Kenalan Lebih Jauh dengan Yudistira, Pengacara Esports Indonesia

4 months ago 0 Comments

Industri esports ada pengacara khususnya di Indonesia!

***

Esports merupakan salah satu sektor yang paling banyak meraup atensi publik belakangan ini. Perkembangan skena esports terasa sangat pesat sejak pandemi, terutama di negara kita sendiri.

Di tahun 2021, Indonesia diketahui memiliki kontribusi sebesar 43% terhadap total populasi gamers di Asia Tenggara yang berjumlah  274,5 juta orang, dengan total pemasukan yang dihasilkan sebesar 30 triliun rupiah.

Angka yang begitu besar tentu menunjukkan potensi esports yang luar biasa. Kendati demikian, nyatanya masih saja ada stigmatisasi yang menganggap esports itu hanyalah kegiatan buang-buang waktu saja.

BACA JUGA:

Ketua Bidang Hukum dan Legalitas Pengurus Besar Esports Indonesia (PBESI) Yudistira Adipratama menyatakan bahwa sekarang waktu sudah berubah.

Bagi pria yang mempunyai nama panggilan Yudis itu, hanya dengan bermain game, sekarang sudah dapat mengharumkan nama bangsa di kancah internasional.

Terkumpulnya stigma negatif (pada esports) dikarenakan oleh asumsi bahwa dengan bermain game akan membuat anak menjadi tidak produktif. Namun sekarang waktu sudah berubah. Sekarang bermain game dapat menghasilkan pendapatan dan membuat Indonesia bangga di waktu yang sama. Narasi inilah yang selalu saya bawakan dalam diskusi bersama Komnas HAM, stasiun televisi, dan pihak lain,” kata Yudis, dilansir dari website Australia Awards.

Pengacara Esports Indonesia Itu Bernama Yudistira Adipratama!

Sebelum menjadi bagian dari PBESI, Yudistira “Yudis” Adipratama merupakan seorang mahasiswa Universitas Melbourne. Saat berkuliah di Universitas Melbourne, dirinya mendapatkan beasiswa sepenuhnya oleh Pemerintahan Australia melalui program Australia Awards.

Dari universitas negeri kanguru, Yudis mendapatkan gelar Magister Hukum, dengan fokus konsentrasi keilmuan di entertainment law. Yudis lulus pada tahun 2019, dan sekarang ia mempraktikkan keilmuannya di PBESI.

Sebagai Ketua Bidang Hukum dan Legalitas PBESI, Yudis mempunyai peranan untuk membuat draf hukum dan regulasi terkait esports, termasuk amandemen pada hukum keolahragaan nasional agar esports bisa dikenal sebagai salah satu cabang olahraga yang ada di bawah Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI).

Selain menjadi “ahli hukum” PBESI, Yudis pun aktif mempromosikan kebijakan esports pemerintah, melalui workshop, wawancara, dan diskusi dengan banyak pihak.

Di luar PBESI, Yudis membuat sebuah firma hukumnya sendiri yang berfokus pada esports dan start-up milenial bernama K-CASE. K-CASE yang dirintis Yudis bisa dikatakan menjadi firma hukum pertama di Indonesia yang mengurus sektor esports secara khusus.

Kami membuat firma hukum ini untuk memenuhi pelayanan hukum kepada komunitas esports dan juga untuk membantu pemerintah dalam riset,” kata Yudis.

Meskipun bukan seorang atlet, Yudis rela membulatkan tekad dan mendedikasikan sebagian dari hidupnya pada esports. Yudis mempunyai alasan yang kuat untuk itu semua. Dirinya ingin membuat esports bisa dikenal menjadi cabang olahraga yang setara dengan cabang olahraga fisik lainnya.

Sampai sekarang, kita hanya tahu kalau ‘olahraga’ itu hanyalah aktivitas fisik. Bermain game itu seringkali tidak dianggap sebagai ‘olahraga’. Saya ingin mencari cara agar bisa menjelaskan esports agar bisa dianggap sebagai olahraga dengan istilah hukum,” tutur Yudis.

Memang, pada saat ini, esports belum terlalu dianggap setara oleh awam. Polemik masih mewarnai upaya pengukuhan esports menjadi sebuah cabang olahraga yang setara dengan yang lain.

Masih ada kawula konservatif yang mencap bahwa olahraga itu harus memenuhi persyaratan: mengeluarkan keringat yang deras, berada di tengah lapangan, dan lain-lain yang pada intinya memanfaatkan organ fisik sebagai tumpuan utama dalam melakukan kegiatan olahraga.

Padahal, salah satu inti tujuan dari kegiatan olahraga adalah untuk memberikan perkembangan intrapersonal. Sama seperti dengan olahraga pada umumnya, dalam esports, kita pun meningkatkan kekuatan diri, mulai dari konsentrasi, strategi, dan lain-lain.

Semoga sentimen dari Yudis, sang pengacara esports Indonesia bisa dimiliki oleh para pegiat dan pecinta esports lainnya, agar industri esports kita bisa semakin berkembang dan diakui internasional.


Dapatkan berita gaming dan informasi menarik lainnya seputar dunia game, esports, film, anime, dan lainnya hanya di UP Station.

Bagi kalian yang mau top-up game kesayangan kalian bisa langsung kunjungi UniPin! Proses cepat dan harga murah!

Pastikan untuk mengikuti perkembangan terbaru dan berita gaming lainnya di akun sosial media kami:
Facebook: UP Station Indonesia
YouTube: Upstation Media
Twitter: @upstationmedia
Instagram: @upstation.media

Yuk gabung di grup Discord kami!
Discord: UniPin Official Community

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


Aplikasi UP Station
telah tersedia sekarang
Buka Artikel
Download Aplikasi