Nostalgia Winning Eleven: Game Populer yang Merekatkan Sekaligus Merusak Persahabatan!

2 months ago 0 Comments 666 views

Jika bicara tentang game paling populer di tahun 2000-an, sebagian orang pasti akan mengatakan game Winning Eleven adalah game yang paling diminati di tahun itu.

Winning Eleven adalah game simulasi sepak bola yang hadir di konsol PS1 dan PS2. Game ini sangat populer di kalangan anak rental PS di tahun itu selain karena sepak bola adalah olahraga terfavorit, game ini bisa dimainkan oleh dua orang sehingga tidak terjadi perebutan joystick di rental PS.

BACA JUGA:

Winning Eleven adalah versi Jepang dari game yang lebih kita kenal dengan nama Pro Evolution Soccer (PES). Meskipun kini nama Winning Eleven sudah tidak digunakan, namun para player PS tahun 2000-an masih suka bernostalgia dengan game ini.

Terbukti, beberapa toko online masih menjual CD dari Winning Eleven versi berapa pun. CD ini biasanya hanya untuk kenang-kenangan, bahkan dimainkan jika masih punya konsol PS1 atau PS2 yang masih bisa digunakan.

Kali ini, Upstation akan mengajakmu bernostalgia dengan 5 hal paling ikonik yang ada di Winning Eleven!

1. Roberto Carlos

Roberto Carlos adalah pemain paling overpowered di Winning Eleven meskipun berposisi sebagai bek kiri. Pemain bertubuh mungil ini bisa berlari sangat cepat dan memiliki tendangan bebas yang bisa melengkung.

Peraturan tidak tertulis untuk player Winning Eleven adalah tidak boleh mengubah posisi Roberto Carlos menjadi striker. Kombinasi umpan terobosan dan kecepatan Roberto Carlos membuat kemungkinan gol yang terjadi mencapai 100%.

Peraturan yang lebih ekstrem: Tidak boleh menggunakan tim yang ada Roberto Carlosnya!

2. Adriano dan Tendangan Gledeknya

Selain Roberto Carlos, Adriano juga salah satu pemain fenomenal di Winning Eleven.

Tanpa di-edit, shot power milik Adriano sudah 99, nilai tertinggi untuk ability untuk seorang player. Dengan shot power maksimal, tendangan pemain Brazil ini membuat penjaga gawang lawan ketar-ketir.

Masih kurang? Adriano memiliki balance sebesar 98, yang membuatnya tidak bergeming meskipun dijaga oleh dua pemain bertahan. Lebih baik menyerah saja jika ada Adriano di kubu lawanmu.

3. Kazuki Ito, Wasit Terkejam

Kazuki Ito adalah salah satu wasit di Winning Eleven yang terkenal dengan kesadisannya.

Wasit ini sangat dihindari oleh player Winning Eleven sebab ringannya tangan Kazuki Ito dalam mengeluarkan kartu merah. Masalah utamanya adalah kartu merah itu keluar untuk pelanggaran jenis apapun.

Jika kamu menekan sembarangan tombol O untuk menjegal lawanmu, kartu merah akan kamu dapatkan. Tetapi jika kamu sudah berhati-hati dalam menahan serangan lawan dan kamu yakin itu bukan pelanggaran berat, bagi Kazuki Ito pelanggaran tetaplah pelanggaran. Kartu merah tetap kamu dapatkan.

4. ‘Shutooo’, ‘Gor Gor Gor Gorr’, dan ‘Wan Chu”

Jon Kabira adalah broadcaster ternama di Jepang, dan menjadi pengisi suara komentator di game Winning Eleven.

Dengan logat Jepangnya, Jon Kabira menciptakan kata-kata ala komentator yang ikonik bagi game Winning Eleven. Salah satunya adalah ‘shutooo’ untuk tendangan yang keras namun melenceng.

Selain ‘shutoo’, ada ‘gor gor gor gorr’ untuk gol yang diciptakan, dan ‘wan chu’ jika tim tersebut melakukan teknik umpan satu-dua sentuhan. Beberapa istilah lain juga sering terdengar seperti Bahasa Indonesia sehingga menjadi bahan meme.

Rasanya akan hampa apabila bermain game Winning Eleven tanpa kehadiran suara komentator Jon Kabira. Suaranya yang khas inilah yang membuat player jaman old ingin nostalgia lagi bersama Winning Eleven.

5. ‘Wancu’, Teknik Merusak Pertemanan

Teknik yang dimaksud adalah ‘one-two pass’ atau umpan satu-dua sentuhan untuk mengecoh pertahanan lawan. Entah karena komentator yang pengucapannya kurang jelas atau pendengaran anak rental PS yang kurang baik, teknik ini lebih dikenal dengan nama ‘wancu’.

Teknik ini mudah dengan menekan tombol L1+X, yang sulit adalah mengatasinya. Hal ini dikarenakan masih kakunya gameplay dari Winning Eleven sehingga kita tidak leluasa menggerakkan pemain untuk membendung serangan ‘wancu’ ini.

Teknik ini juga dikenal sering merusak pertemanan. Jangan heran jika di rental PS ada dua bocah yang datang bersamaan, setelah bermain Winning Eleven pulangnya sendiri-sendiri.

***

Itulah kelima hal ikonik yang ada di game Winning Eleven. Jika kamu mengingat dan mengalami lima momen di atas, maka dijamin masa kecilmu sangatlah bahagia.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Aplikasi UP Station
telah tersedia sekarang
Buka Artikel
Download Aplikasi