Emansipasi Gender untuk Kemajuan Industri Esports Global

3 months ago 0 Comments

Esports saat ini sudah menjadi olahraga yang bisa dimainkan oleh siapapun secara umum, tak lagi memandang gender karena baik laki-laki maupun perempuan bisa bersaing secara profesional dalam game apapun yang sedang dipertandingkan. Sayangnya, emansipasi gender dalam industri esports ini masi butuh peningkatan.

BACA JUGA: 

Kebanyakan dari tim esports profesional masih didominasi oleh player laki-laki. Namun, sudah ada beberapa tim yang mulai berani memasukkan player ladies ke dalam roster, contohnya adalah Vior yang baru-baru ini masuk ke dalam roster utama ONIC Esports untuk divisi Mobile Legends: Bang Bang.

Jika ditarik mundur ke belakang, sempat muncul nama Listy di EVOS Esports dan Earl di BOOM Esports yang juga berhasil menembus skuad utama di game yang sama. Meski kita harus menerima kenyataan bahwa keberadaan mereka bertiga masih menjadi pelengkap tim dan tidak memainkan satupun game, setidaknya kesempatan ini bisa menjadi momentum kesetaraan gender di dunia esports.

vior di onic esports
ONIC Esports di MPL ID S9

Fenomena ini tak hanya terjadi di Indonesia, melainkan juga mulai merembet ke pro scene Asia Tenggara hingga seluruh dunia. Di wilayah lain, pemain wanita di tim pria tak hanya menjadi pelengkap saja tetapi bahkan menjadi pemain yang bisa diandalkan dan meraih gelar MVP.

Contohnya adalah kemunculan pemain pro wanita bernama Lycoris di tim Surreal Esports pada scene Arena of Valor Turki dan Bones, pemain Mobile Legends wanita di kompetisi MPL MENA.

Semua itu menunjukkan bahwa kesetaraan gender dalam dunia esports semakin maju di mana pemain wanita mulai bisa tampil bersama pemain pria dalam satu tim di kompetisi tertinggi.

Melihat tren masuknya player ladies ke tim utama di esports, muncul pertanyaan baru yang terlintas di benak para penikmat esports: Apakah turnamen ladies masih perlu diadakan?

Turnamen Ladies untuk Mengorbitkan Bibit Potensial Player Ladies

Perlu diakui bahwa untuk mencari player ladies yang benar-benar mampu bersaing di pro scene Esports cukup suli, berbeda jauh dengan player laki-laki yang memiliki wadah tersendiri untuk para rising star yang berpotensi menjadi pro player handal di masa depan.

Sebut saja Mobile Legends Development League (MDL) untuk MLBB, PMIL untuk PUBG Mobile, dan FFML (Free Fire) yang memiliki Divisi 2 untuk tim-tim yang sedang berkembang. Beberapa penyelenggara turnamen pun juga rata-rata menghadirkan turnamen untuk pro scene laki-laki, cukup jarang untuk wanita.

Oleh karena itu, turnamen ladies masih butuh diadakan untuk menanggulangi masalah pencarian bakat baru pro player ladies. Hal tersebut dibutuhkan untuk mengasah kepercayaan diri pro player ladies yang umumnya sungkan memasuki dunia esports karena takut akan diskriminasi dan intimidasi dari kaum laki-laki.

Bisa dikatakan bahwa turnamen ladies bisa menjadi ajang para rising star ladies menunjukkan kemampuannya agar bisa dilirik oleh tim esports besar, seperti MDL-nya Mobile Legends: Bang Bang. Memang kesempatannya tak sebesar player laki-laki, namun setidaknya ada wadah yang bisa menampung bakat tersebut agar tak tersia-siakan.

unipin ladies series
Juara UniPin Ladies Series, Bigetron Era

Indonesia merupakan salah satu negara yang mulai sering mengadakan turnamen ladies untuk mencari bakat baru di dunia esports. Salah satu penyelenggara yang paling gencar adalah UniPin Community (Unity) dari UniPin yang mengadakan berbagai turnamen ladies dari game-game yang populer di Indonesia, mulai dari MLBB, PUBG Mobile, hingga Free Fire.

Langkah terbaru adalah Unity mulai ekspansi ke pasar Asia Tenggara dengan mengadakan UniPin Ladies Series untuk negara Malaysia/Singapura dan Filipina. Langkah Unity bisa menjadi pelopor untuk meramaikan Ladies Scene untuk region SEA.

Jika turnamen ladies di Asia Tenggara mulai populer, bukan hal mustahil fenomena ini akan ikut populer di seluruh dunia, mengingat Ladies Scene masih kurang populer di negara benua lain seperti Eropa, dan Amerika.

Dibutuhkan Lebih Banyak Perempuan yang Mau Terjun Membangun Industri Esports

Industri esports juga membutuhkan lebih banyak perempuan yang ingin terjun langsung demi perkembangan esports ladies di dunia. Beruntung, Indonesia termasuk salah satu negara di mana banyak perempuan yang ingin terjun langsung membangun Industri Esports.

 

Debora
Debora Imanuella, SVP UniPin & Founder Luna Nera

Sebut saja Debora Imanuella yang telah berjasa besar untuk industri esports Indonesia dengan gebrakan-gebrakan besar dalam menciptakan emansipasi gender dan memfasilitasi para gamer ladies. Salah satunya adalah andil Debora membentuk tim esports Luna Nera yang telah menghasilkan banyak prestasi, terutama untuk ranah esports ladies dunia.

Debora juga berperan sebagai Senior Vice President UniPin dan berjasa besar di balik layar untuk mengadakan turnamen-turnamen ladies bergengsi di Indonesia hingga Asia Tenggara. Atas jasanya itulah turnamen ladies mulai mendapatkan atensi dari masyarakat Indonesia.

Salah satu ungkapan “Kemampuan laki-laki dan perempuan di ranah esports seharusnya sama saja.” yang pernah diucapkan Debora merupakan bukti kecintaannya terhadap perkembangan industri esports. Melalui berbagai turnamen, webinar, dan kegiatan esports yang dilakukannya, Debora berhasil meningkatkan minat para perempuan untuk terjun ke dunia pro scene esports.

Namun, ia tentu tidak bisa sendirian dalam memperjuangkan kesetaraan gender di industri ini. Ke depannya, Indonesia membutuhkan lebih banyak Debora lainnya jika ingin memajukan dan mengubah industri esports menjadi industri yang ramah untuk semua gender.

Memang terlalu naif jika kita berharap esports ladies akan memiliki kesetaraan dengan esports laki-laki dalam waktu dekat. Namun, jika semakin banyak perempuan yang mau terjun langsung ke industri esports, bukan hal mustahil mimpi ini akan tercapai.

Maka dari itu, marilah kita bantu ciptakan komunitas-komunitas esports yang bebas dari diskriminasi ataupun sikap toxic lainnya sehingga para gamer ladies saat ini bisa bermain dengan nyaman. Dengan demikian, kepercayaan diri mereka akan tumbuh dengan sendirinya, dan semakin banyak pemain wanita yang berminat terjun ke dunia kompetitif esports berkat emansipasi gender yang diciptakan.


Dapatkan berita gaming dan informasi menarik lainnya seputar dunia game, esports, film, anime, dan lainnya hanya di UP Station.

Bagi kalian yang mau top-up game kesayangan kalian bisa langsung kunjungi UniPin! Proses cepat dan harga murah!

Pastikan untuk mengikuti perkembangan terbaru dan berita gaming lainnya di akun sosial media kami:
FacebookUP Station Indonesia
YouTubeUpstation Media
Twitter@Upstationmedia
Instagram@upstation.media

Yuk gabung di grup Discord kami!
DiscordUniPin Official Community

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


Aplikasi UP Station
telah tersedia sekarang
Buka Artikel
Download Aplikasi