Gamer Perempuan Sedang Naik Daun, Jangan Sampai Ternodai OnlyFans

1 month ago 0 Comments

Selama ini dunia game terasa sangat maskulin. Tidak percaya? Coba saja tengok turnamen-turnamen esports besar di dunia, hampir bisa dipastikan kalau pesertanya laki-laki semua.

Padahal, ada banyak talenta gamer dari kaum hawa. Sayangnya, kehadiran mereka kurang mendapatkan sorotan seolah hanya menjadi bayang-bayang dari pemain laki-laki.

Banyak orang yang telah menyadari kekurangan ini, sehingga ada banyak turnamen yang bisa menjadi wadah untuk gamer perempuan. Contoh turnamen tersebut adalah UniPin Ladies Series.

Dengan adanya wadah seperti itu, para gamer perempuan dapat menunjukkan kalau kemampuan mereka tidak kalah dari laki-laki. Jika berbicara tentang skill, sebenarnya tidak ada perbedaan yang berarti.

BACA JUGA:

Fenomena ini sejatinya mendapatkan perhatian dari publik. Buktinya, turnamen UniPin Ladies Series yang sedang berjalan sekarang ditonton oleh puluhan ribu viewers setiap harinya.

Ini menunjukkan kalau masyarakat menaruh perhatian kepada para gamer perempuan. Bukan hanya karena paras cantiknya, tapi juga kemampuannya dalam bermain.

Pada umumnya, ada dua jalur yang dipilih oleh perempuan yang memiliki passion di dunia game, antara menjadi atlet esports atau menjadi streamer di berbagai platform seperti Twitch, YouTube, dan Facebook Gaming. Ada juga yang berusaha menaikkan pamor esports dengan menjadi seorang brand ambassador (BA).

Nah, jangan sampai momentum naik daunnya para gamer dan sosok perempuan di esports ini ternodai oleh aktivitas-aktivitas negatif yang kesannya hanya menjual tubuh. Salah satunya adalah dengan bergabung situs dewasa yang juga sedang populer, OnlyFans.

Alinity Divine dan OnlyFans

Gabung Situs OnlyFans, Ini Potret Gamer Seksi Alinity Divine - HiTekno.com

Kekhawatiran ini bukan tanpa sebab. Kita bisa melihat contohnya dari kasus Alinity Divine, seorang streamer Twitch perempuan yang terkenal karena kecantikan dan keseksian tubuhnya.

Ia bukan orang baru di platform Twitch. Setidaknya, perempuan asal Kolombia ini sudah berkarir selama 10 tahun dan memiliki lebih dari 1.3 juta followers. Game yang ia mainkan antara lain World of Warcraft, Apex Legend, Overwatch, hingga Fall Guys.

Lantas, muncul pengakuan mengejutkan kalau ia bergabung dengan situs dewasa OnlyFans. Tidak cukup di situ, ia juga membuat pernyataan mengejutkan kalau ia mendapatkan lebih banyak uang dari OnlyFans dibandingkan di Twitch.

Saya tidak ingin mengatakan seberapa banyak yang saya dapatkan di tempat satu atau lainnya, tapi dalam dua bulan, saya menghasilkan setara dengan sepuluh tahun berada di Twitch,” katanya dilansir dari RT.

Sebenarnya ketika masih fokus berkarir di Twitch, Alinity beberapa kali tersandung kasus. Selain perselisihannya dengan PewDiePie, akunnya juga pernah ditangguhkan karena memamerkan anggota tubuhnya saat live streaming.

OnlyFans sendiri sejatinya bukan situs dewasa. OnlyFans adalah situs layanan berlangganan di mana content creator dapat memperoleh uang secara langsung dari penggemar mereka.

Sayangnya, layanan ini kerap dikaitkan dengan kegiatan pornografi sehingga mendapatkan cap negatif. Padahal, ada content creator lain yang membuat konten non-pornografi seperti ahli fitness dan musisi.

Banyaknya content creator yang membuat konten dewasa dikarenakan pangsa pasarnya yang cukup besar dan menjanjikan keuntungan yang tidak sedikit, sehingga wajar jika banyak yang tergoda.

Gamer Perempuan Bisa Sukses Tanpa OnlyFans

Opinion: Why do we need all-women esports teams? - Esports Insider

Tanpa bermaksud merendahkan perempuan, banyak yang menganggap apa yang dilakukan Alinity untuk mendapatkan uang begitu mudah. Ia punya kecantikan dan tubuh yang indah, sehingga ia bisa “menjualnya” di dunia maya.

Jika ada atlet esports atau streamer di Indonesia yang melakukan hal serupa, kemungkinan besar ia akan mendapatkan kecaman karena perbuatan tersebut dianggap tabu dan tidak pantas.

Akan tetapi, bukan tidak mungkin cara yang dilakukan oleh Alinity ditiru. Mungkin tidak secara terang-terangan dengan bergabung OnlyFans, tapi ada upaya-upaya lain yang menjadikan lekuk tubuhnya sebagai nilai jual sehingga namanya bisa terkenal lebih cepat.

Seandainya hal tersebut sampai terjadi, tentu akan mencoreng nama baik perempuan di dunia game yang sedang naik daun dan diperjuangkan oleh banyak pihak.

Akan muncul stigma kalau gamer atau streamer perempuan hanya bermodalkan kecantikan dan tubuh seksi tanpa diiringi skill bermain yang mumpuni. Padahal, kita tahu kalau hal tersebut tidak benar.

Selain itu untuk kamu yang laki-laki, jangan hanya mengidolakan gamer atau streamer dari fisiknya saja. Perhatikan juga skill mereka dalam bermain game dan coba tiru hal-hal yang positif dari mereka.

Alangkah baiknya jika para perempuan di dunia game, baik sebagai atlet esports, streamer, maupun BA, tetap berkiprah dengan cara yang baik dan tidak melanggar moral.

Ada banyak cara untuk menunjukkan kehebatan kita, seperti mengikuti turnamen-turnamen yang ada. Di masa depan, bukan tidak mungkin akan diadakan turnamen esports yang tidak memandang gender. Laki-laki dan perempuan ada di dalam satu tim yang sama.


Dapatkan berita gaming dan informasi menarik lainnya seputar dunia game, esports, film, anime, dan lainnya hanya di UP Station. Bagi kalian yang mau top-up game kesayangan kalian bisa langsung kunjungi UniPin! Proses cepat dan harga murah! Subscribe channel YouTube UniPin Gaming untuk nonton konten game menarik.

Follow akun sosial media kami di:

Facebook: UP Station Indonesia

YouTube: UP Station Media

Twitter: @upstationmedia

Instagram: @upstation.media

Discord: UniPin Official Community

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


Aplikasi UP Station
telah tersedia sekarang
Buka Artikel
Download Aplikasi