Game NFT dan Blockchain, Masa Depan atau Mimpi Buruk Industri Game?

6 months ago 0 Comments

Konsep bermain sambil menghasilkan uang tentu merupakan premis menarik bagi hampir semua gamer di dunia ini. Teknologi teranyar seperti NFT dan blockchain memungkinkan hal ini terjadi, sehingga beberapa pihak meyakininya sebagai masa depan dari industri game.

Beberapa game seperti Axie Infinity, Alienworlds, Splinter Lands, dan sebagainya sudah menggunakan teknologi berbasis blockchain yaitu NFT (non-fungible token) sebagai daya tarik utamanya. Bahkan developer dan publisher game besar seperti EA, Ubisoft, hingga Square Enix sudah menyatakan ketertarikan mereka akan teknologi ini.

BACA JUGA:

Kali ini, UP Station akan membahas mengenai masa depan industri game dengan adanya kedua teknologi tersebut. Namun sebelum melangkah lebih jauh, pertama-tama mari kita pelajari tentang teknologi NFT dan blockchain itu sendiri.

Mengenal Teknologi NFT dan Blockchain

Non-fungible token atau NFT adalah aset kripto yang menggunakan teknologi blockchain untuk menjamin keasliannya. Teknologi blockchain sendiri merupakan sistem penyimpanan data digital yang terdiri dari serangkaian blok yang saling terhubung.

Teknologi blockchain dianggap aman karena setiap blok dalam blockchain memiliki 3 elemen, yaitu data, hash, dan hash dari blok sebelumnya, sehingga jika kita mau mengubah data transaksi pada sebuah blockchain, kita harus mengubah keseluruhan mata rantai. 

Keamanan teknologi blockchain inilah yang mendorong lahirnya cryptocurrency atau mata uang kripto, yang membutuhkan sistem pencatatan transaksi yang aman sehingga dapat menjadi alat pembayaran yang sah.

Seperti yang kita ketahui, sebuah gambar di internet tidak dapat dikontrol penyebarannya dan dapat dimiliki atau diambil siapa saja. Tetapi tidak demikian dengan NFT.

Berkat sertifikat digital yang tersimpan dalam data di blockchain, sebuah NFT dapat ditelusuri jejaknya dan dipastikan keasliannya, sehingga meski gambarnya dapat dikopi siapapun, yang asli tetap dapat diverifikasi.

Game Pay-to-Earn Berbasis NFT

Saat ini, ada banyak game yang dapat dikategorikan sebagai game pay-to-earn, atau pay-to-play-to-earn, di mana pemain harus membayar menggunakan mata uang kripto atau mata uang asli untuk bisa bermain, lalu memperoleh uang dari menjual aset yang ia dapatkan selama bermain.

Salah satu game pay-to-earn terbesar dan paling terkenal saat ini adalah Axie Infinity. Dalam game ini, pemain menggunakan makhluk-makhluk untuk bertarung dengan pemain lain, sekilas mirip dengan game battle trading card game lain seperti Pokemon, Yu-Gi-Oh, dan sebagainya. 

game nft Axie Infinity
Game Axie Infinity

Yang membedakannya adalah kartu atau aset yang ada dalam Axie Infinity ini dapat diperdagangkan sebagai NFT, yang kemudian dapat ditukarkan dengan mata uang kripto berbasis Ethereum yaitu AXS atau Axie Infinity Shards.

Perputaran uang dalam game Axie Infinity dikabarkan sampai membuat Departemen Keuangan Filipina memberlakukan pajak atas pendapatan yang dihasilkan gamer Filipina dari game ini. Dari situ kita bisa menyimpulkan betapa besar potensi pendapatan yang bisa didapatkan dengan bermain.

Tak hanya Axie Infinity, saat ini ada banyak game pay-to-earn berbasis NFT seperti contohnya Sorare dengan NFT kartu pemain bola, CryptoKitties dengan NFT kucing digital yang lucu, dan sebagainya.

Menarik Minat Para Developer Besar

Million Arthur
Serial Million Arthur dari Square Enix

Potensi NFT yang dapat mendatangkan pemasukan luar biasa besar inilah yang menarik minat para developer game untuk membangun game berbasis teknologi blockchain ini.

Square Enix baru-baru ini berkolaborasi dengan Double Jump Tokyo, sebuah perusahaan blockchain, untuk membuat aset digital untuk franchise Million Arthur di bulan Oktober kemarin.

Developer lain seperti Sega, Ubisoft, hingga yang terbaru yaitu EA juga sudah menyampaikan minat mereka dalam memanfaatkan teknologi NFT ini ke dalam game-game mereka di masa depan.

CEO EA Andrew Wilson bahkan menyatakan bahwa NFT merupakan masa depan industri game secara keseluruhan, meski menurutnya masih terlalu dini untuk memformulasikan cara kerja game NFT ini nantinya.

Berpotensi Menjadi Mimpi Buruk?

Tidak semua pelaku industri gaming mendukung penggunaan aset kripto dan teknologi blockchain ini. Salah satu yang menentang teknologi ini adalah Steam, platform penyedia game terbesar dan paling terkenal di dunia saat ini. Seperti yang kita ketahui, Steam melarang game berbasis NFT dan cryptocurrency apapun di platformnya.

Tak hanya Steam, beberapa desainer game juga menyampaikan kekhawatiran mereka bahwa penggunaan NFT dan blockchain yang berlebihan malah akan berdampak buruk pada industri game secara keseluruhan.

Meski saat ini sedang diminati banyak pihak, penggunaan NFT ini berpotensi mempertajam komersialisasi game secara berlebihan dan malah menghilangkan esensi utama dari industri game itu sendiri, yaitu bermain game sebagai sarana hiburan bagi para gamer dan menciptakan game sebagai karya seni bagi para developer.

Selain itu, banyak pengamat menganggap bahwa kepopuleran game NFT dan blockchain saat ini seperti bubble yang bisa pecah kapan saja, dan saat itu terjadi, akan banyak orang-orang yang kehilangan mata pencahariannya.

***

Bagaimana menurutmu? Apakah teknologi NFT dan blockchain ini merupakan masa depan atau mimpi buruk bagi industri game? Berikan tanggapanmu pada kolom komentar, ya!


Bagi kalian yang mau top-up game kesayangan kalian bisa langsung kunjungi UniPin! Proses cepat dan harga murah! Subscribe channel YouTube UniPin Gaming untuk nonton konten game menarik.

Follow akun sosial media kami di:
Facebook: UP Station Indonesia
YouTube: UP Station Media
Twitter: @Upstationasia
Instagram: @upstation.asia

Yuk gabung di grup Discord kami!
DiscordUniPin Official Community

Discord: UniPin Official Community

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


Aplikasi UP Station
telah tersedia sekarang
Buka Artikel
Download Aplikasi