Dapatkan Medali Emas di PON XX Papua, Fikri Akan Serius Jadi Pro Player Free Fire

1 year ago 0 Comments

Esports pertama kali masuk ke dalam Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua 2021, di mana cabang olahraga tersebut dipertandingkan sebagai salah satu cabang olahraga ekshibisi. 

Ajang tersebut resmi berakhir pada Minggu (26/9/2021) lalu dan ditutup secara resmi oleh Dewan Pembina Pengurus Besar Esports Indonesia (PB ESI) Bambang Soesatyo dan Ketua KONI Pusat, Marciano Norman.

BACA JUGA:

Salah satu atlet yang ikut dalam ajang tersebut untuk cabang olahraga Free Fire ialah kapten tim yang mewakili Provinsi Sulawesi Tenggara, Muhammad Fikri Alief Pratama. Sulawesi Tenggara sendiri berhasil keluar sebagai peraih medali emas untuk cabor Free Fire tersebut. Tim Sulawesi Tenggara sendiri beranggotakan Sapri Danmas Budiana (kapten), Muhammad Fikri Alief Pratama, Rafli Aidil Fitrah, dan Muhamad Tauhid. 

Fikri mengaku senang dan bangga ikut mewakili daerahnya dalam menjadi bagian dari ajang ekshibisi esports pertama pada PON XX Papua. Rencananya Fikri akan serius membidangi esport dan menjadi pro player Free Fire. Berikut fakta tentang Fikri atas pencapaiannya mendapatkan mendali emas bersama dengan timnya.

1. Sering Ikut Tourney Offline 

maxresdefault

Fikri mengaku sering mengikuti tourney offline di daerahnya sebelum mengikuti ajang PON XX Papua. Menurut Fikri, hal tersebut diperlukan guna meningkatkan chemistry antar sesama pemain.  

 “Persiapan kami adalah latihan untuk terus menyatukan chemistry. Hampir setiap hari kami latihan, intinya tiada hari tanpa latihan. Kebetulan untuk chemistry di tim aku juga sudah ada satu orang yang main lama sama aku, kami juga sering ikut tourney offline. Jadi tinggal membangun chemistry dengan dua pemain lainya,” ujarnya kepada UP Station.

2. Pengurus ESI Sultra Upayakan Bonus Dari Pemda

ali-mazi-ok

Selanjutnya, Fikri mengatakan sudah diberitahukan oleh pengurus ESI Sultra agar pemerintah daerah (pemda) memberikan bonus, karena telah mengharumkan nama Provinsi Sulawesi Tenggara dalam ajang PON XX Papua. Sayangnya, Fikri berkata pemda setempat tidak menjelaskan secara khusus dalam bentuk apa bonus tersebut akan diberikan. 

“Pemerintah setempat apresiasi dijanjikan bonus, namun kami belum mengetahui bonusnya itu seperti apa, tapi sudah dijanjikan pasti ada,” terangnya.

3. Tidak Mendapatkan Dukungan dari Orang Tua 

IMG-20210926-WA0015-1

Perjalanan Fikri dalam bermain gim tidak mudah, sebelumnya ia tidak mendapatkan dukungan dari orang tuanya karena menurut ibunya bermain gim hanya membuang waktu dan tidak ada manfaatnya. Seiring berjalannya waktu, orang tua Fikri sadar bahwa anaknya memiliki bakat dalam bermain gim sehingga memberikan dukungan penuh untuknya. 

“Orang tuaku sama seperti orang tua pada umumnya. Tidak setuju tentang game, orang tuaku mengatakan main game itu buang-buang waktu, rutinitas yang tidak jelas, mengganggu aktivitas jadi orang tua tidak support di awal-awal. Seiring berjalannya waktu dan akibat sering ikut turnamen offline, aku sering mendapat hadiah. Sebagian uangnya aku kasih orang tua, nah akhirnya dari situ muncul dukungan sedikit demi sedikit dari orang tua saya,” paparnya.

4. Pernah Diajak Bergabung ke Tim Esports 

Review_FF_Max_APK_Rampage__OBB_Download_1

Usai mendapatkan mendali emas, Fikri menjelaskan banyak tawaran tim esports yang datang melalui pesan singkat kepada dirinya. Kendati demikian, Fikri tidak bisa menjelaskan tim mana saja yang mengajaknya untuk bergabung. 

“Kebetulan untuk tawaran tim esports sudah ada. Mereka melihat permainan aku pada saat di PON kemarin, jadi ada beberapa tim yang chat aku untuk bergabung. aku sangat bersyukur sekali dengan ajakan tersebut. Aku berencana untuk serius terjun didunia esports. Sayangny,a aku tidak bisa memberitahukan siapa saja tim yang mengajak aku untuk bergabung. Namun untuk inisial tim yang mengajak bergabung, salah satunya diawali dengan huruf ‘D’,” jelas Fikri.

5. Mengidolakan Tim Evos

EVOS-Logo

Fikri sendiri sangat mengidolakan Evos Esport bahkan dia mengaku bahwa ia memiliki impian untuk bergabung dengan tim tersebut. Tidak hanya itu, Fikri juga mengidolakan berbagai pemain Evos dari dalam dan luar negeri. 

“Aku ingin main untuk Evos, dan pemain idolaku juga dari Evos yaitu EVOS SAM13. Gameplay-nya bagus, dia juga merupakan seorang kapten tim, sehingga aku sangat mengidolakan sekali. Kalau untuk pemain luar negeri aku juga mengidolakan dari tim Evos juga yaitu EVOS TheCruz dari negara Thailand,” pungkasnya. 

6. Mengambil Kuliah Jurusan Matematika

648fd0d1d26b5efdc8c40dc9e9a54d49

Senang bermain gim tidak membuat Fikri lupa untuk menempuh pendidikannya. Walau sempat cuti kuliah dua semester karena tidak membagi waktu antara bermain gim dan tugas kuliah, Fikri tidak menjadi terlena. Fikri berjanji akan kembali kuliah pada semester mendatang dan belajar membagi waktu.  

“Aku jurusan Matematika, kemarin sebenarnya aku sedang kuliah. Namun karena bermain game, aku memutuskan untuk cuti. Aku memutuskan untuk cuti selama dua semester karena tidak bisa membagi waktu akibat banyak sekali turnamen offline. Selain itu, tugas dan laporan di jurusan aku itu banyak banget. Rencananya semester depan sekitar tiga bulan atau empat bulan lagi dari bulan Oktober ini aku akan mulai aktif kuliah lagi. Aku udah ada gambaran untuk bisa mengatur waktu antara kuliah dan main game. Pokoknya untuk turnamen offline di luar daerah Kendari aku tidak akan ikut,” paparnya. 

7. Takjub Dengan Keindahan Alam Papua

h2BlTjGY7X

Fikri juga mengaku takjub dengan keindahan alam Papua. Menurut Fikri, Papua di luar ekspektasinya dan dia bahkan mengatakan bahwa Papua lebih indah daripada daerah asalnya. “Aku pertama kali menginjakkan kaki di tanah Papua. Pokoknya Papua diluar ekspektasi aku. Kalau dibandingin Kendari dan Papua lebih indah Papua sih, gak nyangka bahwa ada kota sebagus itu di Papua sana dan nama kotanya pun tidak begitu akrab di telingaku. Papua keren banget, aku takjub saat pertama kali tiba di sana,” tuturnya. 

Tidak lupa, Fikri juga mengapresiasi pelayanan untuk para atlet pada ekhisibisi esport PON XX Papua lalu. Fikri juga menilai protokol kesehatan yang diselenggarakan dalam kegiatan tersebut sangat ketat. 

“Untuk pelayanannya kepada atlet cukup baik. Makanan kita sangat dijaga dan juga terjamin, hingga tiga kali sehari, juga tidak boleh jalan kaki. Walaupun dekat, tetap harus menggunakan bus yang telah disediakan, jadi sangat bagus sekali. Kemudian juga protokol kesehatannya sangat ketat,” tutupnya.

Terakhir, Fikri juga berpesan, “Terima kasih untuk orang tuaku telah mendukung aku, kemudian juga untuk masyarakat Sulawesi Tenggara terima kasih atas doa dan dukungan yang telah diberikan. Tidak lupa juga ucapan terima kasih untuk Ketua Umum Pengurus Daerah eSport Indonesia Sultra, Brigadir Jenderal (Brigjen) TNI Raden Toto Oktaviana dan Ketua Harian E-Sport Sultra.”

Itu tadi wawancara dari UP Station dengan juara Free Fire asal Sulawesi Tenggara, Muhammad Fikri Alief Pratama. Bagaimana denganmu? Siap meraih mimpimu di bidang esports seperti Fikri?


Bagi kalian yang mau top-up game kesayangan kalian bisa langsung kunjungi UniPin! Proses cepat dan harga murah! Subscribe channel YouTube UniPin Gaming untuk nonton konten game menarik.

Follow akun sosial media kami di:
Facebook: UP Station Indonesia
Twitter: @Upstationasia
Instagram: @upstation.asia

Yuk gabung di grup Discord kami!
Discord: UniPin Official Community

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


Aplikasi UP Station
telah tersedia sekarang
Buka Artikel
Download Aplikasi