Saham Anjlok, Netflix Luncurkan Paket Murah dengan Dukungan Iklan

4 months ago 0 Comments

Netflix, setelah bertahun-tahun bersikeras menghadirkan paket berlangganan yang ada saat ini, akhirnya terbuka untuk menawarkan paket streaming murah yang akan didukung oleh iklan.

BACA JUGA:

Co-CEO Netflix, Reed Hastings, membenarkan bahwa perusahaan akan segera menerapkan strategi baru ini selama satu atau dua tahun ke depan. Tentu saja ada alasan dibalik luruhnya sikap Netflix terhadap layanan yang didukung iklan ini.

Strategi ini datang setelah Netflix harus menghadapi kenyataan pahit setelah perusahaan layanan streaming ini kehilangan 200.000 pelanggan dalam tiga bulan pertama di tahun 2022.

Parahnya lagi, angka tersebut diprediksi akan bertambah di kuartal dua menjadi 2 juta pelanggan jika Netflix masih bersikeras dengan pendiriannya. Karena itu, menambah opsi paket layanan murah yang didukung iklan dapat membuka jalur baru menuju pertumbuhan.

“Mereka yang mengikuti Netflix tahu bahwa saya menentang kerumitan periklanan dan lebih menyukai kesederhanaan berlangganan, tapi saya lebih memprioritaskan pilihan konsumen yang lebih besar. Banyak konsumen yang ingin mendapatkan harga lebih rendah dan toleran tehadap iklan, dan itu sangat masuk akal,” ujar Reed Hastings pada wawancara pendapatan Q1 perusahaan.

netflix

Hastings tidak membeberkan secara rinci tentang berapa biaya paket Netfilx murah yang didukung iklan. Sebagai perbandingan, harga paket HD Netflix saat ini, Standard Two-Stream HD, dihargai 15,49 USD (sekitar 222 ribu rupiah) di Amerika Serikat.

Strategi ini bukanlah hal baru di dunia layanan streaming. Hulu, HBO Max, dan Paramount+ sudah terlebih dahulu menyediakan paket streaming yang lebih murah dengan dukungan iklan di dalamnya.

Bahkan, Disney telah mengumumkan rencana untuk meluncurkan Disney+ dengan dukungan iklan mulai akhir 2022 nanti untuk pasar Amerika Serikat.

Saham Jatuh Jadi Alasan Netflix Hadirkan Paket Murah dengan Dukungan Iklan

Seperti yang sudah disebutkan di atas, Netflix baru saja kehilangan 200.000 pelanggan pada kuartal pertama di tahun 2022. Hal tersebut tentu saja membuat saham Netflix anjlok di awal tahun ini.

Netflix kini memiliki 221,6 juta pelanggan di seluruh dunia, dan masih yang terbesar dibandingkan layanan streaming lainnya. Namun, kehilangan 200.000 pelanggan hanya dalam tiga bulan tentu saja menjadi tamparan besar bagi perusahaan.

Benar saja, harga saham NFLX turun sebanyak 25% dengan laba kuartal keempat tahun 2021 Netflix adalah 1,5 miliar USD (setara 21 triliun rupiah), turun bila dibandingkan kuartal tahun sebelumnya yang meraih 1,7 miliar USD (setara 24 triliun rupiah).

Karena itulah Netflix mulai mengeksploitasi sektor lain untuk meningkatkan pendapatan mereka. Salah satunya adalah merambah industri game seperti Apple Arcade.

Membuka paket layanan murah dengan dukungan iklan pun menjadi satu strategi baru untuk meraih lebih banyak pelanggan dari berbagai kalangan. Berhasilkah? Mari kita tunggu di akhir kuartal dua tahun 2022 nanti.


Dapatkan berita gaming dan informasi menarik lainnya seputar dunia game, esports, film, anime, dan lainnya hanya di UP Station.

Bagi kalian yang mau top-up game kesayangan kalian bisa langsung kunjungi UniPin! Proses cepat dan harga murah!

Pastikan untuk mengikuti perkembangan terbaru dan berita gaming lainnya di akun sosial media kami:
FacebookUP Station Indonesia
YouTubeUpstation Media
Twitter@Upstationmedia
Instagram@upstation.media

Yuk gabung di grup Discord kami!
DiscordUniPin Official Community

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


Aplikasi UP Station
telah tersedia sekarang
Buka Artikel
Download Aplikasi