Lebih Dekat dengan Kingslayers, Tim Esports Valorant yang Punya Mimpi Besar

8 months ago 0 Comments 2,674 views

Jagat esports di Indonesia sedang naik daun. Beberapa judul game seperti Free Fire, PUBGM dan Mobile Legends merupakan game kompetitif yang ekosistem esportsnya melesat tinggi di Indonesia dan beberapa negara lain. Game kompetitif pendatang baru pun mulai berdatangan, namun hanya sedikit yang dapat diterima dengan baik oleh gamer. Salah satunya adalah Valorant.

Game besutan Riot Games ini diposisikan sebagai sebagai game kompetitif dengan genre tactical FPS. Diperkenalkan kali pertama pada pertengahan tahun lalu, game ini mampu menciptakan hype yang luar biasa tinggi. Secara mengejutkan hype ini juga terasa di Indonesia yang mayoritas didominasi oleh game kompetitif mobile. Meski hanya bisa dimainkan di PC saja, namun fakta bahwa game ini dibagikan secara cuma-cuma, kualitas gameplay yang aduhai hingga tuntutan spesifikasi PC yang terbilang sangat rendah, membuatnya kian digemari gamer hingga saat ini. Tak ayal turnamen esports yang menjadikan Valorant sebagai game utama mulai terlihat, serta tim-tim esports baru yang memfokuskan diri ke game ini mulai menunjukkan batang hidungnya.

Baca juga:

Salah satunya adalah Kingslayers, sebuah tim esports yang saat ini tengah berfokus untuk memperbesar timnya dan terus mengasah pengalaman di tiap turnamen Valorant. Dipimpin oleh Fauzan sebagai leadernya, ia memimpin 4 pemain lainnya dalam setiap turnamen Valorant yang mereka ikuti. Kami berkesempatan untuk berbincang dengan tim esports muda ini, mengulik alasan dibalik keputusan untuk fokus di dunia kompetitif Valorant, hingga tantangan seperti apa yang harus mereka hadapi. Perbincangan ini kami lakukan sebelum mereka mengikuti pertandingan Valorant Indonesia Challengers.

Screenshot 2021-02-03 104942

“Kingslayers itu, sebenarnya kita bukan tim yang baru, tapi kita baru ganti nama. Jadi kalau pernah tahu tahun 2017, ada tim dari Indonesia yang mewakili Indonesia dalam game Paladins, mewakili Southeast Asia bahkan, untuk bertanding di world championship-nya. Nah tim itu dulu isinya saya, sebagai manajernya, dan Panda sebagai playernya. Dan karena dari game Paladinsnya makin kesini makin menurun, Panda mulai ganti game ke Valorant dan akhirnya ngebentuk tim Valorantnya,” ungkap Marsha yang mewakili manajemen dari Kingslayers.

Sebelumnya, tim Valorant yang dibuat pada saat itu belum terbentuk secara official, membentuk tim yang lebih well established dan menggunakan nama baru yakni Kingslayers. Selain itu, para pemain yang membela tim ini pun sebenarnya bukan pemain baru. Beberapa dari mereka ada yang memiliki rekam jejak di dunia esports sebelumnya.

“Kalau dari masing-masing member, nggak semuanya dari Paladin. Tadinya ada 2, satunya sudah keluar. Kebanyakan disini pemain Fortnite, misal Blonde dulu di Evos Fortnite-nya. Terus Bobby juga pemain Fortnite cuman belum sempat masuk ke tim pro, Alexa itu dia dulunya casual gamer, cuman skillnya mencakup ke pro player. Nah satu lagi Louie dia salah satu pemain Fortnite juga tapi gabung ke CS: GO juga. Jadi ya kita campur-campur nggak pure dari KONG.ID dulu semuanya. Untuk sekarang sisanya masih saya sama Marsha,” ucap Panda.

Pemilihan Valorant sebagai game utama yang mereka fokuskan juga terbilang masuk akal. Sebelum masuk ke Kingslayers, Panda juga sempat bergabung ke beberapa tim lain yang juga memainkan Valorant. Mengingat gameplay yang game tersebut tawarkan cukup mirip dengan Paladin, akhirnya tercetuslah ide untuk membentuk tim esports sendiri yang fokus di game Valorant. Lantas yang jadi pertanyaan selanjutnya, apakah mereka tertarik untuk membentuk divisi lain selain Valorant?

“Oh sebenarnya kita sekarang lagi open recuitment untuk Wild Rift sih, sekarang kita mencari beberapa pemain potensial. Tahun ini kita akan adakan press conference untuk game Wild Rift. Untuk tahun ini kita akan fokus ke dua game itu. Rencananya mungkin untuk next quarter sih untuk press conferencenya. Dari presscon itu juga akan ada sesuatu yang beda lah dari tim esports lainnya dari segi brand ambassador. Karena yang kita tawarkan itu Kingslayers adalah cyber future esports team, dan we are here to slay the kings ibaratnya. Spoilernya akan ada cyberpunk-ish gitu,” ungkap Marsha.

Sebagai tim yang baru well established, perjalanan mereka untuk membentuk tim yang mampu dikenal banyak orang jelas tidak mudah. Sebab ada banyak proses yang harus dilakukan sebelum hal itu tercapai.

Marsha mengatakan, “Setelah tim indie Kong.ID itu, kita diakuisisi oleh Entity Gaming, salah satu organisasi yang well established di India, tapi nggak berlangsung lama. Dari segi manajemen tantangannya adalah, gimana caranya kita bisa kasih kualitas yang lebih dari tim yang ada, dari segi pemain dan branding. Karena mereka sudah terbiasa melihat branding esports yang sudah ada, yang well established. Dan kita pengen coba kasih sesuatu yang berbeda lah.”

Membentuk tim esports baru bukanlah perkara mudah. Banyak yang harus dilalui, termasuk memperkenalkan nama tim mereka ke khalayak yang lebih luas. Dengan target yang dipatok terbilang cukup tinggi, Kingslayers akan memulai perjalanan panjang mereka dimulai dengan menguasai skema di Indonesia dahulu.

“Goalnya sih paling dekat (Valorant) Challangers ya. Kemarin kita sempat top 4. Jadi goal kita sebenarnya kita lebih pengen skema Indonesia dulu sih. Kita gak mau lompat ke SEA, kita mau kuasain Indonesia dulu, jadi dari bawah dulu, ke SEA baru world. Mulai dari (Valorant) Challengers,” ungkap Panda.

Perbincangan pun kami tutup dengan membicarakan persiapan mereka sebelum mengikuti turnamen Valorant Indonesia Challangers. Simak perbincangan lengkap kami di IGTV @upstation.media.


Bagi kalian yang mau top-up game kesayangan kalian bisa langsung kunjungi UniPin! Proses cepat dan harga murah! Subscribe channel YouTube UniPin Gaming untuk nonton konten game menarik.

Follow akun sosial media kami di:
Facebook: UP Station Indonesia
Twitter: @Upstationasia
Instagram: @upstation.asia

Yuk gabung di grup Discord kami!
Discord: UniPin Official Community

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Aplikasi UP Station
telah tersedia sekarang
Buka Artikel
Download Aplikasi