[Review] Arcane Act 2: Pembuka Konflik yang Makin Serius

9 months ago 0 Comments

Serial perdana Riot Games berjudul Arcane, akhirnya merilis Act 2 di Netflix pada akhir pekan lalu. Setelah merilis Act 1, Arcane berhasil menarik banyak perhatian penonton dan membuatnya menjadi serial yang paling banyak disaksikan di Netflix. Tidak hanya itu, Arcane juga tengah gencar melakukan segudang kolaborasi seperti dengan PUBG Mobile dan Among Us.

Act 2 berisi tiga episode baru yang masih melanjutkan cerita dari tiga episode pertama di Act 1. Lantas, seperti apa cerita yang disuguhkan oleh Arcane di Act 2?

Baca juga:

Berlatar Beberapa Tahun Usai Act 1

lol-arcane-jinx
Powder versi dewasa yang kini mengadopsi nama Jinx

Di tiga episode pertama, kita diperlihatkan dengan masa kecil suram adik-beradik Vi dan Powder, yang menjadi korban selamat dari kerusuhan antara penduduk Zaun dan pihak keamanan kota Piltover.

Di akhir episode ketiga, Powder yang masih kecil dan merasa bersalah atas perbuatannya tampak didekati oleh Silco, bos gembong kriminal kota Zaun yang berhasil membunuh Vander. Di sisi lain, Vi yang mencoba menyelamatkan Powder disekap oleh salah satu petugas keamanan yang berkhianat.

Act 2 mengambil latar waktu beberapa tahun setelah kejadian itu. Dua alur cerita yang tampak terpisah sebelumnya, yaitu antara Vi dan Powder, serta pengembangan Hextech yang dilakukan oleh Jayce, perlahan mulai terhubung.

Saat ini, pengembangan Hextech telah mendapatkan persetujuan dari petinggi kota dan terus dikembangkan oleh Jayce dan Viktor.  Mereka kini berhasil membuat terobosan baru yaitu Gemstone, sebuah bola berisi sihir.

Hex Gem
Gemstone, terobosan baru dari Jayce dan Viktor

Ini adalah versi yang jauh lebih stabil dan aman digunakan daripada versi sebelumnya yang sempat digunakan oleh Powder di episode 3. Berkat terobosan ini, mereka berhasil membuat gebrakan baru: Memanfaatkan Gemstone untuk persenjataan yang jauh lebih kuat.

Di sisi lain, Powder yang ditinggal pergi oleh Vi, kini bekerja untuk Silco. Ia telah resmi menanggalkan nama Powder dan mengadopsi nama Jinx, kata hinaan yang melekat di dirinya sejak kecil.

Menariknya, karakter Jinx versi dewasa terlihat semakin kompleks. Bukan lagi bocah ingusan lugu, sekarang ia menjadi gadis muda yang liar bukan main dan mengidap semacam penyakit mental, sebab ia masih dibayang-bayangi rasa trauma masa lalu yang terus menghantuinya.

Ia kerap kali membuat teror di kota dengan membuat berbagai macam ledakan dan keributan, serta berhasil mencuri Gemstone yang hendak diumumkan ke publik oleh Jayce.

Caitlyn yang kini bekerja sebagai petugas kepolisian di Piltover, kini berusaha untuk membongkar teror yang terus terjadi di kotanya. Demi mengungkap kasus tersebut, ia meminta bantuan Vi, yang kini harus mendekam di penjara usai ditangkap oleh petugas di akhir episode ketiga.

Kesimpulan

Sisters3

Secara garis besar, tiga episode yang tergabung dalam Act 2 masih menyajikan cerita yang mengagumkan. Perlahan tapi pasti, para karakter League of Legends yang selama ini kita kenal melalui versi game-nya mulai terbentuk.

Act 3 yang akan tayang pada hari Sabtu (20/11) nanti, juga memiliki 3 episode yang menjadi finale untuk serial ini. Melihat dari teaser-nya, Act 3 sepertinya bakal menyuguhkan konflik yang mencapai klimaks.

Rating: 8.5/10


Bagi kalian yang mau top-up game kesayangan kalian bisa langsung kunjungi UniPin! Proses cepat dan harga murah! Subscribe channel YouTube UniPin Gaming untuk nonton konten game menarik.

Follow akun sosial media kami di:
Facebook: UP Station Indonesia
YouTube: UP Station Media
Twitter: @Upstationasia
Instagram: @upstation.asia

Yuk gabung di grup Discord kami!
Discord: UniPin Official Community

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


Aplikasi UP Station
telah tersedia sekarang
Buka Artikel
Download Aplikasi