7 Alasan Kenapa One Piece Lebih Baik dari Naruto, Banjir Fakta!

3 weeks ago 0 Comments

Rasanya udah no debat deh kalau kita semua menganggap One Piece punya taraf kualitas yang sangat jauh di atas Naruto. Mulai dari aspek yang tidak terlalu diperhatikan sampai aspek yang paling mencolok sekalipun, One Piece menang telak di segala aspek dari Naruto.

BACA JUGA:

Berikut UP Station telah merangkum beberapa alasan mengapa One Piece itu jauh lebih unggul daripada Naruto.

Meskipun opini sangat rawan untuk diserbu oleh para Navers di seluruh dunia, tapi apa salahnya untuk mengungkapkan fakta yang valid, ‘kan?

1. Lebih Sedikit Filler-nya di Anime

one piece naruto

One Piece memang terkenal mempunyai akumulasi episode anime yang sangat banyak, berkat banyaknya chapter yang harus diadaptasi dari manganya. Akan tetapi, bila dibandingkan dengan Naruto, jujur saja, filler yang ada di One Piece bisa dikatakan tidak terlalu banyak.

Sekalipun ada filler, filler di One Piece rasanya sangat menyenangkan untuk diikuti. Well, ada sih beberapa filler yang membosankan untuk diikuti, tetapi sisanya udah tergolong worth it buat disimak, kok.

Jauh berbeda dengan Naruto yang mayoritas (hampir semua) filler-nya kelihatan sama sekali tidak esensial. Jelas sekali intensi staf animenya untuk memperpanjang cerita saja.

2. Segudang Arc Epic

one piece naruto

One Piece jadi anime yang punya banyak sekali arc dengan nuansa epic. Bila dipersentasekan, kira-kira ada 80% arc di One Piece yang punya nilai epicness yang luar biasa

Sebut aja deh, misalnya Marineford. Sampai hari ini pun, arc Marineford acapkali masih jadi perbincangan hangat para nakama di internet karena banyak sekali topik yang masih bisa diulas dan relevan sampai hari ini.

Selain Marineford, arc epic lain yang menuai kesuksesan One Piece adalah Enies Lobby. Banyak penonton yang baru maraton One Piece baru-baru ini begitu terkesima atas aksi Luffy dkk untuk menjemput Nico Robin dari Enies Lobby. Penonton yang baru nonton sekarang saja merinding pas nonton, lantas gimana ya reaksi para nakama senior yang menonton episode tersebut pas waktu premiere-nya?

3. Character Development

Luffy Development

Salah satu faktor yang membuat para nakama jadi betah untuk mengikuti One Piece adalah karena seri ini punya kisah character development yang sangat menarik. Dari 1000-an chapter, sudah ada banyak sekali dinamika sifat yang terjadi untuk tiap karakternya, khususnya pada kru Topi Jerami selaku karakter utama.

Sebut saja, yang paling mencolok adalah Roronoa Zoro, wakil kapten Luffy. Awalnya, Zoro menunjukkan diri sebagai seseorang yang hanya menjadi kru bajak laut yang doyan bersenang-senang. Seiring berjalannya kisah, Zoro seakan disulap jadi karakter yang sangat berwibawa dan dewasa.

Lalu, ada pula Nami, Usopp, dkk yang awalnya pengecut, tetapi bisa sukses berubah jadi bajak laut yang gagah berani, bahkan untuk bisa berhadapan dengan sosok yonko atau admiral sekalipun demi membela impian teman mereka.

4. Konsep Kekuatan yang Menarik

Luffy Power

Mangaka One Piece Eiichiro Oda sudah memetakan konsep kekuatan di One Piece, dengan amat simpel, tetapi juga berhati-hati.

Konsep kekuatan di One Piece itu engga pakai chakrachakra-an atau jinchuriki, kayak di Naruto, tetapi, menggunakan yang namanya buah iblis, atau bisa juga haki.

Haki notabene merupakan kekuatan yang berasal dari manifestasi tekad diri. Sementara itu, buah iblis adalah buah yang bila dimakan dapat memberikan kekuatan unik, tergantung jenis buah iblis yang dimakan.

Konsep kekuatan di seri mana lagi yang bisa membuat seonggok buah yang biasa kita lihat di pasar dan sebuah “tekad”, jadi sebuah entitas yang amat berharga nan mengerikan? Hanya One Piece yang bisa.

5. World Building yang Ciamik

wallpaperflare.com_wallpaper(2)

Genre petualangan yang disematkan pada seri One Piece nyatanya bukan omong kosong belaka. Kita benar-benar menyaksikan sebuah dunia fiksi yang betul-betul kaya akan isi, membuktikan komitmen Eiichiro Oda yang benar-benar serius untuk merajut isi dunia One Piece.

Saking seriusnya One Piece, Oda bahkan menyusun dengan apik sejarah di dalam universe-nya secara detail. Nggak cuma sekedar bajak laut, Oda menceritakan berbagai elemen seperti kerajaan, marinir, hingga pemerintahan dunia yang begitu detail & terkonsep dengan baik.

Di Naruto, sejarah cuma dibikin sekadar ada doang, dan terkadang terkesan dipaksa “ada” demi alur cerita.

Sedangkan sejak awal di One Piece, kita sudah diperlihatkan dunia lautan yang begitu luas, lengkap dengan lore spesifik untuk masing-masing tempat.

Lha, Naruto? World building-nya kelewat pelit.

Lingkungannya cuman sebatas desa shinobi doang, dan gak lebih dari itu. Lebih sadisnya lagi, beberapa tempat di Naruto hanya sekadar disebut saja, tetapi tidak pernah dieksplorasi.

Begitu syulit.

6. Oda, Master of Trolling, Foreshadowing, dan Everything!

cp-0 one piece

Tidak seperti mangaka sebelah yang buru-buru menamatkan serinya, tetapi berakhir tragis karena penuh dengan plot hole (bukan ngomongin soal Naruto), Eiichiro Oda justru lebih memilih bekerja seperti kura-kura yang telaten.

Oda tampak sangat memahami isi cerita yang dia karang sendiri. Bahkan, sangat memberikan atensi pada detail-detail kecil, yang terkadang tidak disadari oleh penggemar.

Misal, yang baru-baru ini heboh, deh. Terkait Jaguar D. Saul, karakter yang sempat dianggap tewas oleh penggemar, tiba-tiba sekarang dikabarkan bisa selamat dari kejadian tersebut, dan melakukan aksi besar yang menyelamatkan “Will of Ohara”.

Lalu, ada info dari chapter teranyar yang mendeskripsikan bahwa Dragon dan Vegapunk sudah mempunyai relasi sejak lama.

Siapa yang menyangka kalau pelbagai plot twist ini bisa terjadi? Hanya Oda, gitu loh.

Diam dianggap tidak niat tamatin One Piece, sekalinya bergerak, bikin haters ketar-ketir. Itulah Oda, sang maestro di balik mahakarya bernama One Piece.

7. Karakter Sampingan di Naruto Cuman Dibuat Sekadar Ada, Oda Tak Pernah Lupa Karakter Buatannya

one piece naruto

Sesungguhnya, Masashi Kishimoto sudah sempat dipuji UP Station karena terbukti sukses dalam mendesain dan menciptakan karakter di seri Naruto. Akan tetapi, kekurangan fatal yang dipunyai Masashi adalah gagalnya Masashi untuk mengelola berbagai karakter tersebut, sehingga pada akhirnya dilupakan begitu saja oleh penggemarnya.

Padahal, karakter ciptaan Masashi bila diperhatikan secara lebih serius, punya potensi besar untuk jadi karakter yang menarik atensi penggemar.

Masashi Kishimoto harus belajar banyak dari Eiichiro Oda yang sukses menciptakan berbagai karakter sampingan yang masih tetap digunakan meski sudah terlewat jauh hingga ratusan episode.

***

Itulah poin-poin argumen yang memantapkan posisi One Piece untuk bisa berada di atas Naruto. Kamu setuju dengan argumen ini?


Dapatkan berita gaming dan informasi menarik lainnya seputar dunia game, esports, film, anime, dan lainnya hanya di UP Station.

Bagi kalian yang mau top-up game kesayangan kalian bisa langsung kunjungi UniPin! Proses cepat dan harga murah!

Pastikan untuk mengikuti perkembangan terbaru dan berita gaming lainnya di akun sosial media kami:
FacebookUP Station Indonesia
YouTube: Upstation Media
Twitter: @upstationmedia
Instagram: @upstation.media

Yuk gabung di grup Discord kami!
Discord: UniPin Official Community

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


Aplikasi UP Station
telah tersedia sekarang
Buka Artikel
Download Aplikasi