[Review] Cowboy Bebop – Petualangan Baru Geng Bebop yang Beda dari Anime

2 months ago 0 Comments 171 views

Adaptasi dari anime menjadi live-action hampir selalu menjadi momok menakutkan untuk fan setianya. Sebab, biasanya proses adaptasi semacam ini harus berakhir dengan kegagalan, lengkap dengan segudang adegan yang tampak keren di anime, tapi justru cringe di versi live-action

Ketakutan yang sama jelas terasa di Cowboy Bebop, serial live-action yang diangkat dari anime berjudul sama yang resmi tayang di Netflix beberapa waktu lalu. Meski begitu, ada keyakinan bahwa serial yang satu ini akan berbeda, apalagi setelah melihat trailer dan opening yang dibuat seidentikal mungkin dengan animenya, lengkap dengan lagu “Tank!” yang fenomenal.

Baca juga:

Lantas, apakah serial Netflix Cowboy Bebop mampu memancarkan magic yang sama seperti di versi anime? Semua akan kami bahas di sini. Tapi sebelum itu, kita mampir sejenak ke sinopsis. 

Sinopsis

poster-Cowboy-Bebop-Netflix
Meet the trio.

Cowboy Bebop masih mengadopsi alur cerita yang serupa dengan versi animenya. Kita disuguhkan dengan karakter Spike Spiegel (John Cho), seorang bounty hunter yang diam-diam merupakan mantan pembunuh handal organisasi Syndicate.

Di kehidupan barunya, kini ia bertualang untuk berburu buronan berharga, bersama dengan para rekannya, Jet Black (Mustafa Shakir) dan Faye Valentine (Daniella Pineda), menggunakan pesawat tua bernama Bebop.

Tidak hanya berburu buronan untuk mendapatkan uang, mereka juga harus berhadapan dengan masa lalunya masing-masing yang cukup runyam. Bahkan, beberapa dosa masa lalu mereka kini menjadi ancaman yang menanti di depan mata.

Cowboy Bebop Versi Alternatif

Kami paham bahwa salah satu dilema dalam setiap proyek adaptasi, entah dari anime atau game ke live-action, adalah dari segi pakem pengembangan cerita.

Pilihan pertama adalah mengadopsi jalan cerita yang semirip mungkin dengan versi animenya tanpa berusaha mengubahnya. Opsi kedua, memberikan perubahan detail cerita termasuk dari para karakternya, untuk memberikan warna baru yang tidak kita temukan di anime tanpa mengubah benang merahnya. Adaptasi Netflix Cowboy Bebop mengambil opsi yang kedua.

Secara garis besar, benang merah yang diusung masih sama. Spike Spiegel sebagai mantan pembunuh handal Syndicate, Jet Black sebagai mantan polisi yang punya masalah keluarga, serta Faye Valentine yang berusaha mencari tahu masa lalunya yang hilang. 

Bedanya, jika seluruh season animenya memang berfokus pada kehidupan geng Bebop dalam mencari nafkah dengan berburu buronan, di versi live-action-nya lebih menitikberatkan ke konflik lama antara Spike dan mantan rekannya di Syndicate, Vicious

julia-vicious-cowboy-bebop
Julia dan Vicious kini mendapat porsi yang lebih banyak

Syndicate, Visious, dan Julia, kini memiliki porsi yang jauh lebih besar dan mendapatkan eksplorasi yang jauh lebih dalam. Apalagi kalau kita bicara tentang Julia, yang di animenya hanya muncul beberapa kali dan hanya berperan sebagai pendongkrak karakterisasi Spike saja. 

Beberapa karakter kini juga diganti latar ceritanya. Annie yang di animenya adalah pemilik toko kelontong sekaligus kawan lama dari Spike, Julia, dan Vicious, kini berubah menjadi Ana, seorang pemilik club Jazz underground yang kenal dekat dengan Spike. 

Julia kini digambarkan sebagai penyanyi di club Jazz milik Ana. Di tempat itulah Julia, Vicious, dan Spike bertemu di masa lalu. Club Jazz tersebut menjadi tempat yang cukup bersejarah bagi mereka bertiga. 

07-ana-1632597693808
Ana, salah satu karakter yang mendapat perubahan

Kisah ketiganya kini menjadi lebih tersorot di versi live-action ini. Selain itu, konflik yang terjadi di antara mereka juga berujung pada cerita ending super plot twist, yang sama sekali berbeda dengan versi anime.

Berbagai buronan yang tampil di animenya juga kembali hadir di sini. Mulai dari Abdul Hakim, Pierrot La Fou, Asimov dan Katerina Solensan, dan masih banyak lagi. Hanya saja, alur cerita dari beberapa karakter tersebut ada yang digambarkan berbeda dari aslinya. Hal ini sepertinya dilakukan agar mereka dapat mengeksplorasi para karakter utamanya lebih dalam lagi. 

Style yang Kurang Asyik dan Tampak Murah

Cowboy-Bebop-Netflix
Entah mengapa, beberapa bagian dari serial ini tampak murah.

Alur cerita yang dibuat agak berbeda dengan animenya mungkin masih bisa dimaklumi. Tapi menurut kami, salah satu masalah terbesar serial Netflix yang satu ini adalah dari segi style dan pacing yang coba mereka gambarkan.

Meski sudah berumur, anime Cowboy Bebop tetap saja terlihat seperti anime dengan budget mahal, sehingga akan tetap enak disaksikan kapan saja. Cult classic kalau kata orang. Sedangkan versi live-action-nya, tampak berusaha keras untuk menyamakan level, namun usahanya kurang berhasil kali ini.

Tone dan pacing yang mereka tawarkan di live-action juga agak bermasalah menurut kami. Mereka masih belum mampu menciptakan feel yang sama seperti di versi anime. Akibatnya, Cowboy Bebop terasa seperti serial yang tampak murah.

Di sisi lain, hampir setiap adegan laga tangan kosong yang mereka sajikan tampak begitu kaku, sehingga kurang sukses menaikkan semangat penonton.

Ambil contoh ketika Spike tengah bertarung melawan Pierrot, rasanya seperti sedang menyaksikan adegan laga dari serial tokusatsu Jepang yang tampak murah, dengan koreografi yang seadanya. Untungnya, adegan laga yang menggunakan persenjataan jarak jauh masih bisa dimaafkan.

Cowboy-Bebop-HERO
Bukannya tidak bagus, tapi CGI yang mereka terapkan kami rasa bisa lebih baik lagi.

Mengingat Cowboy Bebop mengambil latar waktu di masa depan, maka wajar rasanya jika serial ini mengandalkan cukup banyak adegan penuh CGI.

Hanya saja, kualitas CGI yang mereka produksi masih belum sampai ke level yang kami harapkan. Sebagai perbandingan, Altered Carbon adalah serial sci-fi futuristik yang mengadopsi konsep serupa, namun dengan level CGI yang jauh lebih matang.

Kesimpulan

cowboybeb-artdept-01192rc6-social-1279953
Menganggap Cowboy Bebop versi Netflix sebagai standalone dan bukan sebagai adapatasi anime, sepertinya adalah keputusan bijak.

Cowboy Bebop versi live-action sebisa mungkin menciptakan magic yang serupa seperti versi animenya. Hanya saja, usaha mereka terasa berlebihan dan menurut kami kurang berhasil. Meski tidak mendapatkan feel yang sama, bukan berarti ia tidak pantas disaksikan. Kami cukup enjoy menyaksikan 10 episode yang hadir di musim pertamanya.

Berbagai macam kekurangan dan perbedaan dari versi animenya sepertinya menjadi faktor penyebab dari buruknya penilaian serial ini di situs rating. Menurut kami, serial Netflix Cowboy Bebop masih terasa layak, jika kamu menyaksikannya sebagai serial standalone yang tidak berkaitan dengan animenya sama sekali.

Anggap saja bahwa adaptasi ini merupakan versi alternatif dari animenya yang menawan. Tapi tetap saja, adaptasi Netflix yang satu ini masih belum mampu mengalahkan magic yang terpancar dari versi animenya.

Rating: 6,5/10


Bagi kalian yang mau top-up game kesayangan kalian bisa langsung kunjungi UniPin! Proses cepat dan harga murah! Subscribe channel YouTube UniPin Gaming untuk nonton konten game menarik.

Follow akun sosial media kami di:
Facebook: UP Station Indonesia
YouTube: UP Station Media
Twitter: @Upstationasia
Instagram: @upstation.asia

Yuk gabung di grup Discord kami!
DiscordUniPin Official Community

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Aplikasi UP Station
telah tersedia sekarang
Buka Artikel
Download Aplikasi