Fans Esports MLBB Indonesia Toxic: Wajar atau Kurang Ajar?

2 weeks ago 0 Comments

Usai sudah gelaran kompetisi Mobile Legends paling bergengsi se-Asia Tenggara, yaitu Mobile Legends Southeast Asia Cup (MSC) 2022. RSG PH sukses menjadi juara usai menaklukkan RRQ Hoshi di partai Grand Final MSC 2022 dengan skor telak yaitu 4-0.

BACA JUGA:

Dengan hasil ini, Filipina pun kembali menasbihkan diri mereka sebagai negara dengan pemain Mobile Legends terkuat saat ini. Hal ini terbukti di mana Indonesia belum bisa mengalahkan Filipina di berbagai turnamen berkelas internasional.

Ya, baik dari segi tim professional maupun tim nasional, belakangan ini Indonesia selalu harus menerima takdir dan mengakui keunggulan Filipina di Mobile Legends. Saat ini, belum ada terobosan terbaru yang membuat Indonesia bisa mengalahkan atau menandingi tim MLBB Filipina.

Padahal, fanatisme netizen Indonesia terhadap Mobile Legends begitu besar. Game MOBA rilisan Moonton ini seakan-akan menjadi kebutuhan primer bagi mereka. Ibaratnya, “Gak Mobile Legends, gak makan.”

Hal seperti ini pun akhirnya membuat fanatisme netizen Indonesia terhadap Mobile Legends kerap menjadi berlebihan. Banyak fan garis keras yang merasa tidak puas dengan penampilan dari tim Indonesia dan akhirnya berujung ke tindakan yang toxic.

Contoh Tindakan Toxic Berlebihan Fan MLBB Indonesia

Mari kita ambil contoh dari turnamen yang paling dekat dan baru saja berakhir kemarin, MSC 2022. Di babak Grand Final kemarin, memang banyak momen di mana RRQ Hoshi terlihat mampu mengakhiri permainan, terutama di game pertama. Apa daya, karena beberapa kesalahan tertentu RSG PH pun mampu bangkit dan memutarbalikkan keadaan.

Karena kecewa dengan hal tersebut, banyak fan melakukan tindakan toxic dan menyerang beberapa pemain. Salah satu korbannya adalah R7 yang dianggap seharusnya mampu mengakhiri game, tapi dinilai malah “mukil” hingga akhirnya mati.

Selain R7, jajaran pelatih RRQ Hoshi juga kena hujat karena tidak memainkan pemain pujaan mereka, Lemon. Banyak fan yang ingin Lemon masuk menggantikan Skylar di babak Grand Final karena dinilai memiliki mental dan pengalaman yang lebih kuat.

Padahal, masih segar betul di ingatan kita bagaimana para fan marah saat Lemon yang turun menggantikan Skylar saat RRQ Hoshi bertemu EVOS Legends di MPL ID Season lalu. Saat itu, banyak fan yang protes dan ingin Skylar yang bermain. Lucu, kan?

Hal ini belum lagi ditambah dari live chat di kolom komentar pada live streaming Youtube. Jika kamu melihatnya, hampir semua pemain disalahkan. Harusnya begini lah, begitu lah. Para fan toxic Indonesia ini mendadak menjadi coach online tanpa memahami situasi di lokasi sesungguhnya.

donkkk

Puncak dari ke-toxic-an netizen Indonesia, baik yang masih bocil atau sudah dewasa, tentu saja berupa hilangnya akun Instagram lawan dari pihak Indonesia. Yup, beberapa tim sudah menjadi korban keganasan oknum yang tidak bertanggung jawab ini.

Beberapa tim Filipina yang pernah menjadi korban antara lain Bren Esports dan Blacklist International. Hal ini secara tidak langsung pun membuat nama Indonesia menjadi negatif di mata internasional. Mau heran, tapi ini “komunitas game paling sehat.”

Jadi Fans Esports Indonesia Toxic Itu Wajar atau Kurang Ajar?

Menjawab pertanyaan di atas, sepertinya kita semua sepakat jika tindakan toxic yang dilakukan oleh fan Indonesia itu kurang ajar. Jika tindakan toxic ini terjadi satu atau dua kali, mungkin masih bisa ditolerir. Namun jika dilakukan setiap saat, sepertinya itu sudah di luar batas.

Dalam hal ini, seharunsya fan Indonesia bisa belajar dari fan negara lainnya. Lihatlah fan MLBB Filipina, apakah mereka toxic dan melakukan hal-hal yang memalukan ketika tim mereka kalah? Apakah mereka menyalahkan para pemain RSG PH ketika kalah dari RRQ Hoshi di final Upper Bracket?

Yang seharusnya dilakukan fan Indonesia adalah mendukung. Yup, dukungan tentunya dibutuhkan oleh pemain RRQ Hoshi dan ONIC Esports yang telah memberikan perjuangan terbaik mereka di MSC 2022 kemarin.

Tim mana sih yang mau capek-capek latihan lalu berkompetisi untuk kalah? Mereka juga pasti mau menang dan membanggakan Indonesia. Namun, mereka masih kalah karena satu hal dan lainnya. Jadi, jika ditanya siapa yang paling kecewa dengan kekalahan, jawabannya tentu saja adalah para pemain itu sendiri.

Menyalahkan pemain tidak akan mengubah hasil pertandingan. Yang ada justru akan menurunkan kepercayaan diri mereka dan bisa memicu mental breakdown.

b87b8657-b871-416c-b5b4-93b9e7b914ef

Gak mau kan selamanya tim MLBB Indonesia turu alias kalah terus menerus dari tim Filipina? Oleh karena itu, fan Indonesia harus mulai memutus cycle “Kalah->Toxic” yang sangat beracun ini.

Berikanlah dukungan dan masukan secara positif yang bisa membangun mental pemain menjadi lebih baik lagi. Contohnya lihat saja mental pemain Filipina yang begitu kuat dan terbiasa dengan taunting.

Well, walaupun masih panjang dan sulit untuk diubah secara cepat, mari berharap ke depannya komunitas MLBB Indonesia bisa dipenuhi oleh fan yang sehat dan mendukung secara positif. Taunting dan roasting tentu boleh untuk membuat game panas, tetapi jangan sampai dianggap serius dan merusak sportivitas, ya!


Dapatkan berita gaming dan informasi menarik lainnya seputar dunia game, esports, film, anime, dan lainnya hanya di UP Station.

Bagi kalian yang mau top-up game kesayangan kalian bisa langsung kunjungi UniPin! Proses cepat dan harga murah!

Pastikan untuk mengikuti perkembangan terbaru dan berita gaming lainnya di akun sosial media kami:
FacebookUP Station Indonesia
YouTubeUpstation Media
Twitter@Upstationmedia
Instagram@upstation.media

Yuk gabung di grup Discord kami!
DiscordUniPin Official Community

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


Aplikasi UP Station
telah tersedia sekarang
Buka Artikel
Download Aplikasi