Perang Konten akan Jadi Masa Depan Dunia Game

4 months ago 0 Comments

Jika menengok ke belakang di era 80-an hingga 90-an, industri gim disuguhkan dengan “perang” antar pembuat konsol. Waktu itu, ada banyak sekali perusahaan yang membuat versi konsolnya sendiri beserta judul gim yang menarik pemain.

Beberapa nama besar bahkan tumbang di kerasnya medan tempur, seperti Atari dan Sega. Di era modern, tersisa tiga nama yang menjadi pemain besar di industri konsol: Sony (PlayStation), Microsoft (Xbox), dan Nintendo.

Di masa depan, diperkirakan perang yang terjadi sudah bukan lagi perang memproduksi konsol terbaik untuk pemain, melainkan perang memproduksi konten terbaik untuk konsolnya.

BACA JUGA:

Hal ini seolah terbukti dengan diakuisisinya raksasa gim Activision Blizzard oleh Microsoft dengan nominal yang fantastis, $68,7 miliar atau setara Rp986 triliun. Hal ini bisa dimaklumi, mengingat banyak judul gim terkenal dari Activision Blizzard, termasuk gim yang ramai di kancah esports.

Aset Gim yang akan Dimiliki oleh Microsoft

Activision Games Take Home Major Wins at The Game Awards 2019

Microsoft melakukan akuisisi ketika Activision Blizzard tengah diterjang badai masalah yang seolah tak kunjung selesai. Yang paling panas tentu saja masalah pelecehan seksual terhadap karyawan wanita, yang berujung denda dengan nominal yang luar biasa.

Selain itu, masih ada kasus lain yang tak kalah berat seperti suasana tempat kerja yang toxic, diskriminasi pekerjaan karena gender yang berujung tuntutan hukum, hingga adanya pemogokan dari karyawan sebagai bentuk protes.

CEO J. Allen Brack telah mengundurkan diri, diikuti oleh sejumlah eksekutif lain, tetapi itu belum menyelesaikan masalah lain. Pembelian Microsoft (yang diperkirakan akan selesai pada Juni 2023) diharapkan bisa menghapus citra buruk yang sudah terlanjur melekat ke perusahaan.

Pembelian ini turut membuat Microsoft memiliki studio besar yang berada di bawah naungan Activision Blizzard, seperti Infinity Ward, King, Sledgehammer Games, Treyarch, Raven, dan masih banyak lainnya. Beberapa judul gim yang paling terkenal antara lain:

  • Waralaba Activision: Call of Duty, Guitar Hero, Tony Hawk’s Pro Skater, Crash Bandicoot, Spyro
  • Waralaba Blizzard: Warcraft, Starcraft, Overwatch, Diablo, Hearthstone, Heroes of the Storm
  • Waralaba King: Candy Crush

Sebelumnya, Microsoft juga telah membeli studio gim lainnya, Bethesda Zenimax, pada September 2020 senilai $7,5 miliar (Rp107 triliun). Bisa dibilang, itu merupakan langkah besar pertama dari Microsoft sebelum melangkah lebih besar lagi dengan akuisisi Activision Blizzard.

Dengan mengakuisisi Activision Blizzard beserta komponen-komponen yang ada di dalamnya, kemungkinan besar Microsoft ingin melakukan ekspansi besar-besaran terhadap game pass dan exclusive games yang bisa dimainkan di Xbox dan PC Windows.

Selain itu, Microsoft juga bisa memanfaatkan industri esports yang telah dimiliki oleh Activision Blizzard. Salah satunya berasal dari World of Warcraft yang merupakan salah satu gim tersukses dalam genre MMO.

Perang Konten antar Konsol

Call of Duty®: Vanguard — How to Unlock Prestigious Rewards, Play with Friends Through the New Clans System

Judul gim yang paling menarik tentu saja Call of Duty, salah satu gim FPS paling populer sepanjang masa. Jika Microsoft memiliki lisensi penuh atas franchise ini, bukan tidak mungkin mereka akan menghentikan produksi gim ini untuk konsol rival abadi mereka, PlayStation.

Gim Call of Duty terakhir yang dirilis untuk konsol PlayStation adalah Vanguard. Bukan tidak mungkin kalau judul ini berpotensi menjadi gim Call of Duty terakhir yang tersedia untuk konsol buatan Sony tersebut.

Seperti yang telah kita ketahui bersama, masing-masing konsol next-gen yang sekarang beredar (PlayStation 5, Xbox Series X|S, Nintendo Switch) masing-masing memiliki judul gim eksklusif yang hanya bisa dimainkan di konsol tersebut.

Sebagai contoh, PlayStation memiliki judul seperti God of War, Spider-Man, Horizon, hingga The Last of Us. Xbox tidak mau kalah dengan merilis Halo dan Forza Horizon, sedangkan Switch punya banyak judul gim Mario dan Pokemon.

Jumlah mengejutkan yang dikeluarkan oleh Microsoft untuk melakukan akuisisi Activision Blizzard seolah menunjukkan bahwa masa depan industri gim bukan lagi mengenai spesifikasi konsol dengan teknologi terbaru, melainkan konten apa yang bisa dimainkan di dalamnya.

Apalagi, PlayStation dan Xbox seolah selalu bertarung di arena pertarungan yang sama, ketika Nintendo memiliki “zona nyamannya” sendiri. Konsol mereka bisa dibilang seimbang, sehingga yang menjadi penentu mana yang dipilih oleh konsumen adalah gim-gim yang bisa dimainkan.

Kegagalan layanan gaming cloud seperti Google Stadia dan Amazon Luna seolah menjadi bukti kalau pemain sudah tidak terlalu peduli dengan penawaran produk fisik. Mau sebagus apapun, jika konten yang dimiliki sampah, maka tidak akan yang ingin memainkannya.

Masa Depan Industri Gim

PS5 vs Xbox Series X: which next-gen console should you buy? | TechRadar

Manuver yang dilakukan oleh Microsoft dengan mengakuisisi Activision Blizzard bukan tidak mungkin akan menjadi gong untuk memulai perang konten yang sebenarnya. Bukan tidak mungkin di masa depan akan lebih banyak lagi merger dan akuisisi yang dilakukan oleh Sony, Microsoft, bahkan Nintendo.

Bisa dibayangkan bagaimana jadinya jika Sony berhasil mengakuisisi Konami dan Capcom yang sama-sama berasal dari Jepang, tentu jenis gim yang dapat dimainkan pada satu konsol menjadi lebih terbatas.

Industri hiburan secara umum juga tengah bergeser menjadi subscribe model, di mana kita harus membayar biaya tertentu setiap bulan agar bisa menikmati konten-konten yang ada. Dengan adanya konten-konten eksklusif, konsumen pun seolah “dipaksa” untuk berlangganan sistem ini.

Pada akhirnya, semua kembali ke tangan konsumen. Kita harus menimbang gim apa yang ingin dimainkan dan konsol mana yang menyediakan gim tersebut. Sekali lagi, sekarang adalah tentang kontennya, bukan konsolnya.


Bagi kalian yang mau top-up game kesayangan kalian bisa langsung kunjungi UniPin! Proses cepat dan harga murah! Subscribe channel YouTube UniPin Gaming untuk nonton konten game menarik.

Follow akun sosial media kami di:

Facebook: UP Station Indonesia

YouTube: UP Station Media

Twitter: @Upstationasia

Instagram: @upstation.media

Discord: UniPin Official Community

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


Aplikasi UP Station
telah tersedia sekarang
Buka Artikel
Download Aplikasi