Alasan Kenapa Kamu Wajib Nonton Komi Can’t Communicate!

7 months ago 0 Comments

Komi Can’t Communicate a.k.a. Komi-san wa, Komyushō Desu memulai debut animenya di seluruh dunia melalui Netflix pada 21 Oktober lalu. Anime bergenre slice of life ini berhasil memikat hati melalui episode pertamanya!

Baca Juga:

19EA61CC-710C-4F9A-AD92-7558AD992649

Komi Can’t Communicate diadaptasi dari manga populer karangan Tomohito Oda, yang debut pada Mei 2016 dan sejauh ini telah merilis sebanyak 22 volume. Manga/anime ini menceritakan tentang kehidupan seorang siswi SMA populer bernama Shoko Komi, yang ingin memperbaiki kecemasan sosialnya dan mempunyai impian untuk memiliki 100 teman.

Berikut First Impression UP Station dan review dari episode 1 Komi Can’t Communicate:

Social anxiety murid-murid SMA merupakan topik besar anime ini

512E3A29-22A3-40B2-964D-A4EC23B8F28D

Episode 1 diawali dengan judul It’s Just, I Wish I Could Speak. Anime memperkenalkan karakter utamanya, yaitu Shoko Komi dan Hitohito Tadano. Keduanya adalah murid sekolah elit Itan Private High School, yang masing-masing menderita kecemasan sosial (Social Anxiety) yang ekstrem.

Perkenalan Hitohito Tadano selaku male protagonist

C8A908D8-7A74-4936-8285-407ABC7C4397

Karakter Tadano diperkenalkan pertama kali sebagai seseorang yang sangat self-conscious. Ia merasa bahwa dirinya hanyalah seorang murid dengan kemampuan akademik biasa saja dan yakin kalau dirinya tidak dapat bersaing di sekolah elit seperti Itan. 

Tadano sendiri terkejut bahwa dirinya bisa diterima di sekolah tersebut. Karena sifatnya yang kurang percaya diri, ia berharap untuk melewati tahun pertamanya dengan damai. Beberapa caranya adalah dengan menjadi tidak mencolok, fit-in di kelasnya, dan sebaik mungkin menyembunyikan keburukannya.

Tadano juga bertemu teman sekelasnya Komi pada hari pertamanya, tetapi Komi tidak menanggapinya sama sekali dan langsung melarikan diri. Merasa dijauhi, tingkat kecemasan Tadano pun semakin menjulang tinggi.

Perkenalan Shoko Komi selaku female protagonist

517B06DC-8B37-4AF4-9B41-903989CB3F3E

Karakter Komi diperkenalkan sebagai seseorang yang sangat pendiam dan kecantikannya dikagumi segera oleh setiap orang yang melihatnya. Komi ini sangat anggun dan tenang ketika hanya sendirian, tetapi segera kaku ketika dirinya menjadi pusat perhatian. 

Pusat perhatian bagi Komi: Menjadi lawan berbicara teman sekelas, membaca dengan keras ketika diminta guru, atau menjawab pertanyaan selama diskusi kelas. Padahal, kecemasan sosial Komi yang ekstrem ini membuatnya tidak bisa berbicara dengan orang lain, siapapun itu.

Plot utama episode 1

1FB84FAB-982D-4AE9-9BC3-2E706C0C9890

Awal kelas dimulai dengan perkenalan diri dari masing-masing murid. Tadano pun akhirnya mengenal nama tiap teman sekelasnya, sampai tiba giliran Shoko Komi. Komi memperkenalkan dirinya dengan menulis di papan tulis tanpa sepatah katapun, yang bagi teman sekelasnya anggun tetapi aneh bagi Tadano.

Kemudian datang jam pergantian kelas, di mana Tadano tertabrak oleh teman sekelasnya yang berkerumun untuk bertemu Komi yang duduk di sampingnya. Kelas pun bubar untuk mengikuti pelajaran olahraga. Saat semuanya pergi, tinggal Komi dan Tadano yang pingsan tertabrak tadi.

Ketika Tadano mulai sadarkan diri, ia mendengar suara Komi yang sedang berbicara dengan boneka kucingnya. Tadano pun tiba-tiba bangun karena mengingat adanya mata pelajaran yang harus ia ikuti. Komi terkejut oleh Tadano yang terbangun, kemudian segera melarikan diri karena malu dan takut untuk berkomunikasi.

Sampai ia dihentikan oleh Tadano yang bertanya langsung apabila Komi memiliki kesulitan untuk berbicara. Komi yang merasa akhirnya ada orang lain yang memahami dirinya pun menjawab hal itu, dengan menulisnya di papan tulis.

67249940-1FCC-4A73-8ACA-F15A17F25334

Tadano kemudian menyadari bahwa kunci untuk berbicara dengan Komi adalah melakukannya di dalam zona nyamannya, yaitu melalui komunikasi tertulis. Akhirnya Komi pun berkomunikasi dengan orang lain untuk pertama kalinya, walaupun melalui tulisan saja.

Melalui serangkaian pesan tertulis, Tadano mengetahui bahwa Komi sebenarnya ingin bisa berinteraksi dengan orang lain dan berteman, tetapi langsung takut ketika memikirkan bagaimana orang lain akan memandangnya.

Komi memiliki sejarah di mana ia disalahpahami oleh orang lain. Mereka mengira bahwa sifat pendiam karena kecemasannya itu adalah sebuah kesombongan. Komi pun semakin terisolasi dalam kehidupan sosialnya.

Oleh karena itulah Komi tidak suka menjadi pusat perhatian orang lain, yang membuatnya sangat mirip dengan Tadano. Ini memfasilitasi persahabatan antara keduanya, dengan Tadano memutuskan untuk membantu Komi mewujudkan impiannya untuk mendapat 100 pertemanan.

NIlai-nilai penting dari episode ini

99AA96C3-92D4-4C8A-AF04-4B947C72D269

Meskipun episode 1 berfokus secara eksklusif pada dua karakter utamanya, anime ini mengirimkan pesan yang sangat jelas tentang kecemasan sosial yang dihadapi banyak orang di dunia. 

Social Anxiety menghalangi mereka untuk memiliki kehidupan sosial yang normal dan juga nyaman. Kecemasan itu juga terwujud dalam bentuk yang berbeda-beda bagi tiap orang, seperti perbedaan Social Anxiety antara Tadano dan Komi di atas.

Tadano dan Komi sama-sama siswa SMA Jepang, yang sebagian besar kecemasan mereka disebabkan oleh tekanan budaya untuk berhasil secara akademis. Dalam kasus Tadano, ia sadar bagaimana dirinya diharapkan untuk bekerja keras di sekolah elit seperti Itan, sehingga meningkatkan kecemasannya.

Sementara itu, Komi  juga sadar akan tekanan untuk berhasil secara akademis, Namun, tampaknya ia lebih terbebani oleh hal lain, seperti kemampuan untuk berhubungan dengan orang lain sebagai seorang gadis yang dikagumi berkat kecantikannya.

Itu menjadi tantangan unik untuk dirinya, karena Komi diharapkan untuk menyenangkan orang lain dan mencapai popularitas hanya melalui penampilannya saja.

Sebagai seseorang yang lebih menginginkan hubungan bermakna, ia juga ingin dihargai sebagai seorang pribadi. Tidak memenuhi ekspektasi orang lain membuat Komi rentan terhadap isolasi sosial dan pem-bully-an.

Kecemasan yang berasal dari tekanan untuk berhasil dan tekanan untuk menyenangkan orang lain adalah dua jenis kecemasan sosial yang dieksplorasi dalam Komi Can’t Communicate. 

Seiring berjalannya serial anime ini, bentuk lain dari kecemasan sosial kemungkinan akan dieksplorasi melalui siswa/i lainnya yang akan menjadi pemeran pendukung bagi keduanya.

***

Nilai yang terkandung dalam Komi Can’t Communicate tentang kecemasan sosial ini sangat menarik untuk diikuti dan sangat relatable bagi banyak orang. Oleh karena itu, UP Station sangat merekomendasikan anime ini. Bukan hanya untuk berkaca diri, tetapi juga untuk memahami orang lain lebih baik.

Komi Can’t Communicate bisa kamu saksikan sekarang juga di Netflix dan episode barunya akan hadir tiap minggu. Jangan lewatkan Komi mendapat 100 teman, ya!


Bagi kalian yang mau top-up game kesayangan kalian bisa langsung kunjungi UniPin! Proses cepat dan harga murah! Subscribe channel YouTube UniPin Gaming untuk nonton konten game menarik.

Follow akun sosial media kami di:

Facebook: UP Station Indonesia

Youtube: UP Station Media

Twitter: @Upstationasia

Instagram: @upstation.asia

Yuk gabung di grup Discord kami!

Discord: UniPin Official Community

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


Aplikasi UP Station
telah tersedia sekarang
Buka Artikel
Download Aplikasi