[Opini] Anime Isekai: Genre yang Laris Manis, tapi Mulai Membosankan?

3 months ago 0 Comments

Entah bagi penonton anime kasual, otaku, atau wibu, genre isekai sudah pasti tidak asing di telinga mereka. Genre yang satu ini kerap menjadi andalan para kreator manga dan anime, sebab formulanya hampir terbukti ampuh diminati banyak orang.

Siapa yang tak suka dengan genre isekai? Biasanya, anime atau manga dengan genre ini menawarkan alur cerita yang semuanya hampir mirip: sang tokoh utama yang hidup di dunia nyata, biasanya mati dan berpindah ke dunia fantasi yang mirip seperti game.

Baca juga:

Di sana, ia mendapat kekuatan super hebat, lengkap dengan kawan-kawan berupa ksatria atau penyihir, yang kebanyakan adalah wanita berparas cantik dan seksi sebagai bumbu penyedapnya.

Terdengar familiar? Genre ini seakan memberikan penonton ruang untuk berimajinasi liar, untuk kabur dari realita kehidupan nyata yang cukup keras dan melelahkan, ke sebuah dunia fantasi yang apik dan menyenangkan. Bahasa kerennya, escapism.

Efek yang sama sebenarnya juga dapat dirasakan di film-film superhero yang sedang ramai beredar sejak 10 tahun belakangan. Maka tidak heran sebenarnya mengapa anime semacam ini mendapat tempat spesial di hati banyak penggemar.

Berkat formula isekai, banyak anime jenis ini yang bisa diterima dengan baik, dan penggemarnya kini punya jumlah yang jelas tidak sedikit.

Tapi, apakah kamu menjadi salah satu orang yang mulai jenuh dengan keberadaan genre ini?

Kerap Menjadi Andalan, namun Berakhir Overused?

ALO_Group (1)

Sebelum ngebacot lebih jauh, mari kita bahas asal genre ini. Menurut riset kecil-kecilan yang penulis lakukan, Alice in Wonderland atau Fushigi no Kuni no Alicesepertinya merupakan serial anime pertama yang mengangkat genre ini, tepatnya pada tahun 1983 hingga 1984. Keberadaan genre ini terus hadir, namun konsistensinya tidak terlalu sering.

Lalu pada tahun 2012, mata penduduk muka bumi mulai terbuka dengan genre isekai. Bagai malaikat yang turun dari langit, lahirlah anime Sword Art Online. Ya, anime inilah yang menjadi pemantik sumbu dari meledaknya genre magis ini.

Usai SAO, anime dengan gaya serupa mulai meluncur ke permukaan, sebut saja seperti Log Horizon dan saudara-saudaranya. Sejak saat itu, genre isekai kerap menjadi andalan, hingga saat ini.

Penulis sendiri mungkin masuk ke kategori penonton anime kasual. Tapi menurut kacamata amatir penulis, genre isekai menjadi terlalu sering digunakan. Di tiap musim, pasti ada saja anime isekai yang muncul, entah berupa anime baru atau sekuel. Tidak sedikit rasanya penggemar anime yang sudah mulai muak dengan kehadiran genre ini.

Isekai seakan menjadi jalan keluar yang malas untuk para kreator manga dan anime di luar sana. Kesannya, isekai dijadikan sebagai solusi praktis yang kerap digunakan agar manga dan anime-nya bisa laku di pasaran. Orang yang merasakan hal ini ternyata tidak sedikit.

Hosuke Nojiri contohnya, seorang penulis novel science fiction ternama asal Jepang, juga menyuarakan hal yang serupa. Lewat cuitan di akun Twitter-nya, ia berkata bahwa isekai adalah genre yang tidak memberikan manfaat apa-apa.

Ia menggambarkan, karakter utama di anime isekai yang biasanya telah mati, dengan beruntungnya, dapat pergi ke sebuah dunia fantasi yang mirip dengan video game, yang sama sekali tidak terasa orisinil.

Ia juga mengatakan bahwa sang tokoh utama bisa mendapatkan para karakter wanita dengan mudah dengan tanpa usaha. Sontak saja, ia langsung diserang oleh para penggemar isekai garis keras garda depan. Cuitannya pun kini telah dihapus.

Slime

Meski terdengar kontroversial, namun pendapatnya memang benar memang benar menurut penulis. Kenyataannya, para karakter utama di anime isekai seakan mendapat duren runtuh, dengan kekuatan maha dahsyat super OP yang entah dari mana asalnya, dan kerap menjadi magnet para wanita di dunia tersebut. Sebuah penggambaran karakter yang cukup malas jika dipikir.

Sejujurnya, tidak ada yang salah dengan genre yang satu ini. Beragam anime yang menawarkan genre ini sebagai basis utamanya, tetap enak-enak saja untuk dinikmati. Seperti yang penulis sebut di pembuka artikel ini, isekai adalah formula yang tepat untuk escapism para penontonnya. Hanya saja, gaya bercerita yang begitu-begitu saja membuat sebagian orang merasa jenuh.

Tapi seperti genre slice of life dan sports, isekai jelas tidak menunjukkan tanda-tanda akan mati dalam waktu dekat. Jika genre ini memang terus berlanjut popularitasnya, semoga saja kita bisa disuguhkan dengan anime isekai yang lebih ‘beda’.

Lalu, untuk kamu yang mungkin sudah lelah dengan genre ini, untungnya dunia anime tidak semuanya isekai. Ada genre lain yang layak dieksplorasi. Mau yang chill dan tidak memusingkan? Ada kombinasi slice of life dan comedy. Mau yang seru dengan konsep dunia futuristik? Bisa coba anime mecha dan space opera seperti Gundam, Cowboy Bebop, dan lainnya.

Semoga saja, akan lebih banyak manga dan anime yang mau mengeksplorasi genre keren lainnya, selain berandai-andai hidup kembali di dunia fantasi yang indah di isekai.

Yosh, saatnya lanjut marathon One Piece.


Dapatkan berita gaming dan informasi menarik lainnya seputar dunia game, esports, film, anime, dan lainnya hanya di UP Station.

Bagi kalian yang mau top-up game kesayangan kalian bisa langsung kunjungi UniPin! Proses cepat dan harga murah!

Pastikan untuk mengikuti perkembangan terbaru dan berita gaming lainnya di akun sosial media kami:
Facebook: UP Station Indonesia
YouTube: Upstation Media
Twitter: @Upstationmedia
Instagram: @upstation.media

Yuk gabung di grup Discord kami!
Discord: UniPin Official Community

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


Aplikasi UP Station
telah tersedia sekarang
Buka Artikel
Download Aplikasi