Review Bayonetta 3: Salah Satu Game Terindah Tahun 2022

1 week ago 0 Comments

Setelah beberapa tahun menghilang, sang Umbra Witch favorit kita semua akhirnya kembali dalam sekuel terbaru, Bayonetta 3. Rilis pada tanggal 28 Oktober 2022 kemarin, game-nya telah menerima respons positif dari penggemar lama dan baru. Pada kesempatan ini, UP Station ingin membagikan review Bayonetta 3 versi kami. Enjoy!

BACA JUGA:

Hal pertama yang bisa kamu rasakan ketika memulainya adalah rasa bersyukur dan senang bahwa installment ketiganya masih sehebat pendahulunya. Kali ini, game-nya menghadirkan beberapa elemen dan lore baru yang membangun dunianya menjadi semakin lebih indah. Semuanya akan dibongkar dalam review Bayonetta 3 berikut ini!

Konsep Multiverse untuk Story

Viola

Hari-hari ini, multiverse adalah salah satu hal yang bisa ditemukan di berbagai proyek, baik itu film, komik, ataupun game. Nah, Bayonetta 3 mencoba konsep itu untuk petualangan barunya. Kisahnya dimulai dengan pertarungan another Bayonetta dari universe lain, yang berhasil dikalahkan antagonis kisahnya.

Yang menyaksikan kejadian itu adalah Viola, karakter baru yang diperkenalkan game sepanjang promosinya. Sebelum karakter yang dimaksud menerima nasib yang sama seperti another Bayonetta, Umbra Witch ini menanamkan semacam spell yang mengirimnya ke dunia Bayonetta yang kita kenal. 

Sayangnya, kedatangan Viola membawa masalah dunianya ke sana dan bahkan ke seluruh alternate universe. Berbagai dunia telah dihancurkan, yang berarti keduanya harus mencari cara untuk menghentikan fenomena yang sama terjadi di dunianya.

Fitur-Fiturnya Membuat Bayonetta 3 Accessible

review-bayonetta-3-2

Dari awal, ini adalah game yang akomodatif, membuatnya jadi ramah terhadap semua kalangan pemain. Story-nya terlihat berupaya semampunya untuk tidak membiarkan pemainnya kebingungan terhadap identitas para karakternya. 

Interaksi, dialog, dan penampilannya kurang lebih memberikan konteks yang cukup tentang masing-masing karakter. Game-nya juga menawarkan tiga tingkat kesulitan yang bisa dipilih kapanpun sesuai kebutuhan pemain. 

Kemudian juga ada mode Naive Angel, yang pada dasarnya merupakan mode ramah keluarga. Fitur ini akan mengganti cerutu Rodin dengan semacam makanan, atau membuat Bayonetta tetap mengenakan pakaian ketika menggunakan Demon Masquerade

Immortal Marionette juga bagus untuk kamu yang kesulitan mengeluarkan serangan combo. Secara esensial, aksesoris tersebut mengizinkan pemain untuk melakukan combo hanya dengan button mashing, alih-alih menggunakan input yang tepat. 

Mengingat semua hal di atas, Bayonetta 3 seolah-olah mengatakan kalau mereka ingin pemain menikmati game-nya sebaik mungkin, tak peduli seberapa muda, tua, baru, atau familier pemainnya dengan franchise ini.

Mudah Jatuh Cinta pada Gameplay-nya

Gameplay

Pertarungan Bayonetta 3 masih mengandalkan timing, seperti ketika ingin menghasilkan combo chain, atau menghindar secara akurat untuk memicu Witch Time yang memperlambat waktu dan kemudian melakukan counterSemakin banyak waktu yang pemain habiskan untuk mengasah kemampuannya, semakin ia akan menikmati pertarungan.

Selain itu, setiap senjatanya juga terasa sengaja dirancang agar pemain bisa bertarung sesuai situasinya. Misalnya, Color My World adalah opsi paling tradisional. Saat dipakai, kita bisa berubah sebentar menjadi Madame Butterfly yang memungkinkan Bayonetta untuk mengambang di udara ketika melompat. 

Sementara itu, Ignis Araneae Yo-Yo menawarkan gerakan yang jauh lebih cepat dengan lompatan yang mengarah ke targetnya. Kemudian ada juga G-Pillar yang lebih lambat tetapi memukul dengan keras. Dengan ini, pemain bisa memilih apa yang terbaik baginya dalam sebagian besar situasi.

Berikutnya, Bayonetta 3 telah menghadirkan fitur Kaiju Mode, yang mengizinkan pemain untuk bertarung sebagai Demon yang dikontrak Bayonetta. Pemain bisa menggunakan kemampuan ini kapanpun yang ia mau, selama memiliki Gauge spesial yang cukup. Dengannya, gameplay pertarungannya menjadi lebih variatif.

Tidak Takut Mencoba Hal Baru

review-bayonetta-3-3

Hal baru yang penulis maksud di sini lebih mengacu pada bagaimana Bayonetta 3 menghadirkan perubahan secara general. Salah satunya adalah jumlah chapter yang lebih banyak daripada yang kita duga, di mana game-nya mengundang pemain untuk kembali mendatangi area yang sudah pernah diselesaikannya.

Sebenarnya, jalan yang harus diambil pemain cukup jelas. Namun, jika pemain jeli, ia bisa menemukan berbagai collectibles, challenge tambahan, dan banyak cara lain untuk melanjutkan progress perjalanannya. Dengan ini, Bayonetta 3 bukan lagi sebuah game yang hanya berjalan satu arah dari poin A ke B.

Kekurangan

review-bayonetta-3-4

Sesempurna apapun sebuah game, mereka tidak pernah luput dari kekurangan. Begitu pula pada Bayonetta 3. Sehebat apapun desain karakter Bayonetta dan Jeanne kali ini, ada kalanya mereka tidak sepenuhnya sempurna. 

Sebagai contoh, pada momen tertentu penampilan keduanya tidak terlihat semulus biasanya karena jumlah aktivitas di layar yang begitu banyak. Hal ini terutama berlaku pada segmen di mana pemain harus terus menggerakan Bayonetta ketika berhadapan dengan musuh yang sangat besar atau musuh kecil dalam jumlah banyak.

Pada satu titik, UP Station sempat salah melompat karena perubahan tekstur tersebut, yang menjadi masalah karena membuat skor akhir menjadi lebih rendah. Walau begitu, kekurangan ini bukanlah suatu masalah yang besar.

Kesimpulan

Kesimpulan

Secara keseluruhan, tidak ada momen yang akan membuat Bayonetta 3 menjadi tidak menarik. Ini adalah salah satu game terindah yang memanfaatkan kelebihan Nintendo Switch sepenuhnya. Semua kelebihannya paling terlihat ketika kamu menggunakan model OLED. 

Di sana, warnanya akan terlihat lebih menonjol bahkan di area yang lebih gelap. Semua model karakternya cukup rinci dan didampingi animasi yang sangat halus. Sementara itu, Jennifer Hale yang mengisi suara Bayonetta melakukan pekerjaan mengagumkan, terutama ketika mengingat kontroversi yang terjadi.

Soundtrack yang tepat membuat setiap adegannya menjadi lebih sempurna dan cocok untuk petualangan. Setelah menyelesaikan main story, masih banyak yang bisa pemain telusuri, seperti mendapatkan medal yang mereka lewatkan, mencetak rekor baru, atau sekadar menikmati kembali berbagai boss fight menyenangkan.

Semua ini menunjukkan kalau Bayonetta 3 bisa menjadi kesempatan franchise untuk memperluas jangkauan, berhubung sangat mudah untuk tenggelam dalam game-nya. Mempertimbangkan itu semua, UP Station ingin memberikan skor 9/10 untuk review Bayonetta 3 ini.

***

Apakah kamu sudah sempat memainkannya? Apakah kamu sependapat dengan review Bayonetta 3 di atas? Seperti yang sudah disebutkan, pengalaman Bayonetta 3 terbaik bisa kalian rasakan di Nintendo Switch OLED. 

Membicarakan hal tersebut, Nintendo telah memperkenalkan dua Switch OLED Edisi Spesial menarik. Yang pertama adalah Edisi Splatoon 3, sedangkan yang kedua Edisi Pokemon Scarlet & Violet. Penampilan keduanya sangat cocok untuk menemani permainan Bayonetta 3 yang begitu indah. 


Dapatkan berita gaming dan informasi menarik lainnya seputar dunia game, esports, film, anime, dan lainnya hanya di UP Station.

Bagi kalian yang mau top-up game kesayangan kalian bisa langsung kunjungi UniPin! Proses cepat dan harga murah!

Pastikan untuk mengikuti perkembangan terbaru dan berita gaming lainnya di akun sosial media kami:
Facebook: UP Station Indonesia
YouTube: Upstation Media
Twitter: @upstationmedia
Instagram: @upstation.media

Yuk gabung di grup Discord kami!
Discord: UniPin Official Community

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


Aplikasi UP Station
telah tersedia sekarang
Buka Artikel
Download Aplikasi