Apa Itu Esports? Penjelasan Singkat Supaya Tidak Salah Kaprah!

6 months ago 0 Comments

Belakangan ini, dunia esports di Indonesia sedang hangat dengan berita salah satu tim esports yang dikritik karena lebih menonjolkan sisi entertainment dibandingkan sisi esports-nya sendiri. Kenapa dan apa yang menyebabkan hal itu terjadi menjadi perbincangan hangat di dunia esports.

Beberapa tokoh esports menyuarakan keresahannya, bahkan sampai memberikan saran kepada tim esports tersebut. Kebanyakan khawatir, citra esports yang sedang dibangun dengan susah payah akan hancur karena ulah sebagian oknum.

Untuk itu, kali ini UP Station akan memberikan penjelasan singkat mengenai apa itu dunia esports agar salah kaprah yang dikhawatirkan tidak sampai terjadi.

BACA JUGA:

Apa Itu Esports?

apa-itu-esports-1
Apa Arti Esports? (via Insidethegames)

Walaupun seolah baru beberapa tahun terakhir nama esports melambung, sebenarnya sejarah esports sudah cukup panjang. Pada tanggal 1972, Stanford University mengadakan turnamen gim Spacewar yang berhadiah langganan majalah Rolling Stones selama satu tahun. Bisa dibilang, ini adalah turnamen esports pertama di dunia.

Banyak definisi yang menjelaskan apa arti esports. Dalam kamus Oxford, kata ini sudah masuk dan memiliki makna:

a video game played as a competition for people to watch as entertainment (video game yang dimainkan sebagai kompetisi untuk ditonton orang sebagai hiburan)

Jadi, esports merupakan dunia video game yang kompetitif dan tentunya terorganisir seperti liga olahraga pada umumnya. Kebanyakan gim yang dilombakan merupakan multiplayer game yang membutuhkan sebuah tim dengan beberapa pemain.

Nah, pemain yang ikut berkompetisi di sebuah turnamen esports kerap disebut sebagai atlet esports. Banyak yang bertanya apakah esports termasuk olahraga, di mana jawabannya adalah iya. Aktivitas yang dilakukan oleh atlet esports tidak jauh berbeda dari atlet-atlet olahraga lainnya.

Tim atau player yang berkompetisi di turnamen esports biasanya akan ditonton dan dinikmati oleh penonton dari seluruh dunia, baik secara langsung maupun melalui berbagai layanan streaming yang tersedia seperti Twitch, YouTube, hingga Nimo TV.

Pemain dan Penonton Esports

apa-itu-esports-2
Penonton Esports (via Business of Apps)

Menurut survei yang dilakukan oleh Pew Research Center, sebanyak 95% remaja laki-laki dan 83% remaja perempuan bermain gim. Hal ini menunjukkan kalau peminat gim, terutama di generasi muda, begitu besar.

Salah satu alasan mengapa esports bisa tumbuh sedemikian cepat adalah karena rata-rata gamer menyukai kompetisi. Mereka ingin menjadi yang terbaik dengan mengalahkan lawannya secara fair, sehingga mereka pun kerap berlatih untuk meningkatkan kemampuannya.

Pemain yang memiliki bakat di atas rata-rata biasanya akan dilirik oleh tim profesional dan akan berusaha merekrutnya. Maka dari itu, transfer pemain antar tim esports sangat lumrah, hampir tidak ada bedanya dengan transfer pemain di sepak bola. 

Sama seperti sepak bola, tidak semua orang ingin berkompetisi secara profesional. Banyak orang yang lebih memilih untuk menikmati pertandingan para pro player sembari sesekali bermain santai bersama teman-teman. Berdasarkan laporan dari Newzoo, pada tahun 2018 jumlah penonton esports di seluruh dunia mencapai angka 380 juta orang. 

Gim yang Masuk Kategori Esports

apa-itu-esports-4
Mobile Legends (via Pocket Tactics)

Mengacu pada definisi di atas, artinya gim yang termasuk ke dalam gim esports tentu harus dipertandingkan secara kompetitif. Gim yang lebih mengarah ke single player seperti GTA V, Plants vs Zombies, dan Genshin Impact hampir tidak pernah dianggap sebagai gim esports.

Genre gim yang kerap dipertandingkan dalam turnamen esports adalah battle royale, multiplayer online battle arena (MOBA), first-person shooter (FPS), hingga gim simulasi olahraga yang memiliki kompetisi tingkat tinggi.

Di Indonesia sendiri, tiga gim utama yang dianggap sebagai gim terpopuler di dunia esports adalah PUBG Mobile, Mobile Legends, dan Free Fire. Ketiga gim mobile ini memiliki basis pemain yang sangat besar, sehingga tak heran jika peminat turnamen esports-nya pun sangat tinggi.

Di luar negeri, terutama di negara-negara maju, kebanyakan gim esports yang dipertandingkan itu adalah gim PC atau konsol. Contoh beberapa judul yang paling populer adalah Fortnite, League of Legends, Counter Strike, Valorant, DOTA 2, Formula 1, dan masih banyak lagi lainnya.

Contoh Pemain dan Tim Esports

apa-itu-esports-5
Xepher, Pro Player DOTA 2 (via Liquipedia)

Saat ini, Indonesia sudah memiliki banyak sekali tim esports berkualitas yang memiliki segudang prestasi. Nama-nama tim populer yang memiliki basis fan besar antara lain Bigetron Esports, EVOS Esports, ONIC Esports, Team RRQ, BOOM Esports, dan lain-lain.

Kalau di level dunia, beberapa tim esports yang bertabur prestasi dari berbagai judul gim adalah Team Liquid, OG, Evil Geniuses, Natus Vincere, Victus.pro, Team Secret, Vici Gaming, dan masih banyak lagi lainnya.

Pemain atau atlet esports Indonesia pun ada yang berhasil tembus turnamen internasional. Yang paling terkenal mungkin Kenny “Xepher” Deo yang bermain untuk tim T1 di turnamen The International 10. Penyebabnya apalagi kalau bukan karena celetukannya “Mama Aku di TI”.

Teman satu tim Xepher, Matthew “Whitemon” Filemon, juga membela tim yang sama. Muhammad “inYourdreaM” Rizky adalah atlet DOTA 2 yang sekarang tengah bermain untuk tim Nigma Galaxy SEA. Hansel “BnTeT” Ferdinand juga kerap dianggap sebagai pemain Counter Strike: Global Offensive terbaik di Asia yang kini bermain di tim EXTREMUM.

Turnamen Esports

apa-itu-esports-3
Turnamen League of Legends (via Esports Insider)

Secara umum, turnamen di dunia esports biasanya diadakan dengan berbasis wilayah atau region geografis. Setelah musim reguler, biasanya liga akan berlanjut ke playoff untuk menentukan pemenang liga. Pemenang akan mewakili regionnya untuk kompetisi yang levelnya lebih tinggi.

Sebagai contoh, ONIC Esports dan RRQ Hoshi merupakan juara dan runner-up dari kompetisi MPL ID Season 8, turnamen Mobile Legends resmi yang diadakan oleh Moonton selaku developer dari gim tersebut. Kedua tim tersebut mewakili region Indonesia di ajang yang lebih tinggi, yakni M3 yang akan diadakan bulan Desember ini.

Turnamen yang skalanya lebih besar seperti League of Legends dan Valorant memiliki mekanisme turnamen yang lebih rumit lagi. Contohnya, Valorant menggunakan sistem sirkuit di mana setiap wilayah menjalankan turnamen sepanjang tahun untuk mendapatkan tim teratas yang akan bersaing di turnamen puncak Valorant Champions.

Beberapa nama turnamen esports terbesar di dunia antara lain The International (DOTA 2), Fortnite World Cup (Fortnite), PGI.S (Playerunknown’s Battlegrounds/PUBG), LoL World Championship (League of Legends), Overwatch League (Overwatch), dan masih banyak lainnya,

Perputaran Uang di Industri Esports

apa-itu-esports-6
Banyak Uang Berputar di Industri Esports (via The Esports Observer)

Ketika ada sebuah industri yang berhasil menarik minat banyak orang, bisa dipastikan kalau perputaran uangnya akan sangat dinamis dengan jumlah yang fantastis. Apalagi di tahun 2021 ini di mana esports semakin populer, pasarnya semakin menguntungkan.

Turnamen esports pun kerap diadakan dengan jumlah hadiah yang sangat fantastis. Sebagai contoh, The International 2021 yang melombakan DOTA 2 memiliki total prize pool lebih dari 40 juta dolar! Itu setara dengan Rp576 miliar.

Hadiah tersebut tentu akan dinikmati oleh pemain dari tim yang berpartisipasi. Tidak hanya untuk atlet yang ikut terjun berkompetisi dan memenangkan turnamen, ada banyak pihak yang juga mendapatkan keuntungan dari esports. Salah satunya adalah produsen gim. 

Ketika gimnya populer berkat turnamen yang diadakan, pemain baru pun akan semakin tertarik untuk coba bermain. Dengan pemain yang semakin banyak, kemungkinan mereka meraup pundi-pundi uang dari aktivitas pemain di dalam gim pun membesar.

Tim dan penyelenggara turnamen juga jelas mendapatkan keuntungan. Penjualan tiket yang kerap ludes jelas memberikan keuntungan yang tidak sedikit. Bahkan ketika banyak industri tumbang akibat pandemi, esports justru malah semakin bersinar.

Peluang Karir di Dunia Esports

apa-itu-esports-7
Caster Esports (via TechRadar)

Jangan berpikiran kalau berkarir di dunia esports artinya kita harus menjadi seorang atlet esports. Ada banyak pilihan karir di industri yang bisa kamu coba sesuai dengan bakat dan minatmu.

Misalnya, kamu yang jago menjadi seorang MC mungkin akan cocok untuk menjadi seorang shoutcaster. Pengetahuanmu tentang gim dan dunia esports jelas dibutuhkan untuk bisa berkarir di jabatan ini.

Suka menulis? Kamu mungkin bisa menjadi wartawan atau content writer di bidang esports. Suka mengorganisir acara? Kamu mungkin bisa menjadi semacam event organizer yang mengelola turnamen-turnamen esports. Suka bikin konten? Jadi streamer maupun YouTuber juga patut dicoba.

Pemain profesional yang sudah pensiun biasanya akan beralih profesi menjadi pelatih ataupun analis. Bahkan, sekarang ada banyak mantan pro player yang memutuskan untuk membuat tim esports-nya sendiri.

Lantas, apa saja cara untuk menjadi atlet esports jika itu yang diinginkan? Yang jelas kamu harus melatih skill-mu secara intens, sehingga ketika ada tim esports yang membuka lowongan, kamu sudah siap untuk membuktikan kemampuanmu.

Apalagi, ada wacana dari Pengurus Besar Esports Indonesia (PBESI) untuk memasukkan esports ke dalam kurikulum. Selain itu, kampus-kampus besar di Indonesia juga mulai memiliki tim esports-nya sendiri, sehingga jalan untuk menjadi atlet esports menjadi lebih mudah dijangkau.

Penutup

Itulah tadi serba-serbi tentang dunia esports yang perlu kamu ketahui agar tidak salah kaprah tentang industri yang tengah naik daun ini. Dengan pengarahan yang tepat, orang biasa pun bisa sukses menjadi atlet esports yang berprestasi dan dapat mengharumkan nama bangsa.

Perkembangan esports di Indonesia sendiri bisa dibilang sangat maju, terutama jika mengengok beberapa tahun terakhir. Semakin banyak tim esports dan pro player yang mewarnai scene kompetitif dan berjuang untuk meraih prestasi yang membanggakan.

Dari panjangnya pemaparan di atas, bisa disimpulkan kalau dunia esports berfokus pada kompetisi gim yang dilakukan secara profesional. Esports bukan sebuah industri di mana pelakunya hanya bisa menjual tampilan fisik tanpa ada esensi di dalamnya.

Kalau kamu ingin tahu lebih banyak tentang apa itu esports atau tidak mau ketinggalan berita ter-update tentang esports, ikuti terus berita-berita yang ada di UP Station dan jangan lupa untuk follow akun Instagram resminya!


Bagi kalian yang mau top-up game kesayangan kalian bisa langsung kunjungi UniPin! Proses cepat dan harga murah! Subscribe channel YouTube UniPin Gaming untuk nonton konten game menarik.

Follow akun sosial media kami di:
Facebook: UP Station Indonesia
YouTube: UP Station Media
Twitter: @Upstationasia
Instagram: @upstation.asia

Yuk gabung di grup Discord kami!
Discord: UniPin Official Community

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


Aplikasi UP Station
telah tersedia sekarang
Buka Artikel
Download Aplikasi