Semua yang Perlu Kamu Ketahui tentang NFT

4 months ago 0 Comments

Berkat fenomena Ghazali Everyday yang mendadak jadi miliarder, banyak orang Indonesia yang langsung tertarik dengan NFT atau non-fungible token. Tapi, apa itu non-fungible token sebenarnya? Secara harfiah, artinya adalah “token yang tidak dapat dipertukarkan”.

Sebenarnya sah-sah saja jika ada yang tertarik dengan dunia NFT. Masalahnya, banyak orang yang hanya sekadar latah karena tergiur menjadi kaya mendadak dengan cara yang mudah. Padahal, kenyataannya tidak pernah seindah itu.

Lebih parahnya lagi, banyak yang berusaha meniru apa yang dilakukan oleh Ghazali dengan cara yang salah. Contohnya adalah dengan menjual foto syur atau bahkan data pribadi seperti foto KTP. Padahal, apa yang sudah diunggah ke NFT (lebih tepatnya, ke blockchain) tidak akan bisa dihapus semudah itu.

BACA JUGA:

Dalam rangka memberikan edukasi mengenai NFT, UP Station akan memberikan penjelasan secara padat, jelas, dan singkat agar kamu bisa lebih memahaminya sebelum memutuskan untuk terjun ke dalamnya!

Apa Itu NFT?

Kaleidoskop 2021: Booming NFT, Ini Deretan Non-Fungible Token Paling Populer Sepanjang Tahun Ini

Seperti yang sudah disebutkan di atas, NFT adalah singkatan dari non-fungible token. Artinya kurang lebih menunjukkan kalau suatu NFT itu unik dan tidak bisa diganti dengan yang lain. Tidak ada NFT yang identik, sama seperti tidak ada mata uang yang punya seri nomor yang kembar.

Jika kamu punya uang seratus ribu dengan nomor seri A, kamu bisa menukarnya dengan uang seratus ribu dengan nomor seri B. Kedua uang memiliki nilai yang sama. Tidak demikian dengan NFT. Masing-masing NFT memiliki nilai yang berbeda, tergantung dari banyak faktor.

Beberapa NFT terjual dengan harga yang terlihat tidak masuk akal. Contoh mudahnya adalah foto-foto selfie yang dilakukan oleh Ghazali selama lima tahun. Selain itu, tweet pertama Jack Dorsey (pendiri Twitter), video slam dunk LeBron James, hingga GIF “Nyan Cat” juga terjual dengan harga fantastis.

Bagaimana Cara Kerja NFT?

Blockchain and IoT Security: everything you need to know

Ghazali menggunakan foto selfie-nya selama lima tahun sebagai NFT. Akan tetapi, bukankah foto-foto tersebut bisa disimpan sebagai gambar biasa? Lantas, apa yang membuat sebuat foto atau aset bisa menjadi sebuah NFT?

Yang membedakan adalah sebuah aset NFT akan disimpan menggunakan teknologi blockchain, sehingga bisa dibilang memiliki tingkat keamanan yang amat tinggi dan sulit dipalsukan. Oleh karena itu juga, setiap NFT memiliki informasi tambahan yang menunjukkan keotentikannya. Ini untuk menunjukkan bahwa tidak ada dua NFT yang sama, masing-masing unik dan menciptakan sebuah kelangkaan yang bisa meningkatkan nilainya.

Perlu dicatat bahwa NFT bukan berarti barang tersebut tidak bisa di-copy, tetapi lebih sebagai sebuah tanda kepemilikan akan suatu karya. Sama seperti sebuah lukisan Mona Lisa, siapapun bisa meniru dan memiliki kopiannya, tapi hanya ada satu orang yang bisa memiliki lukisan aslinya.

Apa Saja Bentuk NFT?

Mike Shinoda's Ziggurats Generative Music/Art NFT Series Sells Out As Music Goes Live On All DSP's Such As Spotify Today

Secara konsep, apapun dapat kamu jadikan NFT selama dalam bentuk digital, baik itu gambar, musik, sertifikat rumah, bahkan isi otak kita jika diubah menjadi AI ala Arnim Zola di MCU. Hanya saja, pada saat ini NFT yang umum ditemui adalah gambar atau seni digital.

Beberapa orang ada yang menganggap kalau NFT memang bernilai seni, sehingga rela mengeluarkan uang banyak, entah demi koleksi pribadi atau investasi jangka panjang. Ghazali bisa meraup banyak uang karena orang menilai konsistensinya selama lima tahun begitu valuable.

Bagi seorang “seniman”, NFT mungkin bisa menjadi sarana yang tepat untuk menjual karya seni karena mengurangi kemungkinan karyamu dibajak. Siapa tahu karyamu menarik minat orang dan dibeli dengan harga yang lumayan. Apalagi, NFT juga memiliki fitur di mana kamu akan mendapatkan persentase setiap NFT dijual atau berpindah tangan.

Contoh seniman yang sudah menjual karyanya dalam bentuk NFT adalah Mike Shinoda, vokalis dari Linkin Park. Ia baru saja menjual NFT beserta beberapa lagu yang berhasil terjual ludes dalam waktu singkat.

Sebagai seorang pembeli, NFT mungkin bisa menjadi sarana untuk mengapresiasi karya seseorang yang menurutmu bagus. Sama seperti membeli lukisan, NFT yang kamu beli membuatmu memiliki hak untuk menggunakannya, baik untuk sekedar dipajang ataupun untuk tujuan komersil seperti dijual kembali.

Yang terakhir ini merupakan pembeli yang memang berfokus untuk investasi, di mana mereka membeli NFT denagn harapan harga jualnya lebih tinggi di masa depan dibandingkan harga beli. Sepintas mirip dengan instrumen pasar modal lain, hanya saja NFT kerap dianggap lebih spekulatif dengan faktor yang sulit diukur.

Di Mana Platform untuk Melakukan Transaksi NFT?

Cara Menjual NFT Melalui OpenSea

Ada banyak NFT marketplace yang tersedia untuk melakukan transaksi NFT, seperti OpenSea, Rarible, Mintable, Nifty Gateway, dan masih banyak lagi lainnya. Masing-masing platform tentu memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing.

Hampir seluruh marketplace ini menggunakan mata uang kripto Ethereum untuk bertransaksi. Hasil penjualannya nanti bisa kamu simpan di wallet yang berafiliasi dengan setiap marketplace, seperti Metamask, Polygon, dan sebagainya.

Selain itu, makin banyak produsen gim yang tertarik untuk terjun ke dunia NFT. Terbaru, SEGA baru saja mendaftarkan NFT miliknya, menyusul perusahaan gim lainnya seperti Konami dan Ubisoft. Kita bisa mendapatkan NFT dengan bermain gimnya, di mana NFT tersebut dapat kita jual kembali di marketplace NFT. Hal ini memicu konsep gaming yang baru yaitu bermain sambil menghasilkan uang atau play-to-earn.

Satu hal lagi yang perlu diingat adalah NFT hanya tersedia dalam bentuk digital. Mungkin kita bisa mencetaknya secara fisik dengan menggunakan printer, tetapi kepemilikan sah kita tetap hanya dalam bentuk digital.

Apa Risiko NFT?

5 Rekomendasi Koin Investasi Cryptocurrency, Siap Mulai?

Satu hal lain yang sering diabaikan oleh orang awam adalah NFT dibuat menggunakan teknologi blockchain. Artinya, setiap interaksi yang melibatkan NFT membutuhkan biaya untuk membayar “penambangan”, istilah yang digunakan untuk energi yang dibutuhkan untuk perhitungan komputer dalam memverifikasi setiap transaksi.

Biaya lain yang perlu diperhatikan adalah biaya untuk mengubah mata uang asli (rupiah, dolar) menjadi mata uang crypto (Ethereum) dan biaya penutupan. Artinya, kamu harus bersiap dengan berbagai pemotongan jika masuk ke dunia NFT.

Orang yang belum pernah belajar cryptocurrency lantas langsung terjun ke NFT jelas berbahaya, karena ilmunya belum cukup untuk berkecimpung di dunia ini. Apalagi, jika kamu niat masuk ke NFT dengan tujuan mendapatkan untung atau investasi.

Akibatnya, bisa saja uang yang diinvestasikan untuk membeli NFT malah menjadi bumerang dan membuat kita rugi. Contohnya, jika tidak ada orang lain yang tertarik membeli koleksi NFT kita, sehingga kita tidak bisa balik modal dan harus menyimpan NFT tersebut selamanya.

Penutup

Banyak orang yang mengkritik kalau NFT hanya sarana bagi orang-orang membuang uang untuk barang yang tidak penting. Namun, banyak juga yang membela kalau NFT lebih dari sekadar file digital.

Dengan memanfaatkan teknologi blockchain untuk mencatat kepemilikan barang (di sini NFT), ada anggapan bahwa ini akan merevolusi cara kita tentang “kepemilikan” di masa depan. Bagaimana sertifikat kepemilikan NFT bisa berpindah tangan dengan mudah dan aman menjadi salah satu alasannya.

NFT bisa dibilang cukup berisiko karena masa depannya belum pasti dan sejarahnya belum panjang. Kalau kamu punya uang berlebih, tidak ada salahnya untuk mencoba bidang baru yang satu ini dengan syarat risiko ditanggung sepenuhnya oleh kamu.

Apalagi, nilai NFT juga sebagian besar berdasarkan apa yang orang lain bersedia bayar untuk itu. Tidak ada indikator fundamental, teknis, atau ekonomi seperti yang terjadi di dunia saham, sehingga permintaan pasar akan menjadi pendorong harga.

Jadi, setelah membaca paparan di atas tentang apa itu NFT, apakah kamu masih tertarik untuk masuk ke dunia NFT?


Bagi kalian yang mau top-up game kesayangan kalian bisa langsung kunjungi UniPin! Proses cepat dan harga murah! Subscribe channel YouTube UniPin Gaming untuk nonton konten game menarik.

Follow akun sosial media kami di:

Facebook: UP Station Indonesia

YouTube: UP Station Media

Twitter: @Upstationasia

Instagram: @upstation.media

Discord: UniPin Official Community

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


Aplikasi UP Station
telah tersedia sekarang
Buka Artikel
Download Aplikasi