[OPINI] Memang Sudah Saatnya Esports Masuk Kurikulum Sekolah

1 week ago 0 Comments

Terlepas dari pro kontra yang sering menyelimutinya, industri esports di Indonesia sudah tidak bisa dipandang sebelah mata lagi. Baik swasta maupun pemerintah sama-sama mulai menyeriusi industri ini karena potensinya yang begitu besar.

Di saat industri lain banyak yang bertumbangan diterpa pandemi yang tak kunjung usai, esports justru mampu bertahan bahkan mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Tak heran jika banyak pihak berlomba-lomba terjun ke industri esports.

Industri esports sendiri memang terlihat begitu menggiurkan. Sudah ada banyak tim dan pro player yang meraup kesuksesan berkat berbagai prestasi baik lokal maupun internasional. Tak sedikit yang berhasil mengharumkan nama bangsa di mata dunia.

BACA JUGA:

Lowongan pekerjaan lain pun banyak dihasilkan oleh industri ini. Selain berperan aktif sebagai atlet, ada pula pekerjaan lain di industri esports seperti content creator, streamer, media/event organizer, dan masih banyak lagi lainnya.

Melihat banyak pihak yang berhasil sukses dari industri ini, tak heran banyak anak muda yang melihat profesi di industri ini sebagai cita-cita di masa depan. Hanya saja jika tidak diarahkan dengan baik, potensi untuk menjadi gim sebagai mata pencaharian bisa berakibat buruk.

Kabar baiknya, Pengurus Besar Esports Indonesia (PBESI) ingin bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) untuk merealisasikan rencana ini.

PBESI Ingin Masukkan Esports ke Dalam Kurikulum

Ashadi Ang

Ashadi Ang selaku Ketua Bidang Humas dan Komunikasi PBESI menyatakan kalau wacana memasukkan esports ke dalam kurikulum sekolah tidak hanya sebatas di sekolah kejuruan, tapi juga di bangku SMP dan SMA.

Esports juga masuk di kurikulum sekolah kejuruan. Kami ingin memberi sebuah edukasi sejak dini ketika mereka di bangku SMP, SMA, SMK,” kata Ashadi.

Ia menambahkan kalau hal ini dilakukan agar mindset orang terhadap dunia esports berubah. Setelah lulus dari bangku sekolah, mereka yang minat untuk serius di industri ini bisa melanjutkan akademi esports yang akan dibuka untuk umum.

“Setelah akademi esports ini selesai, kami akan memberikan turnamen-turnamen, agar mereka dapat mengikuti turnamen tersebut,” tambah Ashadi.

Melihat Esports dari Kacamata Orangtua

Is your teen addicted to gaming? It could be a mental disorder | The Star
Anak Bisa Mudah Kecanduan Gim (via The Star)

Selama ini, aktivitas bermain gim memang lebih kerap mendapatkan pandangan negatif, terutama dari orang tua. Omelan tentang anak yang menghabiskan waktu terlalu banyak di layar smartphone mungkin sudah sangat umum.

Apalagi, gim juga kerap dijadikan kambing hitam apabila anak mendapatkan nilai buruk di sekolah. Tidak sedikit orang tua yang khawatir kalau anaknya menjadi pecandu gim yang susah untuk berhenti bermain.

Mungkin masih ada juga orang tua yang memiliki pola pikir zaman dulu, di mana kegiatan main gim ya kegiatan yang buang-buang waktu, membuat anak malas, dan bisa “merusak otak”.

Padahal jika diarahkan dengan benar, bermain gim bisa menjadi profesi yang menjanjikan di masa depan. Untuk itulah esports perlu dimasukkan ke dalam kurikulum, baik sebagai mata pelajaran maupun kegiatan ekstrakurikuler, agar ada guidance untuk mereka.

Dengan adanya pengarahan dari pihak sekolah, minat anak di dalam dunia gim pun menjadi lebih terarah. Tidak hanya asal bermain untuk kesenangan pribadi, tetapi juga membuat mereka bisa melihat peluang yang ada di depan mata.

Contoh Atlet Esports yang Sukses

Memang ada kekhawatiran kalau anak akan menjadi terlalu menghabiskan waktu di depan layar smartphone dan mengabaikan pelajaran yang lain. Akibatnya, nilai rapor pun buruk. Tentu tidak ada orang tua yang ingin nilai anaknya hanya bagus di mata pelajaran/kegiatan esports.

Oleh karena itu, kerja sama dengan orang tua juga perlu dilakukan karena pihak sekolah tidak bisa mengontrol anak 24 jam. Komunikasi yang baik dengan pihak pengajar juga diperlukan untuk mengetahui apa saja yang dipelajari anaknya di mata pelajaran/kegiatan esports.

Justru karena sudah mendapatkan “pelajaran” esports dari sekolah, pihak orang tua bisa membatasi anaknya bermain di rumah dengan dalih “sudah cukup untuk hari ini, tadi Pak X sudah cerita kamu bermain sekian jam di sekolah ketika pelajaran esports”. 

Anak mungkin akan membuat sejuta alasan seperti “latihan untuk persiapan turnamen”. Mungkin ada orang tua yang akan memberikan kelonggaran di saat seperti itu, tetapi tidak ada salahnya jika melakukan pengetatan ke mereka.

Konklusi

Predicting Where The Esports Industry Will Be 5 Years From Now
Industri Esports Memang Sangat Menjanjikan (via The Nerd Stash)

Industri esports memang sangat menggoda, sehingga tak heran jika banyak generasi muda di Indonesia memiliki angan-angan untuk bisa bergabung, baik sebagai pro player maupun pekerjaan lainnya.

Sama seperti pemain sepak bola yang dibina sejak dini, atlet esports pun perlu mendapatkan pembinaan agar tidak salah arah. Mengasah bakat dan kemampuan yang dimiliki jelas butuh bantuan orang-orang yang berpengalaman.

Oleh karena itu, esports memang sudah waktunya untuk masuk ke dalam kurikulum sekolah dalam bentuk apapun. Pengarahan sejak dini akan membantu mereka berkembang untuk meraih cita-cita yang mereka inginkan.

Hanya saja, pengawasan dari pihak sekolah maupun orang tua sangat dibutuhkan. Jangan sampai masuknya esports ke dalam kurikulum membuat anak melupakan aspek-aspek lain dalam kehidupan yang tak kalah penting.

Walaupun kita belum tahu bagaimana implementasi esports di kurikulum sekolah nanti, bolehlah kita berharap kalau implementasi tersebut akan membuat banyak anak-anak muda bisa meraih cita-citanya untuk terjun dan sukses di dunia esports.


Bagi kalian yang mau top-up game kesayangan kalian bisa langsung kunjungi UniPin! Proses cepat dan harga murah! Subscribe channel YouTube UniPin Gaming untuk nonton konten game menarik.

Follow akun sosial media kami di:
Facebook: UP Station Indonesia
YouTube: UP Station Media
Twitter: @Upstationasia
Instagram: @upstation.asia

Yuk gabung di grup Discord kami!
Discord: UniPin Official Community

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


Aplikasi UP Station
telah tersedia sekarang
Buka Artikel
Download Aplikasi