Apa Pendapat Ulama Soal Mengunjungi Ka’Bah di Metaverse?

8 months ago 0 Comments

Perkembangan teknologi semakin menuju tingkat yang tak terbayangkan. Beberapa waktu lalu, konsep metaverse menjadi hot topic dan diperbincangkan banyak orang. Terbaru, kita bisa mengunjungi Ka’bah di Mekkah melalui metaverse!

BACA JUGA:

Perdebatan mengenai validitas haji melalui metaverse ini muncul setelah Arab Saudi meluncurkan “Hajar Al-Aswad Virtual” pada tanggal 14 Desember 2021 lalu. 

Proyek ini diprakarsai oleh Badan Urusan Pameran dan Museum Arab Saudi yang bekerja sama dengan Universitas Umm al Qura. Ini memungkinkan umat Islam dari seluruh dunia untuk melihat Hajr Aswad yang berada di dekat Ka’bah secara virtual.

Disinyalir bahwa adanya pandemi Covid-19 yang melarang dan membatasi jemaah haji datang ke Mekkah menjadi alasan pemerintah Arab Saudi untuk mencari cara baru. Salah satunya dengan memanfaatkan teknologi metaverse ini.

Kontroversi dimulai ketika ada yang menganggap kalau kunjungan di dunia maya ini bisa menjadi pengganti ibadah haji dan umrah. Padahal, aktivitas tersebut seharusnya dilakukan secara langsung di tempat tersebut.

Hal ini tentu menjadi perdebatan di tengah masyarakat. Direktorat Urusan Agama Turki (Diyanet) langsung memberikan sikap bahwa ziarah ke Mekkah melalui metaverse tidak akan dianggap sebagai ibadah haji yang nyata.

“[Haji di metaverse] ini tidak dapat terjadi. Orang-orang beriman dapat mengunjungi Ka’bah di metaverse, tetapi itu tidak akan pernah dianggap sebagai ibadah yang nyata,” ucap Remzi Bircan, direktur Departemen Layanan Haji dan Umrah Diyanet pada 1 Februari kemarin.

Keputusan tersebut keluar setelah diadakannya musyawarah antara ulama, yang menyimpulkan bahwa kunjungan virtual reality ke Mekkah diperbolehkan. Hanya saja, kunjungan tersebut tidak akan dianggap melakukan haji sebagai salah satu Rukun Islam.

Dilansir dari Kompas, Ustaz Alhafiz Kurniawan dari Lembaga Bahtsul Masail PBNU juga memberikan komentarnya terhadap fenomena ini. Dosen Agama Islam di Universitas Indonesia ini menyebutkan kalau kunjungan virtual boleh dilakukan sembari menunggu ibadah haji yang sesungguhnya.

“Tidak sah haji atau umrah dilakukan secara virtual. Tapi boleh dilakukan untuk li hurmati waqtil hajj sambil nunggu waktu pemberangkatan secara luring,” papar Alhafiz melalui KOMPAS TV pada Selasa (8/2/2022).


Dapatkan berita gaming dan informasi menarik lainnya seputar dunia game, esports, film, anime, dan lainnya hanya di UP Station.  Bagi kalian yang mau top-up game kesayangan kalian bisa langsung kunjungi UniPin! Proses cepat dan harga murah! Subscribe channel YouTube UniPin Gaming untuk nonton konten game menarik.

Follow akun sosial media kami di:

Facebook: UP Station Indonesia

YouTube: UP Station Media

Twitter: @Upstationasia

Instagram: @upstation.media

Discord: UniPin Official Community

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


Aplikasi UP Station
telah tersedia sekarang
Buka Artikel
Download Aplikasi