Korea Selatan Larang Judul P2E di App Store Google dan Apple

2 weeks ago 0 Comments 215 views

Pemerintah Korea Selatan memberitahu Apple dan Google, bahwa mereka harus menghapus game play-to-earn (P2E) dari toko aplikasi masing-masing. P2E ini mengacu pada judul yang menghadirkan pembelian dalam aplikasi yang berbentuk NFT berbasis blockchain.

Baca Juga:

6EC03F9D-E9E4-4B6B-8F59-91D95B253FDB

Sekilas, format NFT memang terdengar mirip seperti game free-to-play (Among Us, Fortnite, atau PUBG), yang menyajikan fitur transaksi dalam game. Ketika itu memungkinkan pemain untuk membeli item (skin/dance move) sebagai fitur tambahan, judul P2E biasanya mengharuskan pemain untuk membeli sebelum bisa mulai bermain.

Aset seperti itu merupakan Non-fungible Token (NFT). Mereka memiliki nilai intrinsik yang berarti pengguna dapat menjualnya. Gaming itu sangat populer di Korea Selatan dan para pemain mobile game bisa menghabiskan sekitar $6 miliar (sekitar Rp85,7 triliun) per tahun untuk game smartphone. 

Itu sebabnya pemerintah negara tersebut mengambil sikap tegas dalam mengatur pasar game, seperti dengan memberi batasan usia untuk beberapa judul dan membatasi nilai hadiah in-game (batas maksimumnya 10 ribu Won).

Kali ini, Game Management Committee (GMC) Korea Selatan, telah meminta Apple, Google, dan beberapa perusahaan lain untuk menarik judul P2E dari platform mereka. GMC menegaskan kalau mereka tidak akan menyetujui game baru manapun yang berbasis NFT.

Tindakan yang diambil oleh GMC ini mungkin ada hubungannya dengan kasus yang melibatkan SkyPeople, penerbit game Five Star for Klaytn, yang ditolak rilisnya karena tidak memiliki age restriction. Namun, ketika dibawa ke pengadilan, game tersebut berhasil diperbolehkan untuk meluncur di Google Play Store.

Nah, dengan keputusan terbaru GMC, tampaknya itu tidak hanya berdampak bagi satu penerbit di atas, tetapi juga banyak penerbit game lainnya. Dalam hal ini, pemerintah Korea Selatan tidak memberitahu secara detail alasan mengapa mereka menentang game dengan aset NFT.

42A575BC-8355-4FD1-B053-C4F58E1D0905

Ini sangat mirip dengan keputusan yang diambil platform Steam pada musim gugur 2021, di mana platform juga menolak game NFT masuk di toko mereka. Well, apa pun alasannya, berhubung Apple dan Google sekarang sudah dilarang berhubungan dengan NFT, ini akan menjadi tantangan bagi peluncuran judul P2E mendatang.

Perlu dicatat juga, bukan berarti Korea Selatan ini anti NFT. Teknologi blockchain dan cryptocurrency sangat berkembang pesat di sana. Larangan ke Apple dan Google ini sepertinya lebih ditujukan untuk menghindari terjadinya penipuan atau perjudian dari permainan game mobile.

Untuk kamu yang penasaran dengan game NFT dan Blockchain, bisa cek halaman berikut ini!


Bagi kalian yang mau top-up game kesayangan kalian, langsung saja kunjungi UniPin! Proses cepat, harga murah, dan pastinya banyak bonus serta promo menarik!

Jangan lupa follow akun sosial media kami untuk konten menarik lainnya di:

Facebook: UP Station Indonesia

YouTube: UP Station Media

Twitter: @Upstationasia

Instagram: @upstation.media

Discord: UniPin Official Community

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Aplikasi UP Station
telah tersedia sekarang
Buka Artikel
Download Aplikasi