Apple, Meta, dan Discord Berikan Data Pengguna karena Ditipu Hacker!

3 months ago 0 Comments

Ikuti jejak Discord, Apple dan Meta dilaporkan telah menyerahkan data pelanggan kepada hacker yang menyamar sebagai petugas penegak hukum secara cuma-cuma!

BACA JUGA: 

Menurut laporan Bloomberg, insiden tersebut terjadi pada pertengahan 2021 dan mengakibatkan Apple dan Meta memberikan alamat IP pelanggan, nomor telepon, serta alamat rumah kepada peretas yang menyamar tersebut.

Bloomberg mengatakan bahwa tiga orang yang mengetahui situasi tersebut telah melaporkan bahwa peretas mengajukan “permintaan data darurat“, yang biasanya terjadi selama penyelidikan kriminal ketika penegak hukum menginginkan informasi tentang akun tertentu.

Apa yang dilakukan oleh Apple dan Meta rupanya juga pernah dialami oleh Discord. Aplikasi obrolan tersebut diketahui telah menyerahkan data penggunanya kepada seorang hacker berusia 18 tahun.

Dengan alasan yang sama, hal ini menunjukkan bahwa peretasan dengan dalih permintaan data darurat palsu semakin umum terjadi. Hacker ini meretas email departemen kepolisian untuk memproses permintaan data darurat palsu.

“Taktik ini menimbulkan ancaman signifikan di seluruh industri teknologi. Kami terus berinvestasi dalam kemampuan Trust & Safety kami untuk mengatasi masalah yang muncul seperti ini,” ujar juru bicara Discord.

Apple, Meta, dan Discord Siap Bawa Hacker ke Ranah Hukum

Tak ingin tinggal diam, Apple, Meta, dan Discord bersiap untuk melawan Hacker yang berhasil menipu mereka di ranah hukum setempat.

Salah satunya adalah Meta yang telah meninjau setiap permintaan data untuk kecukupan hukum, serta menggunakan sistem dan proses canggih untuk memvalidasi permintaan penegakan hukum dan mendeteksi penyalahgunaan.

“Kami memblokir akun yang diketahui disusupi untuk membuat permintaan dan bekerja dengan penegak hukum untuk menanggapi insiden yang melibatkan dugaan permintaan penipuan, seperti yang telah kami lakukan dalam kasus ini,” ujar juru bicara Meta kepada Bloomberg.

Investigasi terhadap masalah ini telah mengungkapkan bahwa hacker yang berada di balik pelanggaran data ini adalah anak di bawah umur yang berasal dari Inggris dan Amerika Serikat yang memiliki hubungan dengan kelompok dunia maya yang dikenal sebagai “Recursion Team“.

Meski Recursion Team tak aktif lagi, intelijen meyakini bahwa kini anggotanya telah berafiliasi langsung dengan kelompok peretas Lapsus$, yang baru-baru ini meretas Nvidia, Microsoft, Samsung, Globant, dan masih banyak lagi.

Informasi yang dicuri dari Apple, Meta, dan Discord ini akan digunakan oleh para hacker untuk melakukan kampanye pelecehan dan penipuan keuangan.

Hingga berita ini diturunkan, penegak hukum London mengumumkan bahwa tujuh orang telah ditangkap sehubungan dengan kelompok peretasan tersebut.


Dapatkan berita gaming dan informasi menarik lainnya seputar dunia game, esports, film, anime, dan lainnya hanya di UP Station.

Bagi kalian yang mau top-up game kesayangan kalian bisa langsung kunjungi UniPin! Proses cepat dan harga murah!

Pastikan untuk mengikuti perkembangan terbaru dan berita gaming lainnya di akun sosial media kami:
FacebookUP Station Indonesia
YouTubeUpstation Media
Twitter: @Upstationmedia
Instagram@upstation.media

Yuk gabung di grup Discord kami!
Discord: UniPin Official Community

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


Aplikasi UP Station
telah tersedia sekarang
Buka Artikel
Download Aplikasi