UP – Alpha Women dan Beta Women, Kenapa Kita nggak Perlu Senang Saat Dibilang “Beda dari Cewek Kebanyakan”?

8 months ago 0 Comments 181 views

Alpha women dan beta women. Apakah kamu cukup familiar dengan kedua istilah ini? Bagi perempuan milenial pasti sudah cukup mengerti. Alpha women dikenal sebagai sosok yang kuat dan paling mendominasi sehingga dia stand out jika dibandingkan orang-orang di sekitarnya. Sedangkan beta women sebaliknya, mereka adalah sosok yang terdominasi oleh Alpha. Dikotomi ini lantas membuat perempuan berlomba-lomba menjadi Alpha, demi stand out dan mendengar kata-kata sakral "Kamu beda deh dari cewek kebanyakan".

Meski begitu, kamu juga harus sadar bahwa sesama perempuan harus saling mendukung. Dikotomi Alpha dan Beta Women ini bisa mengancam kesatuan perempuan dan membuat kita bersaing satu sama lain demi menjadi yang paling 'beda'. Nah, biar kamu lebih paham, berikut beberapa kritik terkait konsep Alpha Women.

1Perempuan seakan berlomba jadi Alpha Women, tapi secara nggak langsung mendiskreditkan perempuan lain

Perempuan seakan berlomba jadi Alpha Women, tapi secara nggak langsung mendiskreditkan perempuan lain

Mendiskreditkan yang lain via www.lupainmantan.com

Siapa sih yang nggak ingin dikatakan sebagai “perempuan yang beda dari lainnya”? Pasti nggak sedikit perempuan yang menginginkan predikat tersebut. Sebab, hal ini membuat kamu merasa lebih istimewa dari yang lainnya. Tapi coba kita pikir lagi, keistimewaan apa yang dimaksud di sini? Apakah karena perempuan Alpha cenderung lebih memegang nilai-nilai maskulinitas sehingga dia jadi istimewa dan lebih dihargai? Kalau begitu, bukankah pujian ini jadi terdengar seksis? Bukankah kedua nilai, maskulinitas dan femininitas harusnya sama-sama berharga dan melengkapi satu sama lain? Lalu, untuk apa kita berlomba menanamkan nilai maskulinitas dalam diri hingga pada akhirnya kita justru jadi mendiskreditkan teman perempuan Beta kita yang lebih feminin?

Mengutip tulisan Sonya Rhodes Ph.D dalam Psychology Today, perempuan Alpha suka memimpin dan beta memang tidak keberatan untuk mengikutinya. Tapi apakah ketidaksetaraan ini dianjurkan? Justru kemitraan antara Alpha dan Beta bisa saling menguntungkan jika dilakukan dengan baik bersama-sama.

2Terkadang kamu bertindak seakan tak membutuhkan orang lain, termasuk laki-laki!

Terkadang kamu bertindak seakan tak membutuhkan orang lain, termasuk laki-laki!

Membutuhkan orang lain via herway.net

Kita semua pasti sudah tahu bahwa hidup itu membutuhkan keseimbangan. Termasuk keseimbangan antar gender. Seorang konselor Women Crisis Center, Maryam Jameelah, dalam laman Magdalene dia menuliskan bahwa feminisme bukanlah tentang meninggikan perempuan, tetapi feminisme adalah tentang kesetaraan. Tentang bagaimana laki-laki perempuan maupun gender ketiga bisa memiliki ruang akses keadilan yang sama.

Persoalannya, Alpha Women yang merasa mandiri dan kuat kadang justru berupaya mati-matian menjadi self-sufficient hingga nggak membutuhkan orang lain termasuk laki-laki lain. Hal ini tentu saja nggak benar. Ingat lagi, hidup membutuhkan keseimbangan termasuk keseimbangan antar gender. Bahkan Nyai Ontosoroh yang merupakan perlambang Alpha Women sejati pun masih mengakui dirinya membutuhkan laki-laki. Kamu yakin mau menghadapi ombak kehidupan sendirian?


Ads iLotte

3Kamu jadi merasa harus selalu membuktikan diri sebagai orang yang dominan di kelompokmu

Kamu jadi merasa harus selalu membuktikan diri sebagai orang yang dominan di kelompokmu

Dominan via flipboard.com

Salah satu karakter Alpha Women yang paling menonjol adalah selalu mendominasi di dalam sebuah kelompok. Tentu saja ada banyak alasan mengapa beberapa perempuan seakan berlomba agar bisa paling disorot dalam kelompok. Sebab, menjadi pusat perhatian bagi sebagian perempuan memang sangat menyenangkan karena dirinya merasa menjadi orang paling ‘penting’ daripada yang lain.

Sayangnya, berusaha untuk selalu mendominasi itu melelahkan. Kita justru akan kehabisan banyak energi berupaya menjadi sosok Alpha dalam kelompok. Lebih bahaya lagi, kita bisa terdorong untuk menjadi egois dan self-centered karena terlalu gemar menjadi pusat perhatian dalam kelompok. Kalau sudah begini, lama-lama teman-temanmu pun akan nggak tahan dan menjauh.

Baca Juga: #LifeAsk: Catcalling Itu Pelecehan? Ini 5 Pendapat Para Cewek dan Bagaimana Mereka Mengatasinya

4Merasa selalu ingin berbeda, kamu jadi bersaing dengan sesama perempuan alih-alih saling memberdayakan

Merasa selalu ingin berbeda, kamu jadi bersaing dengan sesama perempuan alih-alih saling memberdayakan

Selalu ingin beda via supjeffstone.org

Bagi Alpha persaingan adalah sesuatu yang perlu dilakukan. Bahkan, nggak jarang mereka sering beranggapan hidup itu seperti sebuah kompetisi, di mana kamu harus bisa lebih baik dari yang lainnya. Menjadi kompetitif itu nggak ada salahnya sih, tapi apa iya semua hal harus dikompetisikan? 

Perempuan sudah terlalu lama bersaing untuk menjadi yang paling 'spesial' atau 'wah' demi mendapat predikat 'cewek yang berbeda'. Kini saatnya kita saling memberdayakan alih-alih bersaing. Jadi, meskipun kamu seorang Alpha yang gemar berkompetisi, kurangi persaingan-persaingan tersebut dan fokuslah dalam membuat solusi bagi pemberdayaan sesama perempuan.

5Jadi beta women juga memiliki kesempatan yang sama, dan mereka juga bisa lebih baik

Jadi beta women juga memiliki kesempatan yang sama, dan mereka juga bisa lebih baik

Memiliki kesempatan yang sama via vk-promo.ru

Dalam sisi karakter beta memang lebih pasif. Lalu, apakah beta bisa menjadi alpha? Tentu saja bisa. Melansir laman Psychology Today, Lily seorang dokter dan ibu dari dua anak mengatakan dirinya seorang Beta yang ‘menyamar’ menjadi Alpha. “Aku selalu ramah dan setuju dengan yang lain. Aku tidak selalu menunjukkan sisi kuatku, tapi aku ingin mendapatkan caranya,” katanya.

Dari apa yang dikatakan Lily kamu bisa melihat bahwa Beta juga memiliki kesempatan yang sama untuk menjadi Alpha. Terpenting, yang perlu kamu lakukan adalah kamu harus bisa menunjukkan kekuatan apa yang ada dalam dirimu. Kamu harus mencari jalannya dan berani membuat beberapa perubahan.

Baca Juga:

Menjadi seorang Alpha bukan berarti buruk dan nggak disarankan. Jika memang kita memiliki dorongan untuk menjadi seorang Alpha, itu bagus. Akan tetapi kita juga harus sadar bahwa dengan menjadi seorang Alpha tidak membuat kita lebih baik dari mereka yang Beta. Baik Alpha maupun Beta sama-sama membutuhkan satu sama lain. Maka, jadilah seorang Alpha yang bijak tanpa harus mendiskreditkan orang lain hanya demi mendapat pujian "Kamu beda deh dari yang lain".

Source From:http://keepo.me/robertusari/alpha-women-dan-beta-women-kenapa-kita-nggak-perlu-senang-saat-dibilang-beda-dari-cewek-kebanyakan

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Aplikasi UP Station
telah tersedia sekarang
Buka Artikel
Download Aplikasi