7 Pro Player Asing yang Berkarier di Tim Esports Indonesia

11 months ago 0 Comments

Semakin kompetitifnya turnamen di Indonesia membuat beberapa tim esports harus membentuk ‘super team‘ agar bisa bersaing di turnamen lokal maupun internasional.

Tak heran, bursa transfer player selalu ramai dibicarakan di media sosial, baik game mobile maupun PC. Hal ini dikarenakan selalu ada kejutan di setiap transfer, terutama tim-tim esports yang memiliki nama yang mentereng.

BACA JUGA:

Sama seperti olahraga lain macam sepak bola dan basket, tim esports Indonesia juga merekrut player dari negara lain untuk memperkuat timnya. Pemain yang direkrut biasanya telah berprestasi di negaranya terlebih dahulu.

Player yang Pernah Berkarir di Indonesia

Turnamen di Indonesia yang lebih kompetitif membuat banyak player mancanegara yang berminat untuk bergabung dengan tim esports asal Indonesia. Selain itu, tim esports Indonesia juga dianggap lebih mampu bersaing di turnamen global dibandingkan tim dari negaranya sendiri.

Beberapa player yang sudah pernah membela tim esports Indonesia berhasil memberikan gelar untuk timnya. Ada juga yang lebih sukses ketika menjadi coach dibandingkan saat menjadi player.

Kali ini, Upstation telah merangkum khusus untuk kamu 7 player yang pernah berkarier di tim esports di Indonesia!

1. Muhammad Dhiya “uHigh” Ulhaq – Malaysia (PUBG Mobile)

uHigh adalah pro player terbaru yang memilih berkarir di Indonesia. Player PUBG Mobile asal Malaysia tersebut kini membela Bigetron Red Aliens setelah di-buyout dari Team Secret Malaysia.

Pemuda berusia 17 tahun ini sudah menunjukkan kehebatannya dengan menjadi Terminator di turnamen pertamanya bersama Red Aliens, Oxirist. Gelar ini menunjukkan bahwa uHigh bukanlah player sembarangan.

Kini, uHigh bersama Ryzen, Luxxy, dan Zuxxy ditargetkan mampu merebut kembali gelar juara PMPL ID agar bisa kembali tampil di PMPL SEA hingga PMGC nanti.

2. Muhammad “Rippo” Arif – Malaysia (Mobile Legends)

rippo

Rippo adalah offlaner dari Bigetron Alpha yang masih aktif hingga kini. Bahkan Rippo telah mendapatkan sebutan “King of Taunting” karena kebiasaannya berselebrasi setelah mendapatkan kemenangan.

MPL ID Season 6 adalah turnamen besar pertama yang Rippo jalani selama di Indonesia. Sebelumnya, Rippo sudah berprestasi di negara asalnya, Malaysia, dengan memenangkan MPL MY/SG Season 3 bersama Geek Gam MY.

3. Bjorn “Zeys” Ong – Singapura (Mobile Legends)

Dikenal sebagai coach EVOS LEGENDS, Zeys rupanya pernah terjun sebagai player saat Zeys kurang puas dengan performa player EVOS saat itu. Zeys turun di MPL Invitational sebagai tank, namun gagal mengangkat performa EVOS LEGENDS di turnamen itu.

Mantan pro player Arena of Valor (AOV) ini lebih bersinar sebagai coach EVOS LEGENDS. Bersama Zeys, tim macan putih berhasil memenangkan gelar bergengsi seperti MPL ID (season 4 dan season 7), M1 World Championship, dan yang terbaru MSC 2021.

4. Lu “Sasa” Khai Ben – Malaysia (Mobile Legends)

sasa

Sasa baru saja dilepas oleh ONIC Esports setelah membela tim tersebut sejak masih bernama ONIC.NV. Player asal Malaysia ini kembali ke negaranya untuk membela salah satu tim dari MPL MY, Team SMG.

Sasa adalah salah satu dari ‘5 Kage’ milik ONIC yang berhasil memenangkan gelar MPL ID Season 3 dan MSC 2019 tanpa menerima kekalahan satu kalipun. Sasa bisa dibilang sebagai salah satu player yang sukses berkarier di Indonesia dengan semua gelar yang ia dapatkan.

5. Chen “James” Teng – Singapura (Mobile Legends)

James adalah orang yang pertama kali mengajak Sasa untuk bergabung dengan ONIC.NV. Player asal Singapura ini juga pernah membela RRQ di MPL ID Season 3.

James gagal memberikan gelar apapun pada tim yang ia bela saat menjadi player. James lebih sukses saat menjadi coach karena memberikan gelar back-to-back pada RRQ Hoshi saat memenangkan juara MPL ID untuk season 5 dan season 6.

Selepas dari RRQ, James menjadi coach dari salah satu kontestan MPL MY, Team SMG. James akan kembali bekerja sama dengan Sasa yang baru direkrut musim ini.

6. Zulkarnain “WizzKing” Zulkifli – Brunei Darussalam (Mobile Legends)

WizzKing adalah ‘senior’ bagi player asing yang bermain di Indonesia. Pemain asal Brunei Darussalam ini sudah mengikuti pro scene di Indonesia sejak MPL ID Season 2 bersama tim Saints Indo.

Karier WizzKing berlanjut ke tim RRQ Zen yang terpaksa bubar sebelum MPL ID Season 4. WizzKing kembali naik ke panggung MPL saat memasuki season 5 hingga season 7.

WizzKing memutuskan untuk pensiun dari pro scene Mobile Legends setelah MPL ID Season 7 dan menjadi streamer untuk Team RRQ.

7. Nuengnara “23Savage” Teeramahanon – Thailand (Dota 2)

BOOM Esports pernah membuat kejutan dengan mendatangkan player asing untuk membela tim mereka. Tak main-main, nama yang direkut adalah 23Savage yang sudah terkenal di pro scene Dota 2.

Player asal Thailand tersebut bermain untuk BOOM Esports sebagai stand-in selama fase DPC 2021 S1: Upper Division. Kebersamaan BOOM dengan 23Savage hanya sebentar dan 23Savage pindah ke T1 pada Maret 2021.

***

Itulah ketujuh player asal luar negeri yang pernah berkarier di Indonesia. Banyak faktor yang menentukan sukses tidaknya player asing tersebut ketika membela tim esports Indonesia. Salah satunya adalah kendala bahasa yang berbeda.

Adakah player favorit kamu dari list di atas? Atau siapa player dari luar negeri yang kamu harap main di Indonesia? Tuliskan jawabanmu di kolom komentar ya!


Bagi kalian yang mau top-up game kesayangan kalian bisa langsung kunjungi UniPin! Proses cepat dan harga murah! Subscribe channel YouTube UniPin Gaming untuk nonton konten game menarik.

Follow akun sosial media kami di:
Facebook: UP Station Indonesia
Twitter: @Upstationasia
Instagram: @upstation.asia

Yuk gabung di grup Discord kami!
Discord: UniPin Official Community

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


Aplikasi UP Station
telah tersedia sekarang
Buka Artikel
Download Aplikasi