Valve Resmi Menaikkan Harga Game di Steam, Sampai 2 Kali Lipat!

1 month ago 0 Comments

Setelah beberapa waktu lalu sempat viral ketika Steam diblokir oleh pemerintah Indonesia, kali ini kabar buruk kembali menghampiri para gamers. Pasalnya, Valve memutuskan untuk menaikkan harga seluruh game-nya menjadi lebih mahal dua kali lipat.

Kabar tidak mengenakkan ini tentu saja langsung dibalas reaksi negatif dari para gamers. Usut punya usut, Valve punya alasan tersendiri soal dinaikkannya harga-harga game yang ada di Steam.

BACA JUGA :

Alasan utama dari Valve menaikkan harga game-game yang dijual di Steam adalah agar tidak ada monopoli harga yang terjadi melalui Regional Price yang disediakan oleh Steam.

Baru-baru ini Valve menemukan bahwa banyak sekali orang-orang yang sengaja menggunakan third party software untuk “menyamar” menjadi warga negara lain dan mendapatkan harga lebih murah ketimbang menggunakan harga asli dari Indonesia maupun sebaliknya.

Bisa dilihat bahwa harga suatu game di Steam itu berbeda-beda setiap negara, sesuai dengan kurs atau nilai jual mata uang negara tersebut dengan Amerika Serikat.

Region-region tertentu memang memiliki harga yang sangat lebih murah ketimbang dari negara lainnya, contohnya seperti di Argentina dan Turki.

Tentu saja Valve yang melihat ini langsung memberikan aksi nyata dengan menaikkan harga game dengan sangat mahal, yaitu sekitar 400% dari harga aslinya. Walaupun terbilang tidak masuk akal, tetapi Valve terpaksa melakukan itu guna menanggulangi monopoli harga yang dimainkan oleh para penjual game di internet.

Ini adalah berita yang sangat disayangkan bagi para gamers yang ingin berburu game-game diskon seperti Cyberpunk 2077, karena Steam Halloween Sale 2022 dimulai hari ini (26/10/22). Dengan kata lain, Valve memulai salah satu peristiwa terpentingnya dengan kenaikan harga.

steam-2

Steam meningkatkan harga regional yang direkomendasikan di hampir semua negara, kecuali Kuwait, Israel, Kosta Rika, Singapura, UEA, dan yang menggunakan dolar AS.

Perlu dicatat bahwa Valve mengambil harga dasar dalam dolar AS dan menyesuaikannya untuk wilayah lain berdasarkan nilai tukar, paritas daya beli di negara tertentu, dan faktor lainnya.

Pengembang dan penerbit bebas menentukan harga yang akan ditetapkan untuk game mereka di berbagai negara, sebab Valve hanya menawarkan rekomendasinya.

Namun, para pemain pasti akan mendapatkan harga game yang lebih mahal, terutama yang dari penerbit AAA, karena melemahnya beberapa mata uang terhadap dolar AS, serta faktor ekonomi dan geopolitik lainnya.

Waduh parah banget ya melihat harga game yang kian melonjak. Menurut kalian gimana? Yuk diskusi di bawah!


Dapatkan berita gaming dan informasi menarik lainnya seputar dunia game, esports, film, anime, dan lainnya hanya di UP Station.

Bagi kalian yang mau top-up game kesayangan kalian bisa langsung kunjungi UniPin! Proses cepat dan harga murah!

Pastikan untuk mengikuti perkembangan terbaru dan berita gaming lainnya di akun sosial media kami:
Facebook: UP Station Indonesia
YouTube: Upstation Media
Twitter: @upstationmedia
Instagram: @upstation.media

Yuk gabung di grup Discord kami!
Discord: UniPin Official Community

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


Aplikasi UP Station
telah tersedia sekarang
Buka Artikel
Download Aplikasi