7 Kematian Paling Menyedihkan dan Emosional dari Serial Naruto

2 months ago 0 Comments 133 views

Mengikuti kematian Kurama yang mengharukan di minggu ini, membuat kami dari UP Station mengingat-ingat kisah perjalanan Naruto di masa lalu.

Serial Naruto dipenuhi dengan berbagai momen, mulai dari senang, susah, sampai sedih. UP Station pun telah menelusuri segala kejadian yang pernah dihadapi Naruto dan kali ini memutuskan untuk membahas kematian paling mengaharukan di serialnya.

Ada 7 kisah kematian yang paling menyedihkan dan membuat semua orang merasa emosional. Apa saja? Berikut daftar lengkapnya!

Baca Juga:

Kematian Zabuza dan Haku

6D620D12-41FF-4F4D-B6AB-5C6798F23262

Dalam pertempurannya dengan tim 7, Zabuza tidak dapat mengalahkan Kakashi dan terluka parah. Kakashi pun berusaha menghabisi Zabusa dengan Raikiri. Sayangnya, Haku yang sangat menyayangi Zabuza langsung memasang badan sehingga serangan Kakashi menembus tubuhnya.

Lantas, keduanya dikhianati oleh Gato yang menyewa mereka. Tubuh Haku yang tergeletak mati itu dianiaya oleh Gato. Awalnya Zabuza tampak tidak peduli dengan pengorbanan murid/anak angkatnya tersebut.

Naruto marah melihat tubuh Haku yang sudah mati dilukai Gato dan menceramahi Zabuza yang terlihat tidak peduli. Berkat kata-kata mutiara Naruto, Zabuza yang terlihat dingin pun ternyata tidak sesadis itu. Ia yang sudah terluka parah pergi bertarung untuk terakhir kalinya untuk membasmi Gato dan mengusir ninja bayaran lainnya.

Zabuza berakhir sekarat. Namun, di akhir hayatnya ia ingin berada di samping Haku yang ternyata ia sayangi juga. Hal ini membuktikan bahwa sekalipun keduanya bekerja sebagai ninja bayaran, mereka tetaplah hanya manusia yang penuh dengan emosi.

Kisah Masa Kecil Gaara dan Kematian Pamannya

61EC55E0-541C-4742-A0D0-24C7C88B6537

Bila ada yang tumbuh kesepian seperti Naruto, Gaara lah orangnya. Gaara juga ditakuti oleh penduduk desanya karena ia juga memiliki monster berekor disegel dalam dirinya seperti Naruto.

Pada masa kecilnya, Gaara hanya percaya kepada Yashamaru, paman dari pihak ibunya. Yashamaru ini sangat menyayangi Gaara dan mengajarkan banyak hal kepadanya, terutama soal cinta ibunya Gaara. 

Namun, pada akhirnya Gaara secara tidak sengaja membunuh Yashamaru. Gaara yang mengetahui identitas Yashamaru itu pun sangat terkejut dan kebingungan. 

Sebelum mati, Yashamaru mengatakan bahwa dirinya membenci Gaara yang mengambil nyawa kakaknya dan berkata bahwa tidak ada yang mencintainya. Kematian Yashamaru dengan kata-katanya tersebut mengoyak hati Gaara, membuatanya tidak mau memercayai siapapun.

Kematian Asuma

9647B969-683B-4488-8E7B-EEF98F54CF4C

Kematian Asuma disebabkan oleh pertarungannya dengan Hidan yang terobsesi dengan ritual kepercayaannya. Kematiannya ini diikuti dengan langit yang menjadi gelap dan hujan pun turun, seperti yang Maha Kuasa ikut menangis atas kematiannya.

Dalam pesan terakhirnya sebagai mentor, Asuma mengingatkan murid-muridnya akan kekuatan dan kelemahan mereka. Sementara itu, Shikamaru diminta khusus untuk melindungi desa Konoha dan anaknya yang belum lahir.

Kematian Minato untuk Kedua Kalinya

16235F1B-FD87-4699-B6B6-886F2E237C79

Di akhir Perang Besar Ninja Keempat, Minato yang dihidupkan kembali sebagai Edo Tensei harus kembali ke alam baka. Naruto yang baru mengenal ayahnya secara langsung untuk pertama kalinya, harus segera mengucapkan perpisahannya.

Sebelum Edo Tensei berakhir, Minato mengucapkan Happy 17th Birthday kepada Naruto yang berulang tahun pada hari itu. Melihat Minato yang tak punya waktu, Naruto menceritakan sedikit tentang dirinya. Ia bercerita bahwa selama ini dirinya hidup dengan baik, walaupun ada beberapa harapan ibunya yang belum terpenuhi.

Naruto meminta Minato untuk menyampaikan kepada Kushina agar keduanya tidak perlu khawatir, sebab ia akan terus berusaha untuk memberi yang terbaik dan menjadi Hokage yang bisa dibanggakan keduanya. Ayah-anak ini juga menangis, karena sadar kalau ini akan menjadi terakhir kalinya mereka bertemu di kehidupan ini.

Kematian Itachi Uchiha untuk Kedua Kalinya

3D8A263A-03C7-45AA-B373-438132581761

Seperti Minato, Itachi Uchiha dibangkitkan menggunakan jutsu Edo Tensei. Ia memburu Kabuto yang meluncurkan jutsu itu dan berusaha menghentikan Perang Ninja besar keempat seorang diri. Di tengah perjalanannya menuju Kabuto, ia berpapasan dengan Sasuke yang bisa merasakan kehadiran kakaknya yang hidup kembali.

Setelah pertarungan sengit, Itachi dan Sasuke berhasil mengalahkan Kabuto. Sebelum melepas jurus Edo Tensei dan kembali ke alam baka, Itachi mengatakan satu kalimat perpisahan kepada adiknya tersebut. 

“Sasuke, kamu tidak perlu memaafkanku dan apa pun yang akan kau lakukan dari saat ini, ketahuilah, apapun yang terjadi, aku akan selalu menyayangimu,” ujar Itachi, membuat perpisahan ini terasa begitu emosional.

Kematian Minato dan Kushina + Pesan Kushina untuk Naruto

A42DB680-00F8-4F5B-9493-2C4F7BD3DBC6

Kematian keduanya diceritakan secara detail ketika Naruto sedang berusaha mengendalikan chakra Kurama. Naruto mendengarkan ceritanya langsung dari mulut Kushina (ibu Naruto) yang chakra-nya disegel dalam Naruto. 

Adegan terakhir cerita itu adalah ketika keduanya melindungi Naruto yang masih bayi dari serangan Kurama. Minato di sini membujuk Kushina untuk menyegel setengah Kurama dalam Naruto untuk melindunginya.

Sebelum keduanya tewas, Minato memberikan waktu kepada Kushina untuk mengucapkan salam perpisahan kepada bayinya. Kushina menyampaikan seluruh harapan dan perasaan cintanya melalui salam perpisahan itu. Sayangnya waktu itu tidak cukup untuk mengungkapkan perasaan cinta seorang ibu kepada anaknya.

Minato pun hanya bisa berpesan pendek, agar Naruto mendengarkan semua harapan ibunya itu. Keduanya menyelesaikan tugasnya dan menyelamatkan desa, serta Naruto.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Aplikasi UP Station
telah tersedia sekarang
Buka Artikel
Download Aplikasi