Riot Games Bayar 100 Juta USD karena Kasus Diskriminasi Gender

6 months ago 0 Comments

Riot Games yang dikenal sebagai salah satu developer game populer seperti League of Legends dan Valorant, baru-baru ini mengatakan bahwa mereka telah setuju membayar 100 juta USD atau sekitar Rp1 triliun untuk menyelesaikan tuntutan diskriminasi gender dengan lebih dari 2.000 karyawan.

Tuntutan ini menjadi 10 kali lipat dari yang semula disetujui perusahaan untuk dibayar. Awalnya gugatan class action yang diajukan pada tahun 2018 oleh mantan karyawan Riot, Melanie McCracken dan Jes Negron, telah berada di jalur penyelesaian dengan 10 juta USD.

Baca juga: 

Namun pada awal tahun 2020, para wanita yang menggugat Riot mengganti pengacara utama yang baru, Genie Harrison, dengan memutuskan bahwa jumlah tersebut tidak cukup.

“Saya sangat senang bahwa kami dapat memberikan apa yang saya pikir adalah penyelesaian yang adil,” kata Harrison dalam sebuah wawancara, menambahkan bahwa dia “terhormat dan bangga” telah mewakili para wanita.

Mayoritas penyelesaian 80 juta USD akan diberikan kepada wanita yang saat ini atau sebelumnya bekerja untuk Riot sejak November 2014. Setidaknya, 2.365 karyawan memenuhi syarat untuk menerima bagian dari penyelesaian, termasuk pekerja kontrak. Sisa dari penyelesaian sebesar 20 juta USD, akan dibayarkan sebagai biaya pengacara dan biaya lain-lain.

Riot Games Bayar 100 Juta USD Karena Kasus Diskriminasi Gender

“Dalam perjuangan untuk kesetaraan, mengumumkan kebenaran adalah singularitas yang mengubah segalanya,” ungkap mantan karyawan Riot, Gabriela Downie.

“Dibutuhkan keberanian untuk maju dengan pesan keras tentang penindasan dan rasa sakit, tetapi orang yang tepat mendengarnya dan akan membantu. Saya berterima kasih kepada wanita Riot lainnya yang berdiri di samping saya dan kepada semua Rioters yang mendukung upaya kami untuk mencapai upah yang sama dan perlakuan yang adil bagi wanita,” tambahnya.

Penyelesaian yang diusulkan tersebut juga dipuji sebagai kemenangan bagi para perempuan di Riot. “Saya berharap kasus ini menjadi contoh bagi studio lain dan inspirasi bagi perempuan di industri pada umumnya,” kata salah satu penggugat, Jes Negron, dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan melalui pengacara. “Wanita dalam game tidak harus menderita ketidakadilan dan pelecehan dalam diam.”

Bersamaan dengan pembayaran 100 juta USD, Riot menyetujui “perubahan sistemik substansial,” yang mencakup “analisis kesetaraan gender,” yang dilakukan oleh pakar independen, tentang gaji, promosi, dan penugasan selama tiga tahun.

Riot juga setuju untuk membuat dana 6 juta USD untuk masing-masing dari tiga tahun tersebut, dengan total 18 juta USD, untuk mendanai inisiatif keragaman dan untuk menyesuaikan pembayaran ekuitas.

“Saya sangat senang kami mencapai langkah pertama menuju keadilan bagi para wanita Riot Games,” tutup Negron.

Hingga kini, persetujuan akhir dari penyelesaian diskriminasi gender Riot Games ini masih menunggu pihak pengadilan, dengan sidang yang diharapkan dalam beberapa bulan mendatang.


Bagi kalian yang mau top-up game kesayangan kalian bisa langsung kunjungi UniPin! Proses cepat dan harga murah! Subscribe channel YouTube UniPin Gaming untuk nonton konten game menarik.

Follow akun sosial media kami di:
Facebook: UP Station Indonesia
YouTube: Upstation Media
Twitter: @Upstationasia
Instagram: @upstation.media

Yuk gabung di grup Discord kami!
Discord: UniPin Official Community

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


Aplikasi UP Station
telah tersedia sekarang
Buka Artikel
Download Aplikasi