Sejarah Singkat Konsol Game Nintendo: Dari NES Sampai Switch

2 months ago 0 Comments 202 views

Semenjak dirilis pada tahun 2017, Nintendo Switch menjadi salah satu konsol yang paling populer sekaligus paling laku di dunia. Sampai bulan Maret 2021, tercatat Switch sudah terjual lebih dari 84 juta unit.

Kesuksesan besar Nintendo melalui Switch tidak tiba-tiba terjadi begitu saja. Perusahaan yang berdiri pada tahun 1889 ini juga pernah menelan pil pahit kegagalan.

BACA JUGA:

Jika mau ditarik ke belakang, Nintendo memiliki sejarah yang cukup panjang. Oleh karena itu, kali ini UP Station mau fokus membahas jatuh bangun sejarah Nintendo di pasar konsol game!

Sejarah Konsol Game Nintendo

Awalnya, Nintendo memproduksi semacam kartu permainan ketika berdiri di tahun 1889. Konsol pertama yang diproduksi oleh Nintendo adalah seri Color TV Game yang mulai diproduksi tahun 1977. 

Walaupun begitu, Nintendo baru mengguncang dunia ketika merilis Nintendo Entertainment System (NES) atau sering dikenal sebagai Famicom pada tahun 1983. Setelah kesuksesan itu, Nintendo mulai memproduksi konsol lain seperti Super NES (SNES) dan Nintendo 64.

Untuk konsol handheld, Nintendo memulai debutnya dengan merilis Game & Watch pada tahun 1980. Nintendo baru merasakan kesuksesan dari segmen ini ketika merilis Game Boy pada tahun 1989.

Rilisnya NES dan Game Boy menunjukkan kalau Nintendo menyukai pendekatan dua arah terhadap konsol-konsol buatannya: konsol handheld yang portable dan konsol rumah yang terhubung ke TV.

Game Boy dan SNES: Titik Awal Kesuksesan

sejarah-konsol-nintendo-1

Iterasi pertama dari strategi ini adalah rilisnya Game Boy dan SNES di awal tahun 90-an. Kombinasi kedua konsol tersebut berhasil menembus angka 160 juta unit. 

Judul game seperti Super Mario World dan The Legend of Zelda: A Link to the Past menjadi salah satu alasan mengapa konsol Nintendo begitu laku di pasaran kala itu.

Kesuksesan tersebut seolah menjadi bukti bahwa gamer menyukai kedua jenis konsol Nintendo. Hal ini membuat Nintendo mempertahankan strategi tersebut untuk tahun-tahun berikutnya.

Game Boy Advance dan GameCube: Dibayangi PS2

sejarah-konsol-nintendo-2

Generasi selanjutnya yang menggunakan strategi tersebut adalah konsol Game Boy Advance (GBA) dan Nintendo GameCube yang sama-sama dirilis pada tahun 2001.

Jika dilihat dari jumlah penjualan, konsol-konsol ini kalah dari para pendahulunya. GBA “hanya” laku sebanyak 81 juta unit, sedangkan GameCube hanya berhasil terjual 21 juta unit.

Kehadiran konsol buatan Microsoft pertama, Xbox, serta begitu booming-nya PlayStation 2 (PS2) dari Sony disinyalir menjadi penyebab utamanya. PS2 sendiri berhasil menjadi konsol game terlaris sepanjang masa dengan jumlah 155 juta unit terjual.

Nintendo Wii dan Nintendo DS: Kebangkitan Nintendo

sejarah-konsol-nintendo-3

Di awal 2000-an, Sony dan Microsoft menjadi rival kuat yang berlangsung hingga hari ini. Mereka berusaha menyajikan game dengan kualitas grafis terbaik pada konsol-konsol berikutnya.

Nintendo memutuskan untuk tidak ikut berperang di ranah tersebut. Perusahaan tersebut memutuskan untuk fokus tentang pengalaman bermain dari sisi gamer.

Hal itulah yang membidani lahirnya Nintendo DS pada tahun 2004. Konsol handheld ini memiliki dua layar dan juga memiliki layar sentuh. Nintendo ini menjadi sebuah kesuksesan dengan menasbihkan diri sebagai konsol terlaris sepanjang masa setelah PS2.

Tidak berpuas diri, Nintendo melanjutkan strategi kombinasi konsol handheld dan konsol rumah dengan merilis Nintendo Wii pada tahun 2006. Konsol ini bisa dibilang sebagai pelopor kontrol gerak dan aksesibilitas controller jarak jauh.

Jika digabungkan, kedua konsol tersebut telah terjual lebih dari 225 juta unit. Khusus untuk DS, mereka berhasil membuat Sony yang merilis PlayStation Portable (PSP) bertekuk lutut.

Nintendo 3DS dan Nintendo Wii U: Kejatuhan Nintendo

sejarah-konsol-nintendo-4

Sepandai-pandainya tupai melompat, akhirnya akan jatuh juga. Setelah bertahun-tahun meraih kesuksesan, Nintendo harus mengalami flop di tahun 2010-an.

Nintendo masih mempertahan strategi yang sama. Mereka merilis Nintendo 3DS pada tahun 2011 dan berhasil menjual lebih dari 75 juta unit.

Sayangnya, hal yang sama tidak terjadi pada penerus Nintendo Wii, yakni Wii U. Hanya menyentuh angka penjualan 13.5 juta, konsol ini kalah telah dari PlayStation 4 dan Xbox One.

Anjloknya angka penjualan ini membuat Nintendo harus mengalami periode terburuk bagi perusahaan. Pada tahun 2012 dan 2014, mereka harus menderita kerugian ratusan juta dolar setelah satu dekade sebelumnya selalu berhasil meraih keuntungan besar.

Nintendo Switch: Kesuksesan dengan Strategi Hybrid

sejarah-konsol-nintendo-5

Rekor buruk yang berhasil ditorehkan Wii U membuat Nintendo harus memutar otak untuk menyelamatkan perusahaan. Jika konsol berikutnya kembali flop, bukan tidak mungkin fans mereka akan beralih ke konsol lain.

Akhirnya, Nintendo memutuskan untuk membuat konsol hybrid, gabungan antara konsol handheld dan konsol rumah dengan nama Nintendo Switch pada tahun 2017. Nintendo pada akhirnya memutuskan untuk menggabungkan dua pasar menjadi satu.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Aplikasi UP Station
telah tersedia sekarang
Buka Artikel
Download Aplikasi