3 Alasan Penting Mengapa Indonesia Kurang Maksimal di M3 Mobile Legends!

5 months ago 0 Comments

Ada yang berbeda di M3 Mobile Legends World Championship kali ini. Jika di dua seri sebelumnya tim Indonesia cukup mendominasi dan tampil gemilang, di M3 kali ini sayangnya dua wakil Indonesia yaitu Onic Esports dan RRQ Hoshi harus tersingkir di babak playoff awal.

Tidak ada lagi nama tim Indonesia di Grand Final maupun final upper dan lower bracket di M3 kali ini. Onic Esports dan RRQ Hoshi harus tersingkir karena keduanya kalah dari Blacklist International, tim juara MPL PH yang cukup ditakuti saat ini.

Lantas, alasan atau faktor apa saja yang membuat dominasi Indonesia runtuh di ajang M3 Mobile Legends kali ini? Tim UP Station mencoba membedah beberapa faktor yang membuat Indonesia kurang maksimal kali ini, ada apa saja?

Baca Juga:

1. Gameplay dan META

IMG-20211218-WA0036

Sebenarnya tidak ada yang salah dari gameplay dan META dari Onic Esports maupun RRQ Hoshi saat ini. Mereka berdua memiliki ciri khas masing-masing yang disesuaikan lagi dengan gameplay dari tiap pemainnya.

Sayangnya, META yang dikembangkan oleh tim-tim Filipina jauh lebih mumpuni saat ini. Bahkan tidak bisa dipungkiri jika META tim Indonesia saat ini kebanyakan berasal atau terinspirasi dari tim-tim Filipina.

Oleh karena itu, tim-tim Filipina tentunya lebih paham bagaimana untuk meng-counter META yang sudah mereka kembangkan tersebut, sehingga tim-tim Indonesia agak kesusahan jika menghadapi mereka.

Akan lebih baik tentunya jika tim-tim Indonesia bisa menciptakan META khas mereka sendiri sehingga bisa menghadapi perlawanan sengit dari rival mereka (walaupun hal ini tentu saja sangat sulit, ya).

2. Mental

0C7A1853

Dari segi mekanik, bisa dibilang pemain Indonesia tidak usah diragukan lagi. Banyak pemain tanah air yang “fast hand” dan memiliki kemampuan tingkat tinggi dalam memainkan berbagai macam hero. Pool hero pun juga begitu, rata-rata pro player Indonesia saat ini sudah menguasai berbagai macam hero.

Namun jika melihat ajang M3 Mobile Legends World Championship kemarin, terlihat salah satu kelemahan dari tim Indonesia adalah faktor mental. Yup, contoh saja laga RRQ Hoshi vs Blacklist International kemarin di mana terlihat para pemain RRQ begitu tertekan.

Alberttt dkk terlihat begitu all out di game pertama, sehingga justru di game kedua dan ketiga terlihat mereka menjadi kurang mood dalam bermain. Hasilnya pun seperti yang kita tahu di mana RRQ Hoshi harus kalah dalam waktu relatif cepat di dua game terakhir.

3. Terlalu Percaya Diri (?)

ups

Disclaimer, percaya diri tentu saja boleh, namun alangkah baiknya jika tidak berlebihan. Memang sih, Indonesia adalah salah satu negara unggulan di ajang internasional Mobile Legends seperti M3. Namun, kini sudah banyak tim-tim di luar Asia Tenggara yang juga sudah sangat kuat.

Contoh saja ada Keyd Esports, tim dari Brazil yang sukses tampil mengejutkan dengan menang atas Onic Esports. Lalu ada juga tim-tim lain yang mengejutkan seperti BTK (Amerika) hingga Navi (Eropa) yang penuh kejutan.

Oleh karena itu, tim Indonesia tidak boleh terlalu percaya diri lagi dan harus mulai mengembangkan gameplay dan META mereka masing-masing untuk melawan tim-tim penuh kejutan seperti ini.

***

Nah, itu dia tiga alasan atau faktor utama tentang mengapa tim Indonesia kurang tampil maksimal di ajang M3 Mobile Legends World Championship saat ini. Semoga ke depannya tim Indonesia bisa bangkit dan kembali berjaya di ajang internasional Mobile Legends, ya!


Bagi kalian yang mau top-up game kesayangan kalian bisa langsung kunjungi UniPin! Proses cepat dan harga murah! Subscribe channel YouTube UniPin Gaming untuk nonton konten game menarik.

Follow akun sosial media kami di:
Facebook: UP Station Indonesia
YouTube: Upstation Media
Twitter: @Upstationasia
Instagram: @upstation.media

Yuk gabung di grup Discord kami!
Discord: UniPin Official Community

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


Aplikasi UP Station
telah tersedia sekarang
Buka Artikel
Download Aplikasi