Juara The International DOTA 2 dari Masa ke Masa, Turnamen dengan Prize Pool Gila!

1 month ago 0 Comments

The International (TI) adalah turnamen game DOTA 2 yang diprakasai oleh Valve. Turnamen ini memperebutkan titel tim terbaik di professional scene DOTA 2.

The International DOTA 2 memiliki ciri khas sebagai sebagai salah satu turnamen besar di dunia, yaitu venue yang megah. Venue inilah yang membuat penonton selalu berbondong-bondong menonton TI setiap tahunnya

BACA JUGA:

Buat yang belum tahu, UP Station sudah merangkum juara The International dari edisi pertama hingga TI10. Ini dia daftarnya!

TI1 – Natus Vincere (2011)

Na'Vi

Juara edisi perdana The International dengan total prize pool US$1.600.000 adalah Natus Vincere. Diadakan di Koelnmesse, Cologne, Na’Vi kalahkan tim EHOME dengan skor 3-1.

Saat itu, Na’Vi diperkuat oleh para legenda di DOTA 2, yaitu Danil “Dendi” Ishutin, serta Clement “Puppey” Ivanov yang menjadi satu-satunya player yang selalu tampil di gelaran TI hingga saat ini.

Na’Vi pun berhak memperoleh cincin juara sekaligus hadiah sebesar US$1.000.000.

TI2 – Invictus Gaming (2012)

IG

Berpindah venue dari Cologne ke Benaroya Hall, Seattle, Na’Vi gagal mempertahankan gelar juaranya di TI2 (yang prize pool-nya masih sama dengan TI1) setelah dikalahkan oleh tim asal China, Invictus Gaming.

Secara mengejutkan, Invictus Gaming berhasil menumbangkan Natus Vincere dengan skor 3-1. IG pun membawa pulang uang hadiah sebesar US$1.000.000.

TI3 – Alliance (2013)

Alliance

Inilah pertama kalinya Compendium diperkenalkan di The International, sehingga prize pool TI3 meningkat pesat menjadi US$2.874.380. Venue masih di Seattle, hanya saja berpindah ke KeyArena.

Na’Vi kembali harus telan kekalahan setelah Alliance bermain lebih superiordan menutup match dengan skor 3-2. Alliance berhak meraih total uang senilai US$1.437.190.

TI4 – Newbee (2014)

Newbee

Masih diselenggarakan di Seattle, Washington, TI4 kembali meningkatkan prize pool hingga US$10.923.977. Menariknya, kedua finalis dari TI4 sama-sama berasal dari negeri China, yaitu Newbee dan Vici Gaming.

Newbee pun berhasil membuktikan bahwa mereka tim terkuat dari negerinya tersebut setelah kalahkan Vici Gaming 3-1. Newbee berhak mendapatkan uang sebesar US$5.023.029.

TI5 – Evil Geniuses (2015)

EG

TI5 menjadi pionir pengalokasian prize pool ke seluruh tim, sehingga tidak ada tim yang pulang dengan tangan kosong. Prize pool edisi ini sebesar US$18.429.613.

Dominasi tim China berhasil dihentikan oleh Evil Geniuses. Tim asal Amerika Utara tersebut berhasil mengalahkan CDEC Gaming dengan skor 3-1. Evil Geniusses mengangkut hadiah utama sebesar US$6.634.661.

TI6 – Wings Gaming (2016)

Jatuh Bangun Sang Juara Dunia DotA 2, Wings Gaming

Keputusan Valve yang mengalihkan Compendium ke Battle Pass membuat prize pool TI6 meningkat menjadi US$20.770.460.

TI6 kembali dikuasai oleh tim asal dataran China setelah Wings Gaming kalahkan Digital Chaos dengan skor 3-1. Wings Gaming menggondol uang hadiah utama sebesar US$9.139.002.

TI7 – Team Liquid (2017)

Liquid

Setelah 6 tahun The International diikuti oleh 16 tim, Valve akhirnya menambah jumlah peserta menjadi 18 tim di TI7. Prize pool pun juga ikut meningkat hingga US$24.787.918.

Kali ini tim Eropa Team Liquid berhasil memulangkan piala TI ke Eropa setelah mengalahkan Newbee asal China dengan skor telak 3-0 di Grand Final.

TI7 adalah pergelaran The International terakhir yang diadakan di KeyArena, Seattle, setelah 4 edisi terakhir selalu diadakan di venue tersebut.

TI8 – OG  (2018)

The International Dota 2 OG

Sejarah tercipta di TI9, setelah OG berhasil menjadi tim pertama yang meraih back-to-back champion di The International setelah kalahkan Team Liquid dengan skor 3-1.

TI9 diadakan di Mercedes-Benz Arena, Shanghai, dengan total prize pool senilai US$34.330.068. OG yang dipimpin oleh Johan “N0tail” Sundstein ini berhasil membawa pulang hadiah senilai US$15.620.181.

TI9 – OG  (2019)

The International dota 2 OG

Sejarah tercipta di TI9, setelah OG berhasil menjadi tim pertama yang meraih back-to-back champion di The International setelah kalahkan Team Liquid dengan skor 3-1.

TI9 diadakan di Mercedes-Benz Arena, Shanghai, dengan total prize pool senilai US$34.330.068. OG yang dipimpin oleh Johan “N0tail” Sundstein ini berhasil membawa pulang hadiah senilai US$15.620.181.

TI10 – Team Spirit (2021)

team spirit ti10 (header setelah Team Spirit) the international dota 2

Cinderella Story di The International itu nyata, setelah Team Spirit berhasil membuktikan bahwa tim Underdog bisa menjadi juara turnamen DotA 2 paling bergengsi di dunia.

Tak pernah diunggulkan, masuk Grand Final via Lower Bracket, serta harus berhadapan dengan PSG.LGD yang superior sejak awal turnamen, Team Spirit justru tampil digdaya berkat Magnus dari Collapse yang membuat tim asal region CIS ini menang dengan skor 3-2.

Team Spirit berhak membawa pulang Aegis of Championship  dan berhak membawa pulang hadiah utama sebesar 18.208.300 USD (setara 256 miliar rupiah). Collapse dinobatkan sebagai MVP turnamen TI10.

***

Itulah tim-tim yang berhasil menjuarai The International DOTA 2 di sepuluh edisi terakhir. Akankah ada juara baru di The International selanjutnya?


Dapatkan berita gaming dan informasi menarik lainnya seputar dunia game, esports, film, anime, dan lainnya hanya di UP Station.

Bagi kalian yang mau top-up game kesayangan kalian bisa langsung kunjungi UniPin! Proses cepat dan harga murah!

Pastikan untuk mengikuti perkembangan terbaru dan berita gaming lainnya di akun sosial media kami:
Facebook: UP Station Indonesia
YouTube: Upstation Media
Twitter: @Upstationmedia
Instagram: @upstation.media

Yuk gabung di grup Discord kami!
Discord: UniPin Official Community

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


Aplikasi UP Station
telah tersedia sekarang
Buka Artikel
Download Aplikasi