Lebih Dekat dengan Parakacuk, Ternyata Ini Alasan Gamecom Team Pakai Bahasa Jawa di dalam Game!

11 months ago 0 Comments 387 views

Tidak hanya bermain di ranah mobile saja, kini developer Indonesia mulai mencoba platform yang lebih besar yakni PC dan konsol. Tentu saja, letak perbedaan ketiga platform itu begitu besar, sebab game yang dikembangkan untuk PC dan atau konsol mampu untuk menawarkan kualitas secara kesuluruhan yang jauh lebih dalam dari game mobile. Gamecom Team salah satunya, yang saat ini sedang berkutat membuat game PC terbaru mereka, yang berjudul Parakacuk.

Diantara berbagai macam game Indonesia yang hadir di tahun ini, Parakacuk nampaknya jadi salah satu yang menarik perhatian. Pasalnya, game besutan Gamecom Team itu cukup berani untuk bermain-main dengan genre open-world yang dikombinasikan dengan gameplay beat ’em up.

Baca juga:

Dari pemilihan nama yang terkesan nyentrik hingga pemilihan genre yang tak biasa untuk game buatan developer Indonesia, membuat kami cukup penasaran sebenarnya apa alasan dibalik pembuatan game Parakacuk, dan bagaimana proses development game tersebut, Lantas yang membuat Gamecom Team membuat game ini? Apa tantangan selama proses pembuatannya, dan darimana nama ‘Parakacuk’ berasal? Kami pun berkesempatan untuk berbincang singkat dengan CEO dari tim developer Gamecom Team, Nanda. Simak perbincangan kami berikut ini.

zxcxcbbb_jvfz

UP: Pertama dari gamenya sendiri, nama ‘Parakacuk’ itu sendiri dapat dari mana?

Nanda: Jadi dulu waktu saya masih SMK, saya kan juga punya geng. Nah kebetulan, nama geng saya itu Parakacuk. Cuman kalau kita mau ngomongin arti dari Par akacuk, di KBBI itu artinya ‘para pembuat kekacauan’. Cuman kalau kenapa pakai nama Parakacuk, karena ya geng saya dulu ya Parakacuk. Malah sebelum saya mulai development itu, saya sempat ngomong sama geng saya dulu, “Bro, saya bikin game nih, gamenya geng-gengan gitu. Kira-kira bisa pakai nama Parakacuk nggak?”. Ternyata malah pada seneng, yaudah gaslah.

UP: Parakacuk ini kan bukan game pertama Gamecom Team ya. Sebelumnya pernah bikin game A Day Without Me. Kalau dilihat, gamenya itu punya genre yang beda. A Day Without Me lebih ke horor dan simulasi, sedangkan Parakacuk lebih ke fighting dan beat ’em up. Kenapa beralih ke genre game yang sangat berbeda?

Nanda: Sebenarnya, ada beberapa alasan. Yang pertama, kalau kita bisa bikin action atau fighting pada saat itu, kita mau bikin. Cuman kita mengingat kita belum ada dana, belum ada nama dan alasan-alasan lainnya, oleh karena itu kita bikin game seperti ini (A Day Without Me). Sekarang game itu sudah rilis, kita ada pemasukan, nama juga sudah ada, oke kita bikin game yang sesuai dengan keinginan kita waktu awal. Cuman alasan kenapa kita pengen bikin game-game seperti ini (action dan fighting), genre game di Indonesia itu belum ter-eksplore semua, nah kita mau masuk ke ranah itu. Satu per satu, pertama dari game action ini, mungkin kedepan kita bakal bikin game racing. Kita pengen genre-genre yang belum begitu dibikin oleh developer biasa, kita mau masuk.

UP: Nantinya apakah akan ada sistem upgrade? Misalnya upgrade sistem senjata atau moves?

Nanda: Ada. Kalau sudah main di demo, pemain diminta untuk mengumpulkan koin, itu salah satu cara untuk upgrade karakter. Dan bebrapa sistem sih ada buat customize senjata, mini games juga ada. Yang jelas kita gak bakal (menghadirkan permainan) pukul-pukulan aja yang seperti di demo.

UP: Untuk versi demonya sendiri sudah rilis di Steam dan sudah menentukan rekomendasi spesifikasi. Apakah ketika rilis nanti apakah ada perubahan spesifikasi?

Nanda: Ada perubahan. Bahkan di masa perubahan yang saat ini kita kerjakan, sudah ada perubahan di sistem. Kita sudah benar-benar turunin. Soalnya, di demo itu salah satu alasan kenapa kita rilis itu, supaya kita tahu gimana sih game ini jalan di PC lain. PC kita kebetulan juga terbatas, jadi kita nggak tau gimana (performa game) di PC lain gimana. Setelah rilis (demo), nah kita sudah dapat masukan nih sudah di PC lain, sekarang kita sudah tahu apa yang harus kita lakukan. Sekarang sudah jauh lebih baik dari segi performa.

Screenshot 2021-03-05 155536

Perbincangan kami belum berhenti sampai disini. Selanjutnya kami juga membahas seputar tantangan Gamecom Team dalam pembuatan game ini, rencana game selanjutnya yang akan mereka buat setelah Parakacuk, hingga alasan kenapa mereka menggunakan bahas Jawa di setiap game buatannya. Penasaran? Saksikan perbincangan kami selengkapnya di channel YouTube Upstation Media ya!


Bagi kalian yang mau top-up game kesayangan kalian bisa langsung kunjungi UniPin! Proses cepat dan harga murah! Subscribe channel YouTube UniPin Gaming untuk nonton konten game menarik.

Follow akun sosial media kami di:
Facebook: UP Station Indonesia
Twitter: @Upstationasia
Instagram: @upstation.asia

Yuk gabung di grup Discord kami!
Discord: UniPin Official Community

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Aplikasi UP Station
telah tersedia sekarang
Buka Artikel
Download Aplikasi