Layakkah Krafton Menggugat Garena karena Masalah Plagiarisme?

7 months ago 0 Comments

Beberapa hari yang lalu, Krafton selaku pengembang gim populer Playerunknown’s Battlegrounds (PUBG) resmi melayangkan gugatan kepada Garena, pengembang gim battle royale lainnya, yakni Free Fire dan Free Fire Max.

Krafton mulai merilis Free Fire pada tahun 2017, tak lama setelah peluncuran PUBG. Setelah itu, Garena juga merilis Free Fire Max pada 28 September 2021. Krafton menyatakan kalau Garena “secara ekstensif menyalin banyak aspek” dari gim PUBG milik mereka.

Beberapa hal yang dianggap Krafton dijiplak oleh Garena adalah: Fitur unik membuka airdrop; struktur dan gameplay; kombinasi dan seleksi senjata, armor, dan objek unik; lokasi; pemilihan skema warna, material, dan tekstur secara umum.

Tidak hanya itu, tuntutan Krafton juga menunjukkan kesamaan visual dan fungsional antara kedua gim, area lobi sebelum masuk ke permainan, terjun payung dari pesawat untuk masuk ke dalam arena, proses memperoleh peralatan dan mods, hingga frying pan.

BACA JUGA:

Gugatan ini diajukan di Pengadilan Distrik AS untuk Distrik Pusat California pada 10 Januari 2022 kemarin. Krafton meminta pengadilan untuk menyelesaikan masalah tersebut. Agar bisa menang, Krafton harus membawa bukti-bukti yang menunjukkan kalau gim battle royale dari Garena memang menjiplak gim buatan mereka.

Tidak Hanya Garena

krafton-free-fire

Tidak cukup di sana, Krafton juga melayangkan gugatan kepada Apple dan Google. Alasannya, kedua perusahaan (melalui Play Store dan App Store) dianggap tidak membantu Krafton menghentikan distribusi gim Free Fire dan mendapatkan persentase keuntungan yang didapatkan oleh Garena.

Permintaan Krafton agar gim battle royale dari Garena dihapuskan dari kedua platform store pada tanggal 21 Desember 2021 sama-sama ditolak, sehingga berujung ke gugatan besar-besaran. 

Siapa lagi yang dituntut oleh Krafton? YouTube. Situs streaming video ini dianggap menyediakan dan menolak video yang berhubungan dengan Free Fire dan Free Fire Max. Banyak video yang berhubungan dengan kedua gim berhasil menghasilkan ratusan juta views.

Masih ada satu pihak lagi yang dituntut oleh Krafton, yakni film produksi China berjudul Biubiubiu. Film ini dianggap sebagai “adaptasi yang tidak sah dari Battlegrounds, yang menggambarkan versi dramatisasi live-action dari gameplay medan perang.”

Kasus tuntutan semacam ini bukanlah pertama yang terjadi dalam industri gim. Pada bulan Mei 2020, Ubisoft juga menggugat Google, Apple, dan pengembang gim bernama Ejoy atas klon gim Rainbow Six Siege untuk perangkat mobile.

Pihak Apple dan Google menolak untuk menghapus aplikasi klon tersebut dari store mereka. Akan tetapi, pihak Ejoy pada akhirnya menarik aplikasinya dari kedua platform tersebut dan Ubisoft menarik tuntutan hukumnya.

Selain itu, Krafton sendiri pernah menjatuhkan gugatan serupa terhadap Epic Games atas gim buatan mereka, Fortnite, pada tahun 2018. Pada akhirnya, gugatan tersebut akhirnya dicabut.

Garena Dianggap Meraup Untung Besar dari Plagiarisme

Garena Free Fire (2021) Gameplay UHD - YouTube

Apa yang membuat Krafton geram adalah karena menurut mereka Garena berhasil meraup “ratusan juta dolar” secara global melalui penjualan gim dan pembelian in-game, sehingga mereka merasa dirugikan secara finansial.

Perusahaan induk Garena, Sea Ltd., melaporkan pendapatan lebih dari $2 miliar (setara Rp28 triliun) hanya dari kategori “hiburan digital” saja. Selain itu, di tahun 2021 kedua gim (PUBG Mobile dan Free Fire) sama-sama tercatat sebagai salah satu dari delapan gim mobile yang menghasilkan lebih dari satu miliar dolar. 

Data lain dari Sensor Tower menunjukkan PUBG Mobile berhasil mendapatkan keuntungan sebesar $2,7 miliar (Rp38,6 triliun) pada 2020, dan berhasil naik menjadi $2,9 miliar (Rp41,5 triliun) pada tahun 2021. Sebagai perbandingan, tahun lalu Free Fire berhasil meraup $1,2 miliar (Rp17,1 triliun), naik 48% jika dibandingkan dengan keuntungan tahun 2020.

Meskipun PUBG Mobile memiliki keuntungan yang jauh lebih besar, faktanya kenaikan keuntungan Free Fire lebih meroket dibandingkan PUBG Mobile yang cenderung melambat. Inilah mungkin yang membuat pihak Krafton merasa gerah, mengingat genre yang dibawa Free Fire sama persis dengan milik PUBG Mobile.

Apakah Krafton Layak Menuntut Garena?

krafton-vs-garena-banner2

Memang tak bisa dipungkiri jika genre battle royale menjadi salah satu primadona dalam beberapa tahun terakhir di industri gim. Tidak hanya dari sisi gameplay, kompetisi esports-nya pun tumbuh subur di seluruh dunia.

Setelah PUBG dianggap sebagai pioneer, banyak gim battle royale lain yang muncul seperti Fortnite, Apex Legends, dan Call of Duty: Warzone. Hanya saja, mungkin pihak Krafton hanya mempermasalahkan Free Fire yang dianggap terlalu mirip dengan PUBG jika dibandingkan dengan judul lainnya.

Tuntutan-tuntutan ini dikeluarkan tak lama setelah Krafton merilis PUBG: New State yang dirilis pada bulan November 2021. Dengan adanya elemen-elemen baru di gim tersebut, mereka khawatir elemen tersebut akan ditiru lagi jika masalah ini tidak diselesaikan.

Mungkin jika dilihat secara sekilas, apa yang dilakukan oleh Krafton bisa dianggap sebagai langkah strategis untuk menghentikan Garena mengambil alih pasar battle royale yang selama ini dikuasai Krafton. 

Di sisi lain, masalah hak cipta adalah isu yang perlu mendapatkan perhatian dari berbagai pihak. Jika Krafton berhasil membuktikan jika Garena meniru apa yang telah mereka kembangkan dan berhasil meraup keuntungan besar karenanya, wajar jika Krafton melayangkan gugatan.

Hal lain yang perlu diperhatikan adalah konsumen. Jika memang Krafton berhasil memenangkan gugatan dan Free Fire harus ditarik dari peredaran, bagaimana dengan nasib para pemain loyalnya? Bagaimana dengan pemain yang sudah menghabiskan banyak uang untuk membeli berbagai item?

Solusinya tidak bisa sekadar “pindah ke PUBG Mobile” saja, mengingat banyak pemain yang memilih Free Fire karena lebih ramah ke perangkat dengan spesifikasi rendah. Jika Free Fire dihilangkan, mungkin mereka tidak memiliki opsi gim battle royale yang dapat dimainkan di perangkat mereka.

Apapun hasil persidangan nanti, semoga hasilnya adalah yang terbaik untuk semua pihak.


Bagi kalian yang mau top-up game kesayangan kalian bisa langsung kunjungi UniPin! Proses cepat dan harga murah! Subscribe channel YouTube UniPin Gaming untuk nonton konten game menarik.

Follow akun sosial media kami di:

Facebook: UP Station Indonesia

YouTube: UP Station Media

Twitter: @Upstationasia

Instagram: @upstation.media

Discord: UniPin Official Community

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


Aplikasi UP Station
telah tersedia sekarang
Buka Artikel
Download Aplikasi