[Review] Shang-Chi and the Legend of the Ten Rings: Film Origin dari MCU yang Fresh Abis!

9 months ago 0 Comments

Setelah sekian lama, akhirnya kita kembali disuguhkan dengan film origin dari superhero Marvel di dunia MCU lewat Shang-Chi and the Legend of the Ten Rings. Film ini memperkenalkan kita dengan superhero terbaru yang akan meramaikan jagat MCU di masa depan, Shang-Chi.

Sebagai superhero asal Asia pertama yang mendapatkan film solo di MCU, Shang-Chi and the Legend of the Ten Rings menawarkan segudang hal baru yang tidak kita temukan di film MCU lainnya.

Lantas, apakah film ini pantas mendapat hype yang begitu tinggi? Seberapa bagus film yang satu ini jika dibandingkan dengan kisah origin lainnya yang ada di MCU? Semua akan kami kupas tuntas di artikel ini. Tapi sebelum itu, mari kita masuk ke bagian sinopsis.

SPOILER ALERT!!!

Baca juga:

Sinopsis

SBT_25156_R.0

Persis seperti judulnya, Shang-Chi and the Legend of the Ten Rings bercerita tentang Shang-Chi (Simu Liu) dan keterlibatannya dengan Ten Rings. Ia kini menjalani hidup normal sebagai valet hotel di kota San Fransisco dan menggunakan nama samaran Shaun untuk menutupi jejak masa lalunya.

Sayangnya, kehidupannya terusik ketika ia didatangi oleh Razor Fist (Florian Munteanu) dan anak buahnya yang dikirim langsung oleh sang ayah sekaligus pemimpin dari Ten Rings, Xu Wenwu (Tony Leung).

Sadar akan ancaman yang menanti, ia bersama dengan Katy (Awkwafina) berangkat ke Macau untuk memperingatkan sang adik perempuan, Xialing (Meng’er Zhang). Di sana, mereka didatangi oleh Wenwu dan dibawa pulang ke kampung halamannya.

Ia pun mengungkap rencana besar yang telah ia siapkan kepada anak-anaknya: membawa pulang sang istri, yang ia percaya berada di tangan penduduk desa Ta Lo.

Film Orisinal yang Fresh dan Hangat

shang-chi (1)

Jika dibandingkan dengan film origin superhero lainnya di MCU, Shang-Chi and the Legend of the Ten Rings adalah yang paling fresh dari segala aspek. Jujur saja, ketika menyaksikan film ini, sesaat kami lupa kalau film yang sedang disaksikan masih satu dunia dengan Captain America, Iron Man, dan kawan-kawannya.

Bicara soal cerita, kisah yang ditampilkan dalam film ini adalah yang paling hangat dari semua film MCU. Konfliknya masih berakar pada persoalan keluarga. Wenwu yang menjadi antagonis utama di film ini, sebenarnya tidak jahat-jahat amat. Bahkan, ia sah menjadi karakter favorit kami di film ini.

Memang, Wenwu adalah orang yang membentuk Ten Rings, organisasi rahasia yang kerap dihubungkan dengan aksi terorisme. Tapi di balik itu semua, ia adalah seorang family man. Ia adalah ayah yang penyayang, peduli dengan anak istrinya, dan rela menanggalkan senjata Ten Rings dan organisasinya atas nama keluarga.

Sayangnya usai sang istri harus tewas karena “dosa” masa lalunya, Wenwu memutuskan untuk kembali mengenakan Ten Rings dan mengaktifkan kembali organisasi yang ia bangun. Sifat aslinya sebagai penguasa dan pembunuh pun juga turut bangkit.

Imbasnya, ia mendidik anak-anaknya lebih keras dan membentuk mereka menjadi pembunuh sejak kecil. Meski begitu, ia tetap menaruh rasa sayang terhadap mereka.

Yang menjadi konflik utama di film ini adalah Wenwu yang mendapat “bisikan setan” dari monster yang dijaga ketat oleh penduduk desa Ta Lo selama berabad-abad: Dweller-in-Darkness.

Monster itu berusaha memanipulasi Wenwu dengan membisikkan keinginan terbesarnya. Bukan untuk menguasai dunia atau mendapatkan kekuatan dahsyat, melainkan menyelamatkan istri tercinta.

Ia membuat Wenwu percaya bahwa sang istri masih hidup dan ditawan oleh penduduk desa Ta Lo. Satu-satunya cara untuk menyelamatkannya adalah dengan menghancurkan portal yang selama ini mereka jaga berabad-abad.

Menurut kami, belum ada villain di film superhero MCU dengan motivasi seromantis, semanis, dan setragis ini.

Shang-Chi-Trailer-Awkwafina-and-Simu-Liu (1)

Sedangkan Shang-Chi, menurut kami ia menjadi karakter yang biasa saja di film ini. Sosoknya fun dan friendly, tapi kurang mampu memberikan impact yang cukup besar.

Untungnya, Katy yang menjadi partner-in-crime sang tokoh utama sukses menjadi penyeimbang. Komedi yang terlontar di antara keduanya juga sangat pas dan tidak berlebihan.

Bicara soal aspek komedi, masih ingat dengan Mandarin alias Trevor Slattery (Ben Kingsley) di film Iron Man 3? Ia kembali hadir di film ini sebagai karakter sampingan, tentu saja dengan tingkah laku yang sukses memancing tawa penonton.

Adegan Bertarung ala Film Action Hong Kong dan Soundtrack yang Keren

MERd230decfd44e39c267d64479c352b_shangchi0906_muni-scaled (1)

Kami dengan senang hati mengatakan bahwa Shang-Chi and the Legend of the Ten Rings menyuguhkan salah satu adegan laga terbaik di MCU. Kalau kamu kangen dengan film action Hong Kong dengan adegan bertarung yang super tangkas, kamu akan mendapatkannya di film ini.

Beberapa film superhero MCU lainnya seperti Captain America: The Winter Soldier memang menyajikan adegan hand-to-hand combat yang menyenangkan. Di film ini, adegan tersebut dibuat jauh lebih menarik.

Bahkan, gaya bertarung Shang-Chi agak mengingatkan kami dengan style yang biasa disuguhkan oleh aktor Jackie Chan dan Donnie Yen. Tidak hanya Shang-Chi, karakter lain seperti Wenwu, Xialing, dan para penduduk desa Ta Lo juga menghadirkan gaya bertarung khas yang memanjakan mata.

Di sisi lain, pemilihan lagu soundtrack yang ada di film ini juga patut kami acungi dua jempol. Lagu “Every Summertime” dari Niki, “Act Up” dari Rich Brian dan EARTGANG, “Lose Control” dari JJ Lin, serta “Fire in The Sky” dari Anderson Paak yang hadir di credit scene, sah menjadi lagu favorit kami.

Kesimpulan

wallpapersden.com_simu-liu-in-shang-chi-marvel-movie_2000x1331 (1)

Seperti yang kami sebut sebelumnya, Shang-Chi and the Legend of the Ten Rings adalah film origin superhero yang sangat fresh. Kami menyukai segala aspek yang mereka tawarkan di film ini. Tapi tetap saja, Shang-Chi bukan film yang sempurna.

Beberapa kekurangan yang kami rasakan adalah pace yang agak terburu-buru di awal dan pemuncak film. Selain itu, ambisi Shang-Chi yang ingin membunuh ayahnya di film juga terasa kurang kuat.

Pertarungan pamungkas yang terjadi di pemuncak antara naga Great Protector (yang mirip dengan naga salah satu produk susu kaleng, wink wink) dan “monster Pacific Rim” juga terasa kurang megah.

Terakhir, Katy yang memang tidak memiliki kapabilitas bertempur, seakan dipaksa untuk mahir memanah dalam waktu singkat demi terlibat di beberapa adegan penting.

Tapi di luar itu semua, Shang-Chi and the Legend of the Ten Rings adalah film yang sangat menyenangkan. Rasanya tidak cukup menyaksikan film ini hanya sekali.

Oh, karena kita bicara soal film Marvel, jangan beranjak dari kursi bioskop ketika film usai, karena ada dua adegan ekstra di pertengahan dan akhir credit film yang “haram” untuk kamu lewatkan.

Rating: 8,5/10


Bagi kalian yang mau top-up game kesayangan kalian bisa langsung kunjungi UniPin! Proses cepat dan harga murah! Subscribe channel YouTube UniPin Gaming untuk nonton konten game menarik.

Follow akun sosial media kami di:
Facebook: UP Station Indonesia
Twitter: @Upstationasia
Instagram: @upstation.asia

Yuk gabung di grup Discord kami!
Discord: UniPin Official Community

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


Aplikasi UP Station
telah tersedia sekarang
Buka Artikel
Download Aplikasi