[Review] The Suicide Squad – Film DC yang Sadis, Brutal, Sekaligus Menyenangkan dari James Gunn!

10 months ago 0 Comments

(Peringatan, artikel ini mengandung spoiler!)

Waktu yang dinanti oleh penggemar film komik akhirnya tiba. The Suicide Squad garapan sutradara James Gunn akhirnya rilis perdana di seluruh dunia beberapa waktu lalu. Ada beberapa hal yang membuat film DC Comics yang satu ini begitu menarik.

Pertama, film ini bukanlah sequel dari Suicide Squad garapan David Ayer di tahun 2016. Alih-alih menyebutnya sebagai sequel, nampaknya lebih pas untuk menyebut film ini sebagai soft-reboot. Kedua, film ini ditulis dan disutradarai oleh James Gunn, sutradara sekaligus penulis naskah yang sukses menggarap dua film superhero dari kubu Marvel, yaitu Guardians of the Galaxy.

Lantas, apakah film DC Comics pertama dari James Gunn ini lebih baik dari film Suicide Squad sebelumnya? Apakah ia mampu membawa ‘magic’ yang ada di dua film Guardian of the Galaxy ke dalam film ini?

Kami akan bahas selengkapnya di artikel ini. Tapi seperti biasa, mari kita mulai dengan masuk ke bagian sinopsis.

Sinopsis

deiut55-40a13308-874a-4077-bf90-fe6b08292800

The Suicide Squad bercerita mengenai Amanda Waller yang kembali mengerahkan pasukan bunuh dirinya yang dikenal dengan sebutan Suicide Squad. Berbeda dengan film sebelumnya, tim dengan nama resmi Task Force X ini berisi banyak anggota baru, meski masih mendatangkan beberapa anggota lama.

Mereka adalah Bloodsport, Harley Quinn, Peacemaker, Rick Flag, King Shark, Captain Boomerang, Polka-Dot Man, Ratcatcher 2, Savant, Blackguard, Weasel, TDK, Mongal, dan Javelin. Mereka didatangkan langsung dari penjara Belle Reve, dengan iming-iming pengurangan masa tahanan jika mau bergabung ke dalam Task Force X dan menyelesaikan misi yang diberikan.

Kali ini, Suicide Squad ditugaskan untuk menyusup ke dalam sebuah pulau di bagian selatan Amerika bernama Corto Maltese. Sebanyak 14 orang pasukan siap mati ini diterjunkan langsung ke pulau tersebut, tanpa mengetahui bahaya dan misteri terselubung yang mengancam nyawa mereka.

Action penuh gore dan ‘tega’

king-shark-movie

Mengingat jumlah anggota yang jauh lebih banyak dari film sebelumnya, James Gunn sama sekali tidak ragu untuk membantai habis-habisan separuh dari tim tersebut.

Bahkan, di menit pertama saat memperlihatkan kedatangan Suicide Squad ke pulau tersebut, kita langsung disuguhkan dengan perang hebat yang berujung ke pembantaian brutal dari hampir semua tim arahan Amanda Waller itu. Salah satu yang membuat kami kaget adalah beberapa karakter dari tim Task Force X di film pertama ternyata harus meregang nyawa di awal film.

Menariknya, Waller ternyata membagi Task Force X menjadi dua tim. Tim kedua yang tiba beberapa saat usai kekacauan yang terjadi, menjadi kelompok yang akan disorot disepanjang film.

Adegan di 15 menit pertama The Suicide Squad, sengaja dibuat sedemikian rupa untuk menegaskan tone dan ekspektasi penonton dari keseluruhan film. Di film ini, kita akan disajikan dengan segudang adegan action yang penuh darah, kematian karakter terkesan ‘tega’, serta bumbu-bumbu komedi sebagai pelengkapnya.

Sisi cerita yang disuguhkan Gunn di film ini juga sulit ditebak. Berawal dari misi infiltrasi biasa, ternyata berujung pada misi terselubung yang menyebabkan petaka untuk tim Suicide Squad. Amanda Waller sebagai pemegang kendali tim Suicide Squad, jelas punya peran besar di film ini. Akan tetapi, karakter pendukung yang menjadi kru Waller di markas rahasia, justru punya peran yang lebih besar di film ini.

rev-1-SS2-11665r_High_Res_JPEG-H-2021

Tiap adegan action di film ini dieskekusi dengan sangat baik. Bahkan menurut kami, beberapa adegan action mengingatkan kami dengan film Quentin Tarantino, berkat pergerakan kamera yang kerap kali melakukan zoom in ke karakter, serta pemilihan musik yang super asyik.

Bicara soal musik, pemilihan soundtrack di film memang patut diapresiasi. Contohnya seperti lagu People Who Died dari The Jim Carrol Band yang dimainkan di opening credits film ini, sukses menyetel tone untuk keseluruhan film. Begitu pula dengan scoring dari John Murphy yang apik, terutama di adegan klimaks film ini.

Tidak salah rasanya untuk memberikan rating R untuk film ini. Pasalnya, The Suicide Squad dipenuhi adegan yang super sadis. Gunn terkesan tidak setengah-setengah dalam memanfaatkan rating tersebut.

Hampir di setiap pertarungan yang ada di, kita akan dimanjakan dengan darah yang melimpah, hingga potongan tubuh yang berserakan di mana-mana. Tak lupa, ia juga menyisipkan sedikit adegan wanita telanjang dada hingga kelamin pria dengan cukup jelas di film ini.

Lebih aneh, lebih menarik

maxresdefault (22)

Jika dibandingkan dengan tim Suicide Squad dari film sebelumnya, tim yang ada di film ini memiliki kemampuan yang jauh lebih absurd. Ambil contoh seperti TDK. Memang, beberapa dari mereka sengaja dimasukkan ke dalam film ini sebagai sosok pecundang yang punya kekuatan sangat tidak berguna.

Akan tetapi, James Gunn mampu menyulap sosok villain yang tampak konyol seperti Polka-Dot Man dan Ratcatcher 2 menjadi jauh lebih baik dari segi karakter, apalagi jika dibandingkan dengan versi komiknya. Di film ini, keduanya justru mendapatkan pendalaman karakter yang sangat baik, dengan membuktikan bahwa meski berstatus sebagai villain dan punya kekuatan aneh, mereka tetap punya sisi nurani yang menarik untuk dieksplorasi.

Berbeda dengan tim Suicide Squad lama yang tampak begitu keren dan perkasa, James Gunn sukses mempertemukan para penjahat yang lebih aneh lagi dari semesta DC, dan menyatukannya ke dalam sebuah tim bunuh diri arahan Amanda Waller. Pertemuan segudang karakter villain baru ini berujung pada interaksi dari para karakter yang cukup menyentuh dan tragis di saat yang bersamaan.

Meski diperkenalkan sebagai film yang brutal dan menyenangkan, The Suicide Squad juga menyimpan beberapa adegan yang cukup menyentuh. Menurut James Gunn, Ratcatcher 2 yang diperankan oleh Daniela Melchior adalah ‘heart of the movie’.

Ex6-H13UUAAD_gH
Ratcather 2 adalah sosok yang memberikan impact paling besar di film ini.

Dari semua anggota yang ada, ia merupakan satu-satunya yang paling ‘baik’ dan hangat. Ia menjadi karakter yang mengeratkan para tim Suicide Squad, serta memberikan sentuhan warna tambahan yang menarik untuk film ini. Selain Ratcather 2, karkater lain yang ditampilkan di film ini juga cukup menarik, contohnya seperti Bloodsport dan Polka-Dot Man yang sama-sama punya backstory cukup tragis.

Yang membuat kami mengapresiasi film ini adalah mereka tidak berusaha ‘menjual’ sosok Harley Quinn, yang memang begitu diidolakan sejak kali pertama muncul di film sebelumnya. Kehadirannya di film ini tidak terasa sebagai show stealer, namun bukan berarti ia hadir tanpa memberikan impact yang kuat. Porsi Harley di film ini terasa lebih pas dan imbang, memberikan ruang bagi karakter lain untuk mengambil spotlight.

Peacemaker dengan egonya yang tinggi dan menjunjung tinggi rasa keadilan mutlak, justru sukses memberikan unsur komedi yang pas untuk film ini.

Sedangkan King Shark? Ia sukses menjadi icebreaker yang pas. Sosoknya sontak mengingatkan kami dengan Groot dari Guardian of the Galaxy. Terlihat bodoh, tidak banyak bicara, kocak, tapi luar biasa kuat. Kami merasa bahwa King Shark pantas untuk mendapatkan eksplorasi yang lebih jauh di proyek DC mendatang.

Kesimpulan

nonton-suicide-squad-2-sub-indo

James Gunn kembali membuktikan dirinya sebagai seorang filmmaker jempolan. DC Comics harusnya merasa sangat bersyukur karena menarik Gunn pada saat dirinya sempat didepak dari Marvel beberapa tahun lalu. Keputusan untuk membuat film Suicide Squad versi baru ini juga dirasa sangat tepat.

Sejujurnya kami tidak menyangka kalau film yang satu ini mampu memberikan kesan yang sangat membekas, apalagi jika membandingkannya dengan versi terdahulu yang cukup gagal dari segi kualitas cerita.

The Suicide Squad adalah film yang super menyenangkan. Penuh dengan adegan action dan gore yang menggoda mata, hingga unsur komedi yang menggoyang perut. Semuanya tersaji dengan sangat pas. Pemilihan soundtrack yang cocok juga memberikan dampak besar menurut kami. Gunn memang punya selera yang sangat bagus untuk bagian ini.

Ia berhasil memberikan kisah Task Force X yang jauh lebih pantas ke layar lebar. Kami tidak sabar menanti proyek film DC Comics selanjutnya di tangan James Gunn. Akan seru nampaknya jika karakter Suicide Squad yang versi sekarang, bertemu dengan versi terdahulu suatu saat nanti.

Rating: 8.5/10


Bagi kalian yang mau top-up game kesayangan kalian bisa langsung kunjungi UniPin! Proses cepat dan harga murah! Subscribe channel YouTube UniPin Gaming untuk nonton konten game menarik.

Follow akun sosial media kami di:
Facebook: UP Station Indonesia
Twitter: @Upstationasia
Instagram: @upstation.asia

Yuk gabung di grup Discord kami!
Discord: UniPin Official Community

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


Aplikasi UP Station
telah tersedia sekarang
Buka Artikel
Download Aplikasi