisa menjamin uang yang masuk akan didapatkan oleh pencipta karya tersebut. Banyak orang yang dengan mudah mengambil karya orang lain, mengklaimnya, dan mendapatkan untung dari sana.

***

Itulah beberapa alasan mengapa NFT dibenci oleh masyarakat dan mengalami penolakan oleh berbagai kalangan. Pada akhirnya, semua kembali kepada kebijakan masing-masing individu, baik yang pro maupun kontra dengan NFT.

Kalau kamu, setuju atau tidak dengan adanya NFT? Apapun pendapatmu, tulis langsung di kolom komentar, ya!


Dapatkan berita gaming dan informasi menarik lainnya seputar dunia game, esports, film, anime, dan lainnya hanya di UP Station.  Bagi kalian yang mau top-up game kesayangan kalian bisa langsung kunjungi UniPin! Proses cepat dan harga murah! Subscribe channel YouTube UniPin Gaming untuk nonton konten game menarik.

Follow akun sosial media kami di:

Facebook: UP Station Indonesia

YouTube: UP Station Media

Twitter: @Upstationasia

Instagram: @upstation.media

Discord: UniPin Official Community

Comment
  • ReplybugilMay 29, 2022 at 14:09

    NFT – Non Fuckable Toys XD

Leave a Reply

Your email address will not be published.


Aplikasi UP Station
telah tersedia sekarang
Buka Artikel
Download Aplikasi