Black Widow Jadi Film Paling Laris Dibajak, Kok Bisa?

2 months ago 0 Comments 167 views

Black Widow tentunya merupakan salah satu film yang telah banyak dinantikan oleh para fansnya. Gagal rilis tahun lalu karena pandemi virus Covid-19, film ini pun akhirnya rilis pada 9 Juli 2021 kemarin dan telah bisa dinikmati oleh para fans di seluruh dunia.

Baca juga:

Sayangnya, beberapa kota di Indonesia belum bisa menikmati film ini karena layanan bioskop sedang ditutup akibat lonjakan Covid-19 yang cukup tinggi. Ditambah lagi, Disney+ Hotstar Indonesia juga belum menayangkan film satu ini.

Hal ini tentunya membuat penonton Indonesia jadi harus lebih bersabar lagi, entah itu harus menunggu bioskop dibuka lagi atau hingga tersedia di Disney+ Hotstar. Hanya saja, cukup banyak penonton yang tidak sabar sehingga memilih menonton Black Widow versi bajakan.

blaw1

Hal ini terbukti setelah Deadlinemengungkapkan bahwa Black Widow menjadi film yang paling laris dibajak selama pandemi, menggusur posisi Wonder Woman 1984 yang rilis akhir tahun lalu. Rilis film ini di Disney+ versi premium di luar negeri menjadi salah satu alasan mengapa film ini mudah untuk dibajak.

Tayangkan Black Widow, Asosiasi Teater Salahkan Disney+

Selain menjadi film yang paling banyak dibajak di dunia maya, Black Widow juga menuai kontroversi karena tayang di Disney+ versi premium berbarengan dengan tanggal rilisnya di bioskop.

Karena hal tersebut, pendapatan film ini selama 12-18 Juli 2021 kalah telak dengan penayangan tiga hari pertama dari film Space Jam: A New Legacy (2021). Asosiasi Pemilik Teater Nasional (NATO) pun “menyalahkan” pihak Disney+ karena runtuhnya box office dari film Black Widow.

NATO mengkritik keputusan Disney+ tersebut karena menyebabkan banyak penonton “malas” menonton di bioskop. Padahal, film ini diharapkan bisa mendongkrak pendapatan bioskop seperti film box office lainnya.

NATO tampaknya menyukai film yang dibintangi Scarlett Johansson ini. Namun, mereka mengatakan bahwa film yang dianggarkan 200 juta dolar tersebut memiliki kinerja buruk di box office karena tayang di Disney+.

Padahal, NATO memperkirakan film ini bisa mendapatkan 92 hingga 100 juta dollar lebih jika tidak dirilis berbarengan di platform streaming digital tersebut.


Bagi kalian yang mau top-up game kesayangan kalian bisa langsung kunjungi UniPin! Proses cepat dan harga murah! Subscribe channel YouTube UniPin Gaming untuk nonton konten game menarik.

Follow akun sosial media kami di:
Facebook: UP Station Indonesia
Twitter: @Upstationasia
Instagram: @upstation.asia

Yuk gabung di grup Discord kami!
Discord: UniPin Official Community

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Aplikasi UP Station
telah tersedia sekarang
Buka Artikel
Download Aplikasi