Review Black Panther: Wakanda Forever – Alur Lambat, tapi Mengharukan!

2 weeks ago 0 Comments

Marvel Cinematic Universe alias MCU akhirnya resmi menutup phase 4 mereka (yang tidak terlalu bagus) pada tahun 2022 ini dengan film Black Panther: Wakanda Forever yang rilis global kemarin (9/11/22). Film ini pun tentunya menjadi sekuel atau lanjutan dari film pertamanya yang rilis 2018 lalu.

BACA JUGA:

Sayangnya, di sekuel kali ini Black Panther: Wakanda Forever tidak akan diperankan oleh bintang utama mereka yaitu Chadwick Boseman karena telah meninggal dunia pada 2020 lalu. Meskipun begitu, film ini tetap sukses mendapatakan rating tinggi, terutama dari Rotten Tomatoes.

Lalu dari jajaran sutradara hingga cast lama, semua lengkap kembali ke film kedua ini. Ryan Coogler masih akan menjadi sutradara, lalu akan dibintangi juga oleh Letitia Wright (Shuri), Angella Basett (Ramonda), Dominique Thorne (Riri Williams), Danai Gurira (Okoye) hingga Tenoch Huerta (Namor).

Black Panther: Wakanda Forever berkisah tentang kerajaan Wakanda yang harus bertahan karena kepergian Raja T’Challa dan tahta kepemimpinan kosong. Lalu, sejumlah negara pun mencoba untuk menginvasi dan mengambil sumber daya utama mereka, yaitu vibranium.

Di tengah masalah ini, Wakanda pun harus mendapat ancaman dari kerajaan laut Talokan yang dipimpin oleh Namor yang ingin memburu Riri Williams karena dianggap meresahkan kerajaan mereka.

Lantas dengan berbagai masalah teknis yang mereka hadapi, apakah Black Panther: Wakanda Forever bisa menutup MCU Phase 4 dengan manis pada akhir tahun 2022 ini? Berikut review UP Station selengkapnya! (SPOILER ALERT)

Cerita Terlalu Panjang dengan Tema “Berduka”

black panther wakanda forever

Dengan total durasi 161 menit atau 2 jam 41 menit, Black Panther: Wakanda Forever pun memang terbilang sukses menyajikan cerita yang solid, setidaknya hingga pertengahan film. Dengan tema utama “berduka” (tribute ke Chadwick Boseman), film ini sukses membangun drama tentang perasaan duka yang dialami oleh para karakter penting di Wakanda.

Storytelling dari film ini pun bisa dibilang lebih rapi dan tidak terburu-buru jika dibandingkan dengan Doctor Strange 2 atau juga Thor: Love and Thunder yang lebih dulu tayang. Namun sayang, di pertengahan menuju akhir film ini mulai terasa agak membosankan.

Setelah membangun konflik dan drama dengan cukup baik, di pertengahan terasa banyak scene yang tidak perlu hingga lazy writing (seperti Namor memberikan kesempatan Wakanda seminggu untuk menyerah, kenapa tidak serang saat itu juga?).

Akhirnya ini semua pun “hanya” mengarah ke ending di mana proses Shuri menjadi Black Panther dan menyelesaikan konflik dengan anti klimaks atau terasa “begitu doang”. Satu-satunya kejutan mungkin hanyalah cameo dari Killmonger (Michael B. Jordan) dari scene mimpi Shuri.

Menonjolkan sisi berduka dua kali (untuk T’challa dan Ramonda) juga membuat film ini cukup terasa lesu. Meski begitu, kamu tentunya masih tetap bisa menikmati film ini dari segi aksinya yang cukup padat dan memukau seperti film pertamanya.

Namor Keren, Shuri dan Riri Williams Turu

NAM

Dari segi cast, sepertinya semua setuju jika yang paling mendominasi dalam film ini adalah Namor sebagai karakter antagonis. Namor benar-benar berhasil mencuri perhatian penonton sepanjang filmnya, meski merupakan karakter baru dalam MCU.

Entrance ketika pertama kali muncul, Namor sukses menghadirkan kesan yang mencekam dan menyeramkan sebagai antagonis. Pengenalan latar belakang karakter ini pun juga berhasil dieksekusi dengan cukup sempurna.

Hal ini tentunya enggak lepas dari performa memukau Tenoch Huerta sebagai pemeran dari sang antihero. Ia berhasil tampil sebagai Namor yang tenang, namun memiliki tujuan yang kuat untuk melindungi bangsanya.

Sayangnya akting Namor ini tidak diimbangi oleh sang karakter utama yaitu Shuri. Sebagai Black Panther baru, akting Shuri terlihat masih kagok dan kurang wibawa, berbeda dengan film pertama di mana ia tampil lepas. Lalu ada juga Riri Williams yang penampilannnya sangat hampa dan kaku sehingga tidak memberikan kesan berarti.

Scene Action yang Memukau

screen-shot-2022-07-24-at-11-25-30-am

Meskipun banyak mengusung tema tentang berduka, untugnya hal tersebut agak sedikit tertutup dengan porsi scene action yang terbagi cukup baik. Bahkan, mungkin bisa dibilang adegan action ini merupakan yang terbaik untuk film MCU tahun ini.

Ryan Coogler sukses menampilkan adegan aksi memukau, mulai dari pertempuran biasa, kejar-kejaran mobil di jalan, hingga perang “mewah” antara Wakanda dengan Talokan. Yang paling buruk, mungkin hanya duel terakhir Shuri melawan Namor saja.

Untuk visual effect juga terasa cukup apik, salah satunya yang terbaik adalah ketika menampilkan kota Talokan dengan desain kota underwater yang sangat cantik.

Kesimpulan

Dengan durasi 2 jam lebih, Black Panther: Wakanda Forever terasa terlalu panjang dan melelahkan, terutama di pertengahan menuju akhir, namun memiliki cerita yang lebih rapi. Cerita pun terasa lesu karena tema “berduka”, namun masih seru diikuti dengan scene action yang memukau.

Film ini juga sukses banget disebut sebagai tribute atau penghormatan terakhir dari MCU untuk mengenang Chadwick Boseman.

Rating: 7,5/10


Dapatkan berita gaming dan informasi menarik lainnya seputar dunia game, esports, film, anime, dan lainnya hanya di UP Station.

Bagi kalian yang mau top-up game kesayangan kalian bisa langsung kunjungi UniPin! Proses cepat dan harga murah!

Pastikan untuk mengikuti perkembangan terbaru dan berita gaming lainnya di akun sosial media kami:
Facebook: UP Station Indonesia
YouTube: Upstation Media
Twitter: @upstationmedia
Instagram: @upstation.media

Yuk gabung di grup Discord kami!
Discord: UniPin Official Community

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


Aplikasi UP Station
telah tersedia sekarang
Buka Artikel
Download Aplikasi