Kalah Telak, Ini Hasil Pertandingan antara Dewa Kipas Melawan Irene Sukandar!

1 month ago 0 Comments 422 views

Kamu tahu konflik antara Dewa Kipas dan Gotham Chess? Pasti tahu karena hampir semua media membahasnya. Buat yang belum tahu, awal mula konflik terjadi ketika mereka berdua bertanding catur melalui aplikasi chess.com.

Dewa Kipas bisa menang dengan tingkat akurasi tinggi sehingga membuat Gotham Chess merasa curiga kalau lawannya curang. Akhirnya, akun Dewa Kipas di-banned karena statistiknya membuktikkan kalau telah terjadi tindak kecurangan.

Baca juga:

Persatuan Catur Indonesia (Percasi) dan juga Grand Master (GM) Irene Sukandar angkat bicara tentang hal tersebut. Mereka sepakat dengan chess.com jika akun Dewa Kipas telah berbuat curang karena persentase akurasinya melebihi seorang GM Internasional.

Di tengah-tengah keributan ini, Deddy Corbuzier pun mengundang Dewa Kipas dan Irene ke podcast-nya di waktu yang terpisah untuk klarifikasi. Singkat cerita, pada akhirnya pemilik akun Dewa Kipas, Dadang Subur, akan bertanding catur secara offline melawan GM Irene di podcast Deddy Corbuzier.

Pertandingan berlangsung Senin (22/3) kemarin dan disiarkan secara live mulai pukul 15:00 WIB. Melalui hasil voting yang dilakukan oleh Deddy Corbuzer satu hari sebelum pertandingan, Pak Dadang diunggulkan oleh netizen untuk memenangkan pertandingan persahabatan tersebut.

Hanya saja, hasil akhir menunjukkan kalau Irene Sukandar menang telak 3-0 atas Pak Dadang.

Disaksikan oleh satu juta penonton secara live, pertandingan dilakukan dalam mode 10 menit dan empat babak. Pada pertandingan pertama, Irene Sukandar memegang pion putih dan Dadang Subur memegang pion hitam.

Pak Dadang sempat melakukan blunder ketika pion gajahnya secara gratis dimakan oleh Irene. Setelah itu, permainan menjadi tidak lagi seimbang. Irene terus menekan dengan melakukan pertukaran perwira. Akhirnya Dadang Subur akhinya mengakui keunggulan Irene Sukandar, sehingga skor menjadi 1-0.

Pada pertandingan kedua, Pak Dadang memegang bidak putih yang menandakan posisi attack berada di tangannya. Sebaliknya, Irene menjadi  karena memegang bidak hitam.

Ternyata hasilnya tidak jauh beda dari match pertama karena Irene berhasil mengantisipasi pergerakan atau strategi yang dilakukan oleh Pak Dadang dan membuat skor menjadi 2-0.

Di pertandingan ketiga, secara mental seharusnya Irene sudah berada di atas angin. Walaupun begitu, dia menunjukkan kelasnya sebagai salah satu Grand Master Catur Indonesia dan tetap bermain secara sempurna sehingga sulit diimbangi oleh Pak Dadang.

Akhirnya skor 3-0 pun diraih untuk kemenangan untuk Irene. Setelah kalah tiga kali, Pak Dadang memutuskan untuk tidak melanjutkan pertandingan keempat dan mengakui kehebatan Irene sebagai Grand Master Indonesia.

Deddy selaku promotor acara ini menepati janjinya dengan memberikan hadiah uang kepada mereka berdua, di mana Irene sebagai pemenang mendapatkan 200 juta rupiah dan Pak Dadang berhasil mengantongi 100 juta rupiah.

Kalau menurutmu, gimana pendapatmu tentang pertandingan tersebut? Setelah melihat permainan Pak Dadang secara langsung, apakah menurutmu ia melakukan kecurangan di aplikasi chess.com? Tulis pendapatmu di kolom komentar, ya!


Bagi kalian yang mau top-up game kesayangan kalian bisa langsung kunjungi UniPin! Proses cepat dan harga murah! Subscribe channel YouTube UniPin Gaming untuk nonton konten game menarik.

Follow akun sosial media kami di:
Facebook: UP Station Indonesia
Twitter: @Upstationasia
Instagram: @upstation.asia

Yuk gabung di grup Discord kami!
Discord: UniPin Official Community

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Aplikasi UP Station
telah tersedia sekarang
Buka Artikel
Download Aplikasi