Bocil FF dan Alasan Mereka Bisa Jadi Aset Negara yang Berharga

3 months ago 2 Comments

Jika mendengar tentang gim Free Fire, apa yang pertama kali muncul di benakmu? Mungkin, salah satu yang langsung terpikir (dan membuat tertawa) adalah “bocil epep” atau “bocil FF” yang kerap dijadikan bahan lelucon dan meme.

Kenapa seperti itu? Karena gim buatan Garena tersebut kerap dimainkan oleh anak-anak usia sekolah, baik tingkat dasar maupun menengah. Dengan kata lain, dimainkan oleh bocil (bocah kecil).

Hal ini sangat wajar mengingat pemain tidak membutuhkan smartphone dengan spesifikasi gahar untuk bisa memainkan Free Fire, beda dengan gim sejenis seperti PUBG Mobile. Para bocil yang rata-rata belum bisa menghasilkan uang sendiri itu pun bisa memainkan dan merasakan keseruan gim bergenre battle royale.

BACA JUGA:

Negatifnya, kebanyakan bocil tersebut belum dewasa (karena masih kecil, tentu saja) sehingga kerap bertindak toxic dan meresahkan. Mereka dianggap hanya “bacot doang” tanpa diiringi dengan skill yang mumpuni.

Parahnya lagi, mereka terasa begitu overproud dengan Free Fire. Tidak hanya menganggapnya sebagai gim terbaik walaupun memiliki grafis yang dianggap “burik”, perusahaan induknya juga sering diagung-agungkan. Bahkan, ada beberapa “oknum” bocil FF yang menganggap anime populer Attack on Titan adalah buatan Garena!

Karena beberapa alasan inilah bocil FF semakin didiskreditkan dan hanya dijadikan bahan tertawaan semata. Mereka seolah hanya menjadi bukti kalau pemain gim Free Fire banyak yang toxic dan hanya dimainkan oleh anak kecil

Padahal, ada potensi yang membuat mereka bisa menjadi aset negara yang berharga. Dengan pengarahan yang tepat dan fasilitas yang cukup, mereka bisa mengharumkan nama bangsa di mata internasional.

Demografi Esports di Indonesia

bocil-ff-1
Internet Indonesia (via apkominfo)

Indonesia telah diakui sebagai salah satu negara dengan pasar yang paling dinamis untuk gim dan esports. Meningkatnya pengguna internet dan smartphone menjadi salah satu kunci utamanya.

Tidak hanya negara keempat dengan penduduk terbesar di dunia, negara kita juga menjadi negara keempat dengan pengguna internet terbesar. Dilansir dari Niko Partners, setidaknya ada 171 juta penduduk kita yang terhubung dengan internet dan 83 juta penduduk merupakan pengguna smartphone.

Kedua hal tersebut menjadi parameter yang penting bagi perkembangan industri esports, terutama mobile game yang cenderung lebih mudah diakses oleh banyak orang dibandingkan PC dan konsol.

Bukti lain kalau esports memiliki potensi yang begitu besar adalah besarnya dukungan pemerintah dan swasta. Ada banyak event esports yang diadakan, termasuk oleh industri non-gim seperti PT Kereta Api Indonesia (PT KAI) dan Indofood.

Data di tahun 2019 menunjukkan kalau ada tiga gim yang paling populer sekaligus menghasilkan revenue terbesar dari pasar Indonesia: Garena Free Fire, Mobile Legends: Bang Bang, dan PUBG Mobile

Bisa dibilang, ketiga gim tersebut juga menjadi gim yang paling sering dilombakan dalam berbagai ajang kompetisi esports, baik di Indonesia maupun dunia. Di ajang SEA Games 2021, ketiga gim tersebut masuk ke dalam kategori perlombaan.

Alasan Free Fire Mendominasi Pasar Indonesia

bocil-ff-2
Dominasi Free Fire (via VOI)

Jika para gamer di negara maju diberikan pertanyaan apa gim favorit mereka, mayoritas akan menjawab Fortnite, PUBG (versi PC), dan Apex Legends. Jawaban akan berbeda jika pertanyaan tersebut diajukan kepada gamer di kawasan negara berkembang seperti Amerika Latin dan Asia.

Free Fire tentu saja termasuk ke dalam gim yang paling populer. Berdasarkan data dari App Annie pada tahun 2020, gim ini menjadi Most Downloaded Game di dunia, baik untuk perangkat iOS maupun Android.

Seperti yang sudah disinggung di atas, faktor ekonomi menjadi alasan utama mengapa masyarakat di negara berkembang, termasuk Indonesia, lebih memilih Free Fire dibandingkan Fortnite ataupun PUBG. Meskipun semua gim tersebut juga bisa dimainkan di smartphone, dua judul terakhir membutuhkan spesifikasi yang tinggi.

Selain grafis yang “seadanya”, Free Fire dapat menawarkan apa yang dimiliki oleh gim battle royale lain: Permainan survival yang kompetitif, multiplayer dengan teman, pilihan senjata yang beragam, dan masih banyak lainnya.

Apalagi, Garena selaku pengembang selalu memberikan update yang membuat gim ini semakin bagus, baik dari segi performa maupun penampilan. Terbaru, mereka telah merilis versi yang lebih bagus, yakni Free Fire Max.

Popularitas Free Fire di Indonesia dan negara-negara berkembang lainnya membuatnya bukan sekadar gim untuk dimainkan oleh bocil, tetapi menjadi gim yang dikompetisikan dengan jumlah hadiah yang fantastis.

Free Fire di Kancah Esports

turnamen ff
Ajang Esports (Jakarta Globe)

Ada beberapa turnamen esports untuk game Free Fire. Untuk kawasan Asia, mungkin yang terbesar adalah Free Fire World Series. Kompetisi ini sempat ditiadakan ketika pandemi Covid-19 dan digantikan oleh Free Fire Continental Series. Untuk edisi terakhir, hadiah kompetisi Free Fire World Series bukan main-main: 2 juta USD atau setara dengan 28 miliar rupiah!

Kompetisi Free Fire lain mungkin hadiahnya tidak terlalu spektakuler seperti itu, tapi tetap tinggi. Nominalnya berkisar antara puluhan ribu hingga ratusan ribu US dollar. Tidak hanya dari segi besarnya hadiah, jumlah penonton kompetisi juga patut diperhatikan.

Di negara lain seperti Brazil misalnya, ada banyak turnamen besar yang menarik banyak minat penonton. Turnamen seperti Liga Brasileira dan Gigantes Free Fire menjadi penyumbang terbesar sehingga Free Fire bisa meraih 26 juta penonton hanya di bulan Agustus tahun 2020.

Data-data tersebut menunjukkan kalau gim yang kerap di-bully ini terbukti memiliki potensi yang besar. Artinya, para bocil FF yang kerap ditertawakan sebenarnya bisa diberdayakan untuk mengharumkan nama bangsa.

Memberdayakan Bocil FF

anak main ff
Bocil FF (via Freepik)

Sampai di sini, kita telah memahami bahwa banyak anak-anak di Indonesia telah bersentuhan dengan smartphone sejak usia dini. Ketika duduk di bangku sekolah dasar, mereka sudah bisa memainkan berbagai gim termasuk Free Fire.

Bermain gim memang kerap mendapatkan sorotan negatif dari publik, terutama jika yang bermain adalah anak-anak yang seharusnya memfokuskan diri untuk belajar di sekolah. Hanya saja, jika diarahkan dengan baik, justru hal tersebut bisa memberikan dampak positif.

Indonesia memiliki banyak tim esports yang berkualitas. Bisa saja mereka melakukan seleksi dengan langsung turun ke masyarakat untuk menemukan bakat-bakat terpendam. Sama seperti catur yang kemarin begitu heboh, pembinaan sejak usia dini menjadi begitu penting.

Edukasi ke orang tua juga menjadi penting. Mindset bahwa gim hanya membuang-buang waktu dan tidak berguna harus dibuang. Sekarang, main gim sudah bisa membuat kita menghasilkan uang, bahkan mungkin lebih tinggi dari pekerjaan mainstream lainnya.

Peran pemerintah untuk mendukung hal ini juga sangat diperlukan. Melalui Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenkraf), pemerintah sudah menyadari betapa besarnya potensi yang dimiliki oleh industri gim saat ini.

Apalagi, sekarang sudah ada Pengurus Besar Esports Indonesia (PBESI) yang memiliki tujuan untuk mengembangkan dan mempromosikan ekosistem esports di Indonesia agar semakin tumbuh dan meraih prestasi, termasuk memasukkan esports ke dalam kurikulum sekolah.

Esports Mengangkat Kemiskinan

bocil-ff-5
Free Fire dan Kemiskinan Brazil (via Reutir)

Brazil menjadi bukti kalau esports bisa mengangkat harkat hidup masyarakat. Sebagai negara yang 25% penduduknya dianggap miskin, esports menjadi salah satu jalan legal untuk membuat kehidupan menjadi lebih baik.

Banyak cerita kalau atlet esports di sana mengalami kesulitan untuk mengakses internet. Mereka harus menumpang internet tetangga jika ada kompetisi. Namun, kekurangan tersebut tidak membuat mereka terhenti.

Salah satu contoh nyatanya adalah Raffael Simão. Pemuda berusia 25 tahun ini hidup di pedesaan Sao Paulo dalam keadaan miskin. Ia harus bekerja sebagai porter dan bekerja 12 jam sehari untuk menghidupi keluarganya.

Hal ini diperparah dengan istrinya yang menderita penyakit ginjal. Raffael pun membuat posting di Twitter untuk meminta bantuan. Postingan tersebut ditanggapi oleh komunitas Fortnite dan akhirnya ia direkrut oleh tim esports Zero Gravity sebagai streamer gim Fortnite

Tim Zero Gravity mengubah kehidupan Raffael. Biaya pengobatan istrinya ditanggung, mendapatkan peralatan streaming yang memadai, serta mendapatkan gaji dengan melakukan beberapa jam streaming setiap hari.

Kisah ini menjadi bukti kalau esports bisa menjadi salah satu cara untuk mengentaskan kemiskinan. Tim esports seperti Zero Gravity mampu menemukan talenta-talenta yang selama ini tersembunyi karena keterbatasan fasilitas seperti Raffael. Seharusnya, kita pun bisa melakukan hal yang sama.

***

Dengan berpartisipasinya bocil-bocil Free Fire di kancah nasional maupun internasional, stereotype buruk mereka bisa berkurang seiring dengan berjalannya waktu. Dengan pelatihan dengan tim atau orang yang tepat, potensi mereka akan semakin terasah.

Memberdayakan potensi mereka menjadi tugas bagi siapapun yang berkecimpung di dunia esports, baik pemerintah, tim, media, dan lain sebagainya. Tentunya pengawasan juga sangat diperlukan agar para calon pemain esports tersebut tidak menjadi ketagihan bermain gim yang berbahaya.

Apakah kita sanggup untuk menghadapi tantangan ini dan memanfaatkan potensi yang ada sebaik mungkin?

 

Sumber Referensi:

https://nikopartners.com/wp-content/uploads/2020/03/Asia-Spotlight_Indonesia-March-2020.pdf
https://www.invenglobal.com/articles/10570/why-mobile-battle-royale-free-fire-is-dominating-the-gaming-world-in-asia-and-latin-america
https://www.wired.com/story/brazilian-favelas-esports/
https://escharts.com/blog/pubg-mobile-x-free-fire
https://esportsobserver.com/arena-free-fire-world-series-2021/
https://pedulicovid19.kemenparekraf.go.id/siaran-pers-kemenparekraf-optimalkan-potensi-industri-gaming-di-masa-pandemi/


Dapatkan berita gaming dan informasi menarik lainnya seputar dunia game, esports, film, anime, dan lainnya hanya di UP Station. Bagi kalian yang mau top-up game kesayangan kalian bisa langsung kunjungi UniPin! Proses cepat dan harga murah! Subscribe channel YouTube UniPin Gaming untuk nonton konten game menarik.

Follow akun sosial media kami di:

Facebook: UP Station Indonesia

YouTube: UP Station Media

Twitter: @upstationmedia

Instagram: @upstation.media

Discord: UniPin Official Community

Comment
  • ReplyFebianne DwiayuAug 31, 2021 at 17:11

    Saya juga suka main Free Fire :3

  • ReplyGilbyApr 28, 2022 at 15:20

    Mau DM 100 ff id 6101519866

Leave a Reply

Your email address will not be published.


Aplikasi UP Station
telah tersedia sekarang
Buka Artikel
Download Aplikasi