[Review] Arcane Act 1: Kisah Tragis dan Dewasa dari League of Legends yang Luar Biasa Bagus!

8 months ago 0 Comments

Meski sudah terbilang besar dari sisi game, Riot Games sepertinya masih ingin mengembangkan potensi IP League of Legends miliknya lewat sebuah serial animasi terbaru berjudul Arcane di Netflix.

Lewat serial ini, mereka mengangkat lore dunia League of Legends yang secara mengejutkan, tampak begitu menarik untuk disimak. Sebanyak tiga episode pertama yang tergabung dalam Act 1, kini telah rilis di Netflix sejak tanggal 6 November 2021 lalu.

Lantas, bagaimana kualitas Arcane secara keseluruhan? Apakah ia mampu menggaet hati penonton, bahkan untuk mereka yang pada dasarnya bukan pemain League of Legends? Akan kami bahas semuanya di artikel ini. Tapi sebelum itu, mari kita masuk ke sinopsis.

Sinopsis

i1578763414530950

Arcane berlatar di Piltover, sebuah kota modern yang dikenal sebagai “city of progress” di sepanjang Runaterra. Cerita berfokus ke dua karakter adik beradik, Powder (atau nanti dikenal sebagai Jinx), dan sang kakak Vi. Mereka merupakan korban selamat dari kerusuhan yang terjadi di jembatan penghubung dengan kepolisian Piltover dan pejuang kota bawah tanah Zaun.

Mereka yang harus menerima kenyataan pahit ditinggal mati orang tuanya sejak kejadian tersebut, harus bertahan dari kerasnya kehidupan bersama dengan anggota geng lainnya, Mylo dan Claggor. Keempatnya kini diasuh oleh Vander, pahlawan kota Zaun yang menjadi penyeimbang kedamaian kota bawah tanah tersebut dengan Piltover.

Di sisi lain, seorang ilmuwan bernama Jayce, diam-diam mengembangkan Hextech, sebuah metode yang dipercaya mampu membuat seseorang untuk mengendalikan sihir. Kehadiran Hextech ini menjadi salah satu harapan baru untuk kemajuan Piltover, sekaligus ancaman bagi keseimbangan dunia.

Suguhkan Cerita yang Dewasa

XRS86RgZSoBr9A3YraK4tb

Fakta bahwa ini merupakan adaptasi dari salah satu game kompetitif populer League of Legends, serta trailernya yang memang tampak menarik, adalah dua faktor yang membuat kami tertarik menyaksikannya. Maka ketika judul Arcane muncul di banner teratas situs Netflix, kami langsung tergoda untuk menekan tombol “nonton”, meski tanpa memasang ekspektasi apapun.

Di luar dugaan, Arcane ternyata menyajikan cerita yang begitu dewasa dan tragis. Tiga episode pertama Arcane memang fokus ke masa kecil Vi dan Powder, yang hanya selang beberapa tahun sejak kejadian naas yang menimpa mereka.

Kita diperlihatkan dengan kehidupan keras yang harus dijalani oleh keduanya. Vi adalah sosok kakak yang terpaksa dewasa lebih awal, sebab ia harus menjaga Powder yang benar-benar masih lugu, bahkan tak punya kapabilitas untuk bertarung sama sekali. Apapun akan ia lakukan untuk melindungi sang adik.

Powder sadar, bahwa di antara ketiga kawan lainnya, ia memang yang paling lemah. Powder juga kerap diejek oleh Mylo karena tidak bisa apa-apa, dan kerap kali berujung menyusahkan mereka.

Oleh karena itu ia mencoba semaksimal mungkin agar bisa berguna untuk gengnya, terutama ketika sedang menjalankan misi, lewat beberapa gadget bom DIY buatannya yang sering kali tidak berfungsi dengan baik. Hubungan antara kakak- beradik ini diperlihatkan dengan sangat manis sekaligus pahit di tiga episode pertama.

Meski menjadi karakter utama, cerita tidak hanya fokus ke mereka. Kita juga disuguhkan dengan cerita yang terjadi di sudut kota lainnya. Adalah Jayce, seorang ilmuwan muda berbakat yang sangat yakin bahwa ia mampu menciptakan metode baru untuk mengendalikan sihir.

Keyakinannya akan hal ini datang dari masa kecilnya, ketika ia dan sang ibu diselamatkan oleh seorang misterius yang mampu mengendalikan sihir.

Masalahnya, profesor Heimerdinger, yang merupakan salah satu dewan kota dan orang tertua di sana, menentang hal itu. Menurutnya, sihir adalah ilmu yang sangat berbahaya dan tak sepatutnya untuk didekati, apalagi dikendalikan manusia. Hal ini didasari oleh pengalamannya yang menjadi saksi hidup betapa kejinya sihir jika dikendalikan oleh orang yang salah.

Dua konflik inilah yang menjadi akar cerita utama dari serial Arcane. Tidak hanya menarik, cerita yang mereka suguhkan juga terbilang sadis. Kamu akan menemukan beberapa kematian karakter yang menyayat hati di serial ini, sebuah elemen ini yang tidak kami sangka akan hadir.

Animasi yang Tampak Mewah

lol-arcane-a

Di sisi lain, kami juga harus memberikan dua jempol besar ke studio Fortiche Production asal Perancis yang meramu visual animasi ini. Art style yang mereka racik tampak menggoda mata dan jauh dari kesan “murah”.

Mereka mampu mewujudkan desain dunia dan karakter yang begitu indah dan tidak biasa. Desain dunia Piltover yang begitu megah dan kaya dengan unsur steampunk super keren, menjadi bagian kesukaan kami.

Ini bukan kolaborasi pertama antara Riot Games dan Fortiche Production. Sebelumnya mereka pernah membuat video klip animasi dari K/DA berjudul “POP/STARS”, yang telah disaksikan lebih dari 460 juta kali di YouTube.

Kesimpulan

arcane-1

Terlepas dari statusnya sebagai spin-off League of Legends, Arcane adalah serial animasi yang sama sekali tidak biasa. Kisahnya tragis dan mampu membuat mata penonton bertahan sejak menit pertama episode 1. Kombinasi antara animasi, art style, dan cerita yang apik, merupakan komposisi nampol yang berhasil dihidangkan dengan pas di Arcane.

Setelah menyaksikan tiga episode dalam Act 1, dengan sah kami mengatakan kalau Arcane adalah tontonan wajib untuk semua orang, tanpa memandang apakah kamu merupakan gamer League of Legends sebelumnya, atau penonton yang memang awam dengan game tersebut.

Sedikit berandai, jika kami bukanlah gamer League of Legends, kami akan sangat tertarik mencicipi game tersebut setelah menyaksikan Arcane. Kami sangat tidak sabar menanti episode selanjutnya dalam Act 2, yang akan tayang pada tanggal 13 November 2021 mendatang di Netflix.

Act selanjutnya, dipastikan bakal berlatar beberapa tahun setelahnya, ketika Vi dan Powder telah beranjak lebih dewasa. Sepertinya, konflik yang akan hadir di Act selanjutnya akan jauh lebih panas.

Rating: 8,5/10


Bagi kalian yang mau top-up game kesayangan kalian bisa langsung kunjungi UniPin! Proses cepat dan harga murah! Subscribe channel YouTube UniPin Gaming untuk nonton konten game menarik.

Follow akun sosial media kami di:
Facebook: UP Station Indonesia
YouTube: UP Station Media
Twitter: @Upstationasia
Instagram: @upstation.asia

Yuk gabung di grup Discord kami!
DiscordUniPin Official Community

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


Aplikasi UP Station
telah tersedia sekarang
Buka Artikel
Download Aplikasi