Nvidia Didenda Rp80 Miliar, Buntut dari Penjualan GPU ke Crypto Miner

2 months ago 0 Comments

Nvidia mengalami nasib yang cukup buruk setelah perusahaan teknologi multinasional Amerika tersebut harus membayar denda sebesar 5,5 juta USD (setara 80 miliar rupiah) kepada Securities and Exchange Commission (SEC) Amerika Serikat.

Hal ini dilakukan untuk menyelesaikan tuduhan yang ditujukan kepada Nvidia yang diklaim mengaburkan angka penjualan GPU milik mereka kepada para penambang crypto alias miner.

BACA JUGA: 

SEC menuduh Nvidia sengaja menyesatkan investor mengenai penjualan GPU kepada Crypto Miner, dengan melaporkan bahwa peningkatan besar dalam pendapatan terjadi lewat penjualan GPU untuk para gamer.

Hal tersebut menyembunyikan seberapa besar keberhasilan Nvidia menjual kartu grafisnya kepada para miner yang digunakan untuk menambang mata uang crypto yang sangat dicari banyak orang.

Nvidia sendiri tak mengakui hal tersebut sebagai sebuah kesalahan seperti dituduhkan oleh pihak SEC, namun perusahaan tetap setuju untuk menghentikan kegagalan yang melanggar hukum untuk mengungkapkan informasi.

Kasus Penjualan GPU Nvidia Kepada Crypto Miner Terjadi pada Tahun 2018

mining

Tuduhan pengaburan angka penjualan GPU kepada Crypto Miner oleh Nvidia ini berasal dari laporan keuangan tahun 2018. SEC mencatat Nvidia mengalami ledakan penjualan terkait penambangan crypto pada tahun 2017, saat imbalan penambangan Ethereum tumbuh secara drastis.

Penambangan kripto sendiri menjadi salah satu penyebab kelangkaan GPU. Nvidia sendiri berusaha mengatasi kelangkaan tersebut dengan meluncurkan CMP, lini GPU khusus para penambang crypto.

Namun, karyawan Nvidia mengakui bahwa masih banyak GPU gaming masih diperjualbelikan untuk para penambang crypto, khususnya untuk pasar China. Inilah yang dipermasalahkan oleh SEC.

“Analisis dan investor NVIDIA tertarik untuk memahami sejauh mana pendapatan gaming perusahaan dipengaruhi oleh penambangan crypto dan secara rutin bertanya kepada manajemen senior tentang sejauh mana peningkatan pendapatan game selama jangka waktu ini didorong oleh penambangan crypto” tuduh SEC

Nvidia sendiri tidak menyebut penjualan terkait penambangan crypto sebagai salah satu faktor kesuksesan divisi game-nya. Tentu saja hal tersebut dipermasalahkan oleh para investor yang tak mendapatkan informasi ini.

“Kegagalan pengungkapan NVIDIA membuat investor kehilangan informasi penting untuk mengevaluasi bisnis di pasar utama. Semua emiten, termasuk yang mengejar peluang yang melibatkan teknologi baru, harus memastikan bahwa pengungkapan mereka tepat waktu, lengkap, dan akurat,” kata Kristina Litman, Kepala SEC Cryto Assets and Cyber Unit.

Hingga artikel ini diturunkan, belum diketahui apakah denda 80 miliar rupiah ini akan mempengaruhi produksi GPU dari Nvidia.


Dapatkan berita gaming dan informasi menarik lainnya seputar dunia game, esports, film, anime, dan lainnya hanya di UP Station.

Bagi kalian yang mau top-up game kesayangan kalian bisa langsung kunjungi UniPin! Proses cepat dan harga murah!

Pastikan untuk mengikuti perkembangan terbaru dan berita gaming lainnya di akun sosial media kami:
FacebookUP Station Indonesia
YouTubeUpstation Media
Twitter@Upstationmedia
Instagram@upstation.media

Yuk gabung di grup Discord kami!
DiscordUniPin Official Community

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


Aplikasi UP Station
telah tersedia sekarang
Buka Artikel
Download Aplikasi