Wibu Blokir Balik Kominfo, Apa Pesan Dibaliknya?

2 weeks ago 0 Comments

Beberapa hari ini, Indonesia sedang ramai membicarakan Kominfo menyangkut pemblokiran beberapa web terkait aturan PSE Lingkup Privat. Menanggapi hal ini, seorang netizen Indonesia (diduga seorang wibu) menunjukkan ketidaksetujuannya dengan program Kominfo dan memblokir balik seluruh web Kominfo.

BACA JUGA:

Sebuah akun Facebook bernama Chandra Nanda (Irina Shinakawa) menyampaikan pesannya melalui sebuah posting yang langsung viral di berbagai media sosial. Belum sempat membaca postingnya? Simak di bawah ini!

Wibu kominfo 1

Sang wibu mengatakan bahwa dirinya akan memblokir seluruh web Kominfo. Ia mengundang semua yang membaca posting ini untuk ikut mendukung pergerakannya dengan menggunakan DNS khusus yang ia sediakan.

Ketika kamu menggunakan salah satu dari DNS yang dibagikannya, setiap kali kamu mengakses salah satu web milik Kominfo, maka akan ada tampilan blokiran yang mengatakan kalau web tersebut dianggap halaman malware dan diblokir sesuai alasan keamanan.

Mungkin ini adalah caranya mengekspresikan bagaimana langkah Kominfo dapat merugikan sejumlah masyarakat, sekaligus ingin Kominfo merasakan apa yang rakyatnya rasakan melalui blokiran balik tersebut.

Wibu kominfo

Seperti yang kita tahu, mulai 30 Juli 2022 Kominfo mulai memblokir seluruh web yang tidak mendaftarkan dirinya di PSE. Beberapa platform game (Steam, Epic Games), game online (CS:GO, Dota 2) dan bahkan PayPal sempat diblokir pada hari-hari pertama pemblokiran diberlakukan. 

Tentu saja langkah ini menuai cercaan masyarakat, karena mengganggu aktivitas sehari-hari mereka. Para pemain esports profesional jadi tidak bisa berlatih, para pengguna platform game jadi tidak bisa mengakses game mereka, dan pemilik akun PayPal yang biasa mendapatkan penghasilan melaluinya pun jadi tersendat. 

Untungnya, beberapa PSE yang dimaksud akhirnya sudah/mau mendaftarkan dirinya. Bayangkan bila ada beberapa PSE besar (seperti Google dan Meta) yang tidak mendaftarkan dirinya, bisa-bisa satu negara akan menjadi kacau balau dan banyak masyarakat yang akan kehilangan sumber pendapatannya. 

Nah, Chandra Nanda di atas tampaknya memahami keluhan masyarakat, yang merasa bahwa seolah-olah Kominfo mempersulit hidup mereka. Sementara, Net Neutrality yang diinginkannya sebenarnya memiliki nilai positifnya tersendiri. Sayangnya, itu tidak akan sejalan dengan apa yang dianut oleh peraturan di Indonesia.

Mengapa? Karena bila Net Neutrality berlaku di tanah air, kemungkinan bagi OTT asing menghadirkan konten negatif dan ilegal di Indonesia (seperti perjudian, pornografi, ataupun LGBT) akan menjadi lebih besar.

Mungkin ini adalah upaya Kominfo untuk menjadi lebih tegas dalam mengatur OTT asing. Namun, kecerdasan dalam melakukannya pun diharapkan oleh seluruh masyarakat. Bukan sekadar ambil langkah tanpa memikirkan dampak yang akan terjadi. 


Dapatkan berita gaming dan informasi menarik lainnya seputar dunia game, esports, film, anime, dan lainnya hanya di UP Station.

Bagi kalian yang mau top-up game kesayangan kalian bisa langsung kunjungi UniPin! Proses cepat dan harga murah!

Pastikan untuk mengikuti perkembangan terbaru dan berita gaming lainnya di akun sosial media kami:
Facebook: UP Station Indonesia
YouTube: Upstation Media
Twitter: @upstationmedia
Instagram: @upstation.media

Yuk gabung di grup Discord kami!
Discord: UniPin Official Community

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


Aplikasi UP Station
telah tersedia sekarang
Buka Artikel
Download Aplikasi